Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 82. Dikambinghitamkan


__ADS_3

Setelah meninggalkan cafe, Leora pergi ke agensi dunia hiburan untuk bertemu Manager Meta dan memastikan kalau dia benar-benar tidak mendapatkan model utama.


Setelahnya Leora menghabiskan waktunya mempelajari naskah di rumah.


Siang hari ketika dia baru saja selesai makan, Yosi menemuinya di ruang keluarga.


"Nyonya," pria itu berdiri dengan tegap seperti pengibar bendera yang baru saja disiapkan.


"Bagaimana? Apa semuanya berjalan lancar?" Tanya Leora penuh harap.


"Ya Nyonya. Hari ini--" Yosi menghentikan kata-katanya saat seorang pria tiba-tiba muncul dari depannya.


"Kenapa berhenti, lanjutkan." Ucap Angkasa duduk di samping.


"Tunggu, kenapa kau pulang cepat?" Tanya Leora langsung memeluk suaminya seolah tak ada orang lain di ruangan itu.


"Aku merindukanmu." Jawab Angkasa mencium bibir Leora.


"Kau!" Leora langsung menjauhkan diri dari Angkasa dan dengan kikuk menatap pada pria yang masih berdiri tegak dengan pandangan lurus ke depan.


"Kenapa?" Tanya Angkasa mengangkat Leora ke pangkuannya.


"Uh,, Yosi, Kau boleh pergi sekarang, laporanmu nanti saja." Ucap Leora.


"Tidak perlu, laporkan saja sekarang." Kata Angkasa mulai menciumi telinga Leora.


"Kau gila ya!" Leora kalang kabut di pangkuan Angkasa.

__ADS_1


Tapi Angkasa mengunci seluruh tubuhnya hingga perempuan itu hanya bisa bergerak sedikit tanpa bisa menghindari Angkasa.


"Cepat laporkan!" Lagi kata Angkasa di sela-sela kegiatannya memainkan telinga istrinya.


'Astaga Tuan, apakah dia sedang mempertegas tentang hubungannya dengan istrinya?


Maaf Tuan, aku tidak punya niat merebut Nyonya, dia terlalu susah di hadapi.' Gumam Yosi ingin menangis.


"Uh,, laporkan." Kata Leora menahan kegelian nya.


Leora sudah memberitahu Yosi supaya tidak pernah mengatakan apapun pada Angkasa ataupun Anggara tentang apapun yang ia lakukan.


Jadi dia mengerti Kalau pria itu tidak akan berbicara kalau bukan dia yang menyuruhnya.


Tapi saat ini, lebih baik membiarkan Angkasa mengetahui rencananya daripada berlama-lama menahan malu di depan Yosi.


"Perempuan itu sudah bertukar nomor dengan saya.


Seharian ini, saya menghabiskan uang sebanyak 500 juta." Lapor Yosi langsung menghentikan ciuman Angkasa di telinga Leora dan melonggarkan pelukannya.


Leora langsung bernafas lega dan memperbaiki posisi duduknya di pangkuan Angkasa.


"Lalu, jangan pergi besok malam. Jangan menghubunginya juga." Ucap Leora membuat Yosi kebingungan.


"Baik Nyonya." Jawab Yosi meski ia sebenarnya tidak mengerti.


Mengapa Leora menghabiskan 750 juta untuk perempuan itu, namun pada akhirnya Leora melarangnya untuk melanjutkan misinya.

__ADS_1


Padahal, sebentar lagi ia bisa memenangkan hati perempuan itu, sesuai keinginan Leora.


Mengapa harus berhenti sekarang?


"Pergilah." Kata Angkasa saat melihat pria itu masih setia menganggu pandangannya.


"Baik Tuan." Jawab Yosi lalu meninggalkan ruang keluarga dengan nafas lega.


'Sepetinya Tuan salah paham tentang penggunaan kartu epic itu, tapi untung saja sekarang semuanya sudah beres karena Tuan sudah mengetahuinya.


Sementara Leora, setelah Yosi pergi perempuan itu langsung memandang Angkasa dengan tajam.


"Ada apa denganmu?!" Tanya Leora yang merasakan panas api cemburu Angkasa pada Yosi.


"Ada apa? Aku hanya merindukanmu." Jawab Angkasa ditutup dengan sebuah kecupan besar di bibir Leora.


Leora mengeryit "Jangan bilang kau cemburu lagi pada Yosi?!"


"Apa aku selevel dengannya?" Jawab Angkasa dengan wajah datar sebelum mengangkat istrinya dan berlalu meninggalkan ruang keluarga.


Sementara Yosi yang sudah berada di luar tiba-tiba saja menerima telepon dari Anggara.


"Halo?" Jawab Yosi.


"Tuan ada di rumah? Apa semuanya baik-baik saja?" Tanya pria itu dengan suara tergesa-gesa.


"Ya. Tuan bersama Nyonya." Jawab Yosi 'Memamerkan kemesraan mereka di depanku!'

__ADS_1


"Baguslah. Kau tahu! Karena ulahmu, aku hampir pingsan di ruangan Tuan!" Ucap Anggara sebelum mematikan panggilan itu dengan kesal.


'Karenaku? Jelas itu karena Nyonya!' Gumam Yosi merasa dikambinghitamkan.


__ADS_2