
Setelah berpisah dengan ibunya, Liona menghapus airmata buayanya dan tersenyum memandangi kepergian ibunya.
"Hah,, semuanya berjalan dengan sangat lancar.
Radit percaya kalau dia sudah mengambil mahkotaku saat ia sedang tidak sadarkan diri semalam.
Lalu aku berhasil membuat video pengakuan palsu penjahat yang melecehkan ku.
Untungnya semalam aku mengambil ponsel Radit dan membuat video itu seolah-olah dikirim dari ponselnya.
Jadi ibu akan percaya kalau Radit lah yang benar-benar menangkap penjahat itu, jadi tanganku bersih di depan semua orang." Ucap Liona merasa sangat puas, tidak ada celah dalam rencananya.
"Sekarang, semua orang di media sosial sedang menyalahkan Leora dan membuat petisi untuk memboikot Leora dari industri hiburan.
Lalu ditambah dengan ibu yang mengira Leora berada di balik pelecehan yang terjadi padaku, ck,,, aku tidak bisa membayangkan bagaimana Leora menderita." Ucap Liona dengan puas.
Sementara orang yang dibicarakan Liona sedang berada di sebuah pulau terpencil menikmati pantai biru yang ada dihadapannya.
Mereka baru saja tiba di pantai dan Leora langsung berlari ke hamparan pasir putih untuk melihat ujung laut yang bisa digapai matanya.
"Haha,, sayangku,,," Leora berbalik memeluk Angkasa yang ada di belakangnya.
__ADS_1
"Bagaimana?" Tanya Angkasa membalas pelukan Leora.
"Apakah ini bulan madu kita?" Tanya Leora dengan suara manjanya.
"Tidak," jawab Angkasa memperbaiki rambut Leora yang ditiup angin hingga berantakan.
"Lalu? Kapan kita bulan madu?" Tanya Leora dengan wajah menggemaskannya.
"Setiap hari. Selama aku dan kamu masih bernafas, maka setiap hari adalah bulan madu kita.
Jadi jangan pernah bertanya apakah hari ini adalah bulan madu atau besok adalah bulan madu, karena sekarang kamu sudah tahu jawabannya, setiap hari kita adalah bulan madu kita." Jawab Angkasa membuat hati Leora berdebar kesenangan.
"Bulan madu, menurut para ahli bulan madu hanya berlangsung selama 1 bulan setelah pernikahan.
Tapi suamiku mengatakan kalau bulan madu kami adalah setiap hari selama kami masih bernafas.
Bukankah artinya suamiku sedang mengatakan kalau cinta kami berdua akan selalu besar dan tidak akan pernah menyusut?" Ucap Leora menatap suaminya.
"Ya,, aku menjanjikannya." Ucap Angkasa membenarkan Leora.
"Aku juga, aku berjanji bersama suamiku!" Kata Leora langsung melepas pelukannya dengan Angkasa lalu berlari menginjak ombak.
__ADS_1
Ia memandang ujung laut "Hei laut,,!!!!! Apa kau dengar? Kami berjanji akan selalu menjaga masa bulan madu kami!
Bukan hanya satu bulan, tapi selama kami masih bernafas!!!"
Angkasa yang melihat kelakuan konyol istrinya segera menghampiri Leora.
"Apakah laut bisa mendengarmu?" Tanyanya.
"Tentu saja, alam selalu bisa mendengar." Jawab Leora percaya diri.
"Kalau begitu, laut pasti menutup telinganya saat kau berteriak."
"Kenapa?" Tanya Leora kebingungan.
"Karena dia tidak mau melihat kemesraan kita, dia cemburu!" Ucap Angkasa membuat Leora tertawa keras.
"Hahah,, apakah kita seromantis itu?" Tanya Leora.
"Hmm, lihat sekarang, kita ada di tempat romantis ini untuk menikmati hari-hari kita, tapi di tempat lain orang-orang sedang sibuk mencaci kita.
Mereka sedang sibuk berbangga diri karena mengira kita sedang terpuruk karena berita yang mereka ciptakan.
__ADS_1
Pasangan mana lagi yang bisa melakukan hal seperti yang kita lakukan?!" Ucap Angkasa penuh percaya diri.
"Sayangku benar, aku tidak bisa membayangkan reaksi mereka jika saja tahu apa yang kita lakukan sekarang." Ucap Leora terkikik.