
Leora turun dari atas panggung disambut sutradara Salios yang sudah menunggunya di belakang panggung.
"Sutradara," ucap Leora memeluk sutradara itu.
"Pertunjukan yang bagus, semua orang menangis dengan pertunjukan singkat itu. Tapi, aku heran mengapa tidak ada endingnya?" Ucap Salios yang juga tidak puas dengan akhir dari drama itu.
Sudah berkali-kali ia menanyakannya pada Anggara tapi pria itu tidak memberinya kejelasan mengapa dramanya terpotong di tengah jalan.
"Endingnya akan terjadi sebentar lagi." Ucap Leora pada Salios sebelum berpamitan untuk berganti baju.
Liona yang sudah melihat adegan di panggung langsung menghampiri Leora yang kini berjalan ke ruang rias nya.
Liona menarik Leora ke dalam ruang rias dan mengunci pintunya. "Apa yang kau lakukan di sini?! Apa maksud pertunjukan yang kau bawakan?!" Tanya Liona dengan mata melotot memerah.
"Hmm, kau berani juga, tidak takut kalau kau mungkin akan kencing celana untuk kedua kalinya?" Ucap Leora tersenyum mengingatkan perempuan itu akan kejadian terakhir di kamar Leora.
"Kau!!!" Liona hendak menampar Leora saat pintu tiba tiba terbuka.
Yosi memasuki ruang rias dengan kunci serep yang ia punya. Yosi langsung memberi tatapan peringatan bagi Liona.
Liona menggertakan giginya lalu menatap Leora dnegan tajam "Jangan berpikir kau bisa menang dengan suami rendahan mu itu. Kau lupa, aku sudah menikah dengan Radit! Seorang CEO!
Suamimu tidak ada apa -apanya bagi Radit! Kau mengerti?!"
"Aku mengerti." Jawab Leora dengan santai lalu membiarkan Liona meninggalkan kamar riasnya.
"Keluarlah," ucap Leora pada Yosi.
__ADS_1
"Baik Nyonya." Jawab Yosi segera meninggalkan Leora.
Leora segera berganti pakaian dan memperbaiki riasannya lalu dia kembali ke gedung berlangsungnya pesta di mana acara puncak peresmian gedung utama Raya grup sudah dimulai.
Angkasa berdiri di atas panggung dengan tali yang merupakan simbol peresmian gedung itu di gerai di atas panggung.
Dengan memegang guntingnya, Angkasa melihat ke bawah panggung untuk mencari istrinya.
"Mari bersama-sama kita hitung mundur peresmian gedung utama Raya Group." Ucap pembawa acara lalu memimpin semua orang menghitung mundur dari angka 3.
"3, 2, 1!" Orang-orang selesai menghitung mundur tapi tangan Angkasa tidak tergerak untuk memotong tali simbolis yang ada di depannya.
Semua orang keheranan memandangi Angkasa, sementara pria itu masih menatap ke bawah panggung menunggu istrinya memasuki gedung.
Barulah dia merasa tenang saat melihat Leora kini berjalan bersama Yosi.
Pria itu langsung tersenyum lalu kembali fokus pada tali simbolis di depannya dan menggunting tali itu.
Semua orang memberi tepuk tangan yang meriah, kini kantor utama Raya Group sudah diresmikan.
Semua orang memberi ucapan selamat pada Angkasa sebelum mempersilahkan Angkasa mengambil Foto bersama beberapa klien penting.
"Ya, sekarang sesi foto bersama perwakilan dari perusahaan yang berkolaborasi dengan Raya Grup!
Kami undang setiap perwakilan dari perusahaan yang ada di layar untuk naik ke panggung." Ucap pembawa acara lalu semua orang yang menjadi perwakilan kini naik ke atas panggung.
Crek!
__ADS_1
"Wahh, foto yang sangat bagus, ini pertama kalinya saya melihat Tuan Angkasa tersenyum untuk sebuah sesi foto." Pembawa acara lelaki dengan berani memuji Angkasa yang memang pertama kali tersenyum saat difoto.
'Tentu saja tersenyum, lah Tuan sedang melihat ke Nyonya!' Gumam Yosi tak berdaya dengan kemesraan dua orang itu.
"Kau benar, tapi,, tapi,, untuk malam ini sudah 3 kali aku melihat senyum dari Tuan Angkasa, bagaimana kalau hadiah terakhirnya adalah berfoto dengan satu orang secara acak?" Pembawa acara perempuan berbicara.
"Benar, bagaiman menurut Tuan Angkasa?" Kini pembawa acara lelaki bertanya pada Angkasa.
Sambil melihat pada istrinya yang duduk di bawah panggung, Angkasa memberi anggukan pada pembawa acara.
Semua orang terkejut dengan kesediaan Angkasa, para perempuan yang mengagumi Angkasa, kini berdiri dengan jantung berdegup kencang.
Dipilih secara acak, artinya setiap orang memiliki kesempatan untuk berfoto bersama pria nomor 1 se nasional.
Dan, siapa yang tidak mau?!
Semua orang menginginkannya!
Kedua pembawa acara begitu bersemangat menerima jawaban Angkasa. "Kalau begitu, kita akan menggunakan lampu sorot sebagai penentunya."
"Yap! Siapa pun yang terkena lampu sorot akan menjadi orang beruntung yang akan berfoto dengan Tuan Angkasa!" Ucap pembawa acara perempuan.
Angkasa menghela nafas, entah kenapa ia merasa gugup untuk mengatakan pada semua orang tentang identitas asli istrinya.
Tapi sekarang, saatnya sudah tiba, tinggal menunggu lampu sorotnya saja lalu Leora akan naik ke panggung.
Ini akan menjadi kejutan terakhir di acara malam itu. Sesi foto suami istri!
__ADS_1