Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 80. Mencemarkan nama baik Leora


__ADS_3

"Sayangku," ucap Leora pada orang di seberang telpon.


"Kau dimana?" Tanya Angkasa.


"Aku ada di rumah sakit menemani Bibi kira yang sakit. Maaf, aku tidak akan pulang malam ini." Kata Leora menahan kerinduannya untuk tidur memeluk suaminya.


"Baiklah. Tidur cepat dan jangan terlalu banyak pikiran." Lagi kata pria dari seberang telepon.


"Ok sayangku. Selamat malam dan tidur yang nyenyak."


"Selamat malam." Jawab Angkasa belum keduanya mengakhiri panggilan itu.


Leora meletakkan ponselnya lalu melihat Yosi. "Aku akan tidur sekarang, tolong bangunkan aku jika ada hal penting." Katanya pada Yosi.


"Baik Nyonya." Jawab Yosi.


Di tengah malam, Yosi masih duduk di koridor depan kamar Bibi kira.


Ia tersentak kaget saat melihat Angkasa tiba-tiba saja muncul.


Yosi langsung memberi hormat pada Angkasa lalu membuka pintu kamar dan membiarkan pria itu masuk.


Angkasa melihat Bibi kira tidur dengan nyenyak sementara Leora meringkuk di ranjang kecil di salah satu sudut ruangan.


Angkasa berusaha menghela nafas lalu berjalan ke arah Leora.

__ADS_1


Angkasa baru naik ke atas ranjang saat Leora yang tidak bisa tidur langsung berbalik terkejut.


"Sayang-"


"Sstt," Angkasa langsung meletakkan jari telunjuknya di bibir Leora lalu ia berbaring memeluk istrinya.


"Kenapa kau di sini?" Tanya Leora sambil berbisik dengan tangan langsung dilingkarkan di leher Angkasa.


"Aku tidak bisa tidur." Jawab Angkasa memberi ciuman di bibir Leora.


"Kenapa?" Tanya Leora yang berpikir suaminya mungkin memiliki masalah dengan pekerjaan.


"Tidak ada ucapan selamat malam." Jawab Angkasa membuat Leora tertegun.


"Sayang, bukankah aku sudah mengucapkan selamat malam di telepon?" Tanya Leora.


"Beri aku ciuman." Lagi kata Angkasa dengan wajah memelas seperti seorang bayi.


Leora akhirnya tertawa kecil lalu menyerang pria itu dengan tembakan beruntun dari bibirnya.


'Suamiku terlalu manja!'


Pagi hari saat Leora terbangun ia mendapati dirinya sedang tidur sendirian.


Suaminya telah meninggalkannya.

__ADS_1


"Ahh!!!" Leora melakukan peregangan sebelum turun dari tempat tidur.


"Nyonya sudah bangun." Kata Bibi Kira sembari tersenyum ke arah Leora.


"Bibi, bagaimana perasan Bibi?" Langsung tanya Leora sembari mendekat ke ranjang Bibi Kira.


"Sudah lebih baik. Dokter yang melakukan pemeriksaan juga memberitahu Bibi kalau siang nanti Bibi sudah bisa pulang." Jawab Bibi Kira.


"Dokter sudah melakukan pemeriksaan?! Jam berapa ini?!" Ucap Leora memeriksa ponselnya dan langsung ternganga saat mendapati jam di ponselnya menunjukkan pukul 9 pagi.


"Astaga Bi, aku,, aku minta maaf, harusnya tadi aku menemani Bibi saat dokter melakukan pemeriksaan." Ucap Leora merasa gagal sebagai seorang penjaga pasien.


"Nyonya tidak perlu minta maaf, tadi ada Tuan Angkasa yang berbicara dengan dokter." Jawab Bibi kira.


"Eh,?" Leora tak percaya pria itu mau meluangkan waktunya untuk berbicara dengan dokter.


"Terima kasih Nya. Saya sudah baik-baik saja. Nyonya bisa kembali." Ucap Bibi Kira.


Setelah mengurus seluruh biaya rumah sakit, Leora langsung meninggalkan rumah sakit dan pergi ke sebuah cafe.


Ia pergi ke cafe yang biasa didatangi oleh Salios di jam 10 sampai jam 11 pagi hari.


Ia tahu kebiasaan Salios karena dulu, selama ia masih menjadi Leora ia sering bertemu dengan Salios di tempat itu.


'Aku harus bicara dengan Sutradara Salios supaya dia mau membatalkan rencananya menjadikanku sebagai model utama.' Gumam Leora membuka pintu cafe.

__ADS_1


Namun dia terkejut saat tiba di sana dan mendapati Liona sedang duduk bersama Salios.


'Hm,, jadi dia menemui Tuan Salios untuk mendapatkan peran itu. Mencemarkan nama baik Leora saja!' Gumam Leora menatap dari kejauhan.


__ADS_2