
Matahari masih malu-malu saat Leora membuka matanya karena gangguan pada perutnya.
"Mmmh!!" Gerutunya menyibak selimutnya lalu berlari ke kamar mandi.
Tapi apa yang tidak bisa ia tahan langsung tertahan saat melihat pemandangan terlarang di depannya.
Maha karya Tuhan secara terang terangan sedang berperaga dibawah guyuran air hangat.
Uap air hangat dari kulit sawo matang Angkasa membuat Leora merasa berada di tengah hutan yang sejuk.
"Kau kebelet?" Tanya Angkasa membuyarkan waktu terindah Leora menikmati pemandangan langkah.
"Oh,, aku akan ke kamar mandi lain!" Katanya hendak berbalik. Tapi ia tidak jadi melakukannya saat pria itu meraih pinggangnya dan mengangkatnya ke toilet.
"Aku sudah selesai." Langsung kata Angkasa sebelum pria itu keluar dari kamar mandi.
Leora mengerjapkan matanya. "Apa yang terjadi?" Ucapnya dengan wajah memerah.
"Ya!! Sayang!!" Teriak Leora sudah tak merasa mules.
Ia berlari mengejar Angkasa dan memeluk pria itu dari belakang.
"Ada apa?" Tanya Angkasa.
"Ada apa?! Aku yang seharusnya bertanya seperti itu!" Ucap Leora mulai terisak membuat Angkasa langsung berbalik memeluk perempuan itu.
"Kenapa mennagis?" Lagi tanya Angkasa.
__ADS_1
"Hiks!! Beraninya kau berpura-pura tak tahu!" Lagi kata Leora melingkarkan tangannya di leher Angkasa. Ia memberi isyarat pada pria itu supaya menggendongnya dalam pelukan.
Angkasa tak mengatakan apa pun dan hanya menuruti Leora.
Ia membawa perempuan itu ke pelukannya lalu berjalan ke ruang ganti membuka lemari pakaian.
Leora terus mennagis sembari memeluk erat Angkasa. Sampai pria itu selesai menyiapkan pelengkapannya, Leora baru berani menatap Angkasa.
"Kau,, kau mau pergi?" Tanyanya tak percaya.
"Aku harus bekerja. Aku akan menjemputmu nanti malam." Kata Angkasa membuat Leora kembali mengeratkan pelukannya dan menyembunyikan wajahnya di leher Angkasa.
"Jadilah gadis baik." Lagi kata Angkasa berusaha membujuk Leora.
Leora masih enggan, tapi dia mengerti bahwa pria itu sangatlah sibuk mengurusi pekerjaan.
Leora langsung melepaskan diri dari Angkasa lalu menatap pria itu dengan tatapan datar. "Aku akan menunggumu."
"Mmh,," jawab Angkasa membuat Leora merasa kacau dalam hatinya.
'Aku mengatakannya, tapi sebenarnya aku tidak begitu. Aku sudah menunggu lama untuk pertemuan kita, mengapa malah seperti ini?' Pikir Leora.
"Baiklah, aku pergi sekarang. Jangan bekerja terlalu keras." Ucap Angkasa mencium puncak kepala Leora saat ia akan keluar dari kamar.
"Hati-hati." Ucap Leora mengantar Angkasa keluar.
"Tuan, Nyonya" Anggara langsung menyambut mereka.
__ADS_1
"Hm," jawab Angkasa sebelum naik ke mobil yang sudah disiapkan Anggara.
Sementara Leora yang masih berdiri memandangi mereka hanya bisa melambaikan tangannya.
'Dua pria itu! Mengapa mereka sangat misterius? Hah,, sepertinya aku harus lebih sabar, Gina saja yang sedang hamil ditinggalkan Anggara tanpa ragu-ragu. Aku tidak mungkin kalah dari seorang ibu hamil' Gumam Leora sebelum amsuk ke dalam rumah.
"Kita selesaikan semuanya hari ini." Ucap Angkasa saat mobil mereka sudah keluar dari rumah besar itu.
"Baik Tuan." Jawab Anggara merasa lega.
Sementara Leora memulai harinya untuk mengikuti audisi yang dilakukan pada hari itu.
Dengan kemampuannya dan pengalamannya yang sudah bertahun-tahun berada di industri hiburan, Leora dengan cepat mengambil hati para juri dan membuatnya menjadi perwakilan sebagai duta produk kecantikan.
"Terima kasih Menejer Meta. Semua ini berkat perusahaan yang sudah melatihku dengan keras." Jawab Leora saat ia sedang menerima telepon dari manajer Meta.
"Iya, dan juga kabar baik untukmu kalau pemotretannya akan langsung dilakukan kota K.
Kau akan langsung berangkat sekarang untuk bertemu dengan beberapa model lain yang sudah berangkat lebih dulu.
Aku sudah mengutus seseorang yang akan menjadi asisten mu sementara kau berada di kota K." Jawab Meta dari seberang telepon membuat Leora terpaku di tempatnya.
"Berangkat sekarang?" Tanya Leora tak percaya.
"Ya, pulanglah dan persiapkan barang-barangmu, kalian akan berangkat dalam 2 jam lagi." Lagi kata manajer Meta sebelum menutup telepon itu.
'Dua jam lagi? Lalu bagaimana dengan janji Angkasa untuk menjemputku malam ini?' Gumam Leora merasa separuh jiwanya ditelan oleh kegelapan.
__ADS_1