
Sementara di ruangan sebelah yang ditempati Liona dan beberapa model lainnya, Liona sedang duduk dengan malas sambil mempelajari naskahnya.
"Kak Leora," uca Vin mendekat pada Liona.
"Katakan." Perintah Liona
"Di ruang sebelah ada desas-desus kalau Adik Kak Leora juga ada di sini untuk mengikuti audisi." Ucap Vin mengejutkan Liona.
"Apa?! Dia di sini juga?" Tanya Liona mencengkram erat naskah di tangannya.
"Ya, haruskah aku menolongnya karena dia terlihat dibully oleh beberapa model." Ucap Vin.
'Menolongnya? Enak saja! Kalau bisa, aku ingin menyingkirkan nya dari sini.
Meski saat ini ia berada pada status model pemula, tapi bakatnya tidak mungkin disembunyikan oleh statusnya.
Apa lagi, sutradara Salios menjadi sala satu juri.
Kalau Leora sampai ikut, sudah dipastikan kalau dia akan mendapatkan posisi duta.
Lalu, dia akan bertemu Radit!' gumam Liona menggertakkan giginya.
"Urutan ke berapa dia tampil?" Tanya Liona.
"Kalau tidak salah, urutan 72, tapi aku melihat dia tidak mempunyai banyak persiapan." Ucap Vin.
__ADS_1
"Hmm, perusahaan akan memarahi kita kalau kita membantunya.
Ck! Ini semua karena dia terlalu keras kepala untuk memilih agensi lain dan tidak mau bergabung dengan Angkasa Raya.
Kalau begitu, tolong kamu atur supaya aku bisa berbicara dengannya sebelum audisi." Ucap Liona berusaha mencari ide untuk mengancam Leora.
"Baik Kak Leora." Jawab Vin sebelum keluar dari ruangan untuk mengamati situasi.
Setelah menemukan momen tepat, Vin lalu menyuruh seseorang untuk memanggil Leora.
Leora mengerutkan keningnya saat ia tiba-tiba di panggil karena seseorang ingin bertemu dengannya.
Tapi karena tidak mau membaut keributan, ia akhirnya berdiri dan berjalan ke arah belakang ruang audisi.
"Hi!" Ucap Liona yang sudah menunggu Leora.
"Hm,, adik Liona, tolong jaga rahasia kita ya,," ucap Liona sambil tersenyum penuh arti.
"Apa yang kau inginkan?!" Tanya Leora dengan ketus.
"Huh,, adik, tolong jangan ketus-ketus. Kakakmu ini hanya mau minta tolong supaya adik mengundurkan diri dari audisi ini." Ucap Liona membaut Leora menyengir.
"Kenapa? Apa kau takut tersaingi oleh model pemula sepertiku?
Hmm, memang sangat menarik kalau sampai model internasional disingkirkan oleh model pemula dari agensi kecil!" Ucap Leora menikmati wajah marah Liona.
__ADS_1
"Kau!" Liona sangat terkejut melihat perubahan Leora.
'Seharusnya perempuan ini selalu menuruti keinginanku seperti saat aku meminta semua informasi padanya.
Tapi mengapa Leora jadi berubah?' Gumam Liona berusaha tetap tenang.
"Kakak tersayang. Audisi ini akan membawaku untuk membalaskan sebuah hutang seseorang.
Kalau aku menyerah,,," Leora tersenyum.
'Calista tidak akan mendapat ganjalannya karena sudah membiarkan rumor hubungannya dengan suamiku tersebar luas!' Gumam Leora.
"Kalau begitu, aku akan membuat Ibu tahu hubungan Luna dengan ayah!" Ancam Liona dengan kemarahan.
"Kau!! Bisa-bisanya kau-"
"Apa? Mau membantah?! Coba saja kalau berani!" Ucap Liona menantang Leora.
Leora menggertakkan giginya "Baiklah. Kau bisa mendapatkan posisi itu!" Ucap Leora sebelum meninggalkan Liona.
'Tapi tidak semudah itu! Aku punya hadiah menarik untukmu!' Gumam Leora tersenyum sinis membelakangi Liona.
'Dasar bodoh! Mana mungkin aku membocorkan hubungan ayah dengan Luna.
Aku sudah menunggu saat ini untuk memberi pelajaran pada Luna, tunggu saja setelah audisi ini, aku akan menghancurkan pelakor itu!' Gumam Liona memandangi kepergian Leora.
__ADS_1
Sementara Leora yang pergi, ia hanya kembali ke kursinya dan menunggu gilirannya untuk memasuki ruang audisi.
'Posisi pendamping tidak terlalu buruk. Aku bisa mengambilnya untuk bertemu Calista.' Gumam Leora mengubah targetnya dari model utama ke model pendamping.