
Setelah perutnya di pijat, Leora merasa baikan lalu ia membiarkan Angkasa melanjutkan pekerjaannya.
Sementara perempuan itu berjalan-jalan di ruang kerja Angkasa untuk membantu pencernaannya menjadi lebih baik.
Setelah beberapa lama, ia merasa mengantuk dan kembali ke sofa untuk berbaring. Leora akhirnya terlelap lalu Angkasa menyelimutinya.
Leora masih terlelap saat kepala bagian keuangan yang sempat pingsan dan masuk rumah sakit akhirnya datang ke ruangan Angkasa untuk menyerahkan perbaikan laporan yang sudah diperiksa oleh Anggara.
Ia mengerutkan keningnya saat melihat kotak bekal yang berada di atas meja.
'Tuan benar-benar sudah mendapat seorang perempuan yang menjadi istrinya.' gumamnya melihat kotak bekal berwarna pink dengan tutup berwarna putih.
Di pinggir kotak bekal itu ada gambar bunga berwarna keemasan yang memperjelas kalau kotak bekal itu dipilih oleh seorang perempuan.
Kepala bagian keuangan itu lalu mendekati Angkasa dan menyerahkan laporan keuangannya.
"Tuan, ini adalah laporan keuangan yang sudah saya perbaiki." Katanya sedikit cemas kalau pria itu tiba-tiba meledak saat tidak puas dengan hasil kerjanya.
Angkasa hanya diam saja menerima laporan itu lalu mulai memeriksa laporannya sesekali memandang ke arah Leora yang sedang tidur di sofa.
Beberapa saat, Angkasa kemudian mengangguk lalu meletakkan laporan keuangan itu di samping meja kerjanya.
"Kau bisa pergi." Kata pria itu membuat kepala bagian keuangan merasa lega selalu berterima kasih pada Angkasa dan berbalik untuk meninggalkan ruangan Angkasa.
__ADS_1
Tapi langkahnya terhenti saat melihat seorang perempuan sedang berbaring di atas sofa.
Saat masuk, ia tidak melihat Leora karena dihalangi oleh sandaran sofa.
Tapi begitu keluar maka Leora yang berbaring di sofa jelas terlihat dengan baik dari depan sofa.
'Ini,,' pria itu sangat terkejut karena Ternyata ada seseorang yang berbaring di sofa.
Terutama, orang itu berjenis kelamin perempuan!
Siapa yang berani tidur di ruang kerja Tuan mereka?
Apa lagi seorang perempuan!
Pria itu langsung menebak dengan sangat yakin kalau perempuan itu adalah istri tuannya yang menelpon Angkasa di tengah-tengah rapat bulanan mereka.
"Aah, tidak ada Tuan. Saya permisi sekarang." Kata pria itu merasa sangat beruntung karena sudah melihat istri Tuannya meski tidak melihat wajahnya.
Begitu keluar dari ruangan Angkasa, pria itu langsung membuka grup perusahaan yang hanya dibuat untuk para karyawan.
"Nyonya besar kita datang ke perusahaan!" 1 kalimat yang ia ketik ke dalam grup itu membuat kehebohan besar.
Hanya dalam 1 menit, 5000 pesan baru langsung membuat grup tersebut menyakitkan mata untuk membaca semua pesan.
__ADS_1
1 orang bahkan mengirim sampai 20 pesan karena saking penasarannya dengan informasi baru.
"Diamlah! Aku akan menjelaskannya!"
"Ya,, ya,, diam!"
"Semuanya diam! Beri dia waktu menjelaskan!"
1 menit berikutnya semua orang sudah diam di dalam grup dan hanya memegangi ponsel mereka dengan rasa ingin tahu yang tinggi.
Kepala bagian yang melihat kepatuhan penghuni Group hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Dasar mereka! Begitu membahas gosip mengenai Tuhan Angkasa, mereka begitu patuh.
Tapi saat bertanya tentang sesuatu yang penting, mereka semua mengabaikan dan bahkan membalas dengan lelucon konyol!" Gerutu pria paruh baya itu sebelum mengetik untuk menceritakan kejadian yang ia lihat di ruangan angkasa.
Setelah menceritakannya, semua orang akhirnya dengan berani membawa laporan mereka ke ruang Angkasa karena mereka tahu, Angkasa tidak akan marah saat menemui setitik kesalahan di laporan mereka.
Setelah 3 orang memasuki ruangan Angkasa, mereka semua pulang dengan sukacita karena laporan mereka diterima dengan baik oleh Angkasa.
Jiwa penasaran mereka juga dipulihkan dengan terbuktinya gosip yang tersebar di grup.
Menyadari kejadian itu, Angkasa mengerutkan keningnya lalu memindahkan Leora ke sebuah kamar pribadi di dalam ruangannya.
__ADS_1
"Tidak ada siapapun di ruangan Tuan selain Tuan sendiri.
Tuan bahkan memberi kritikan panjang pada laporan ku dan membuatku harus mengulangnya dalam waktu 1 hari!" Ucap seseorang yang menjadi orang ke-4 yang masuk ke ruangan Angkasa.