
Setelah makan malam, Leora memilih tidur karena besok pagi, dia akan melakukan pemotretan yang mungkin berlangsung sampai malam.
Lagipula, besok setelah pemotretan, ia pasti akan dibawa ke perusahaan untuk membicarakan mengenai insiden terakhir di bar.
Jadi dia butuh energi ekstra untuk menghadapi orang-orang di Dunia Hiburan, terutama Menejer Meta.
"Tidur yang nyenyak." Ucap Angkasa menyelimuti Leora dan memberi sebuah ciuman selamat malam di puncak kepala perempuan itu.
"Kalau kau ingin berbicara dengan Anggara, tolong jangan terlalu keras padanya. Dia memiliki seorang istri dan seorang calon anak.
Apa yang dia lakukan juga karena kuwatir, aku pikir itu salahku karena meminta terlalu lebih.
Harusnya aku tidak memaksamu melakukannya dengan-"
"Kau tidak salah. Akulah yang salah, harusnya aku memesan apartemen yang lebih baik dari ini.
Tapi karena apartemen ini pernah memberi kenangan, aku memilihnya tanpa memikirkan konsekuensinya.
Aku janji, lain kali kita melakukannya dikamar yang kedap suara." Ucap Anggara kembali mencium Leora.
Leora tak bisa menahan tawanya, "Kalau begitu, lain kali beritahu aku kenanganmu tentang apartemen ini. Dan tolong jangan menghukum Anggara. Mengerti?"
"Aku mengerti." Jawab Angkasa sebelum meninggalkan Leora.
__ADS_1
Setelah tiba di ruang kerja, Angkasa langsung menemukan Anggara yang sudah menunggunya di sana.
Angkasa berjalan ke arah sofa tunggal dan duduk disana diikuti Anggara yang kemudian duduk di salah satu sofa lainnya.
"Maafkan aku." Langsung kata Anggara.
Angkasa tidak menanggapi, seolah pria itu tidak mendengar apapun dari mulut Anggara.
Angkasa hanya terdiam beberapa saat sebelum membuka mulutnya.
"Urus semua dokter dan teknisi yang baru saja datang ke apartemen, juga orang yang sudah berani mengirim istriku sebagai hadiah kepadaku.
Aku mau, besok pagi terdengar kabar runtuhnya Kin Group, beli perusahaan mereka dan jual pada musuhnya.
Lalu kau bisa mendapat libur 3 hari." Ucap Angkasa lalu pria itu berdiri meninggalkan Anggara.
"Terima kasih!" Ucap Anggara dengan jantung berdegup kencang karena ia tidak menduga kalau pria itu akan memaafkannya.
Angkasa malah memberinya kesempatan, bahkan ada libur selama 3 hari!
Padahal, selama 3 tahun terakhir, dia belum pernah diijinkan libur walau hanya 1 hari.
'Ini pasti karena Leora.' Gumamnya merasa kacau.
__ADS_1
...
Pagi harinya ketika Leora telah bersiap untuk berangkat pemotretan, dia begitu terkejut saat mereka dijemput 3 buah mobil dengan 6 orang pengawal.
Ke-6 orang memberi hormat pada sepasang suami istri itu.
"Yosi, kau akan menjadi pengawal pribadi istriku. Lepaskan lencana mu dan menyamar lah jadi pengawal biasa." Perintah Angkasa.
"Baik Tuan." Jawab Yosi.
"Sayang,, bukankah ini,,"
"Kau mau dikawal atau mau dikurung?" Tanya Angkasa sambil menekan pinggang Leora agar semakin rapat dengannya.
Selama beberapa detik, Leora terdiam "Kalau aku dikurung, dimanakah kurungannya?" Tanya Leora dengan manja.
"Kau masih bertanya? Biar kutunjukkan padamu!" Ucap Angkasa menarik Leora ke dalam mobil dan langsung menyerang perempuan itu.
"Tu,,tunggu! Aku harus pemotretan dalam 1 jam lagi! Lagi pula ini!!!" Leora dengan panik melihat ke luar jendela, para pengawal dan Anggara masih berdiri di luar.
"Hmm? Siapa yang lebih dulu menggoda dengan bersikap manja?" Ucap Angkasa tak mau melepaskan Leora.
Mana mungkin dia membiarkan istrinya membangkitkan juniornya lalu tidak bertanggung jawab untuk menidurkannya lagi?
__ADS_1
Semua pengawal yang berjaga hanya bisa berdiri tegang saat mobil mulai bergoyang, bahkan sedikit suara rintihan yang ditahan membuat telinga mereka memerah.