
Para pengawal yang dimiliki Angkasa adalah pengawal-pengawal yang terlatih hingga bisa bertahan mengintai dan berjaga selama berhari-hari tanpa bergerak.
Tapi entah kenapa, di pagi yang sejuk itu mereka baru berdiri selama 20 menit saat semuanya sudah mengeluh di dalam hati.
'Tuan benar-benar kejam, tidak mengizinkan setiap pengawalnya memiliki wanita.
Tapi Tuan malah mempertontonkan kemesraannya dengan istrinya, bagaimana bisa kami tetap tenang berjaga?'
'Tuan keterlaluan, ini sudah 20 menit berlalu dan tidak ada tanda-tanda mereka akan berhenti.' Keluh para pengawal dalam hati mereka masing-masing.
Meski para pengawal tidak memperlihatkan keluhan mereka, tapi Anggara yang memperhatikan mereka bisa mengerti perasaan setiap pengawal itu.
'Dasar Angkasa laknat! Apa dia sudah gila? Menyiksa banyak orang seperti ini, terutama Leora, dia akan kembali ke ibu kota, tapi pria itu malah menguras tenaganya di pagi hari.
Hah,, tahan Anggara,, Jangan membuat kesalahan yang sama dengan kemarin malam.' Gumam Anggara berusaha menekan kekesalannya.
Akhirnya setelah hampir 1 jam berlalu, mereka akhirnya bernafas lega.
Kedua insan yang berada di dalam mobil mengakhiri pergumulan mereka. Anggara dengan cepat mengambil beberapa pakaian yang sudah disediakan dan memberikannya ke dalam mobil.
Leora dengan wajah memerah nya tidak bisa mengatakan apa pun lagi selain membiarkan Angkasa mengurus tubuhnya.
"Kau membuat kesalahan besar! Kita sudah melakukannya kemarin malam lalu kau meminta nya lagi tadi pagi di kamar mandi.
__ADS_1
Lalu sekarang di mobil? Bagaimana cara aku mengikuti pemotretan?
Untuk bergerak saja aku sudah tidak sanggup!" Keluh Leora ketika Angkasa mulai membersihkan dirinya.
Tapi Angkasa tidak mengatakan apapun dan hanya melakukan tugasnya sampai selesai.
Setelah pria itu memastikan tidak ada lagi bekas-bekas pergaulan mereka, maka Angkasa mengetuk pintu mobil sebagai tanda supaya para pengawal memasuki mobil.
Leora mencubit keras pinggang Angkasa sebagai kekesalannya terhadap pria itu.
Tapi Angkasa mengabaikan cubitan itu dan malah menarik Leora semakin dekat ke pelukannya.
Mobil terus melaju sampai akhirnya mereka tiba di gedung mana Leora akan melakukan pemotretan.
"Sayang, hati-hati." Ucap Angkasa memberi ciuman di kening Leora.
"Kau pikir dengan sebuah ciuman ini bisa menyelesaikan masalahku?!" Ucapnya dengan frustasi karena tulang-tulangnya serasa remuk karena ulah pria itu.
"Apa aku perlu mengantarmu ke atas?" Tanya Angkasa membuat Leora semakin kesal.
"Tidak perlu! Aku bisa sendiri!" Ucap Leora keluar dari mobil lalu menyerahkan tasnya pada Yosi yang sudah menyambutnya.
Angkasa memandangi kepergian Leora lalu tersenyum samar.
__ADS_1
"Kita menunggunya di sini." Ucap Angkasa.
"Bacakan aku berita." Lagi kata Angkasa di tengah keheningan mereka di dalam mobil.
Anggara langsung membuka tabletnya dan melihat berita terbaru yang layak ia beritahukan pada Angkasa.
"Kebangkrutan Kin group dalam satu malam."
"Industri hiburan terguncang dengan jatuhnya Kin Group, sala satu perusahaan hiburan terbesar."
"Kerjasama Raya Group dengan LB group berjalan lancar."
"LB Group, perusahaan terbesar dari Amerika serikat menanam modal pertama mereka di Angkasa Raya."
Anggara masih setia membaca berita-berita penting yang berhubungan dengan Angkasa, tapi ia terkejut dengan berita lain yang tiba-tiba lewat di layar tabletnya.
Anggara membacanya sebanyak 3 kali sebelum melihat Angkasa lewat kaca spion dalam mobil.
"Katakan." Perintah Angkasa saat melihat raut keraguan di mata Anggara.
"Ini, salah satu media lokal baru saja menyebarkan rumor bahwa Tuan memiliki hubungan dengan seorang perempuan." Ucap Anggara menyerahkan tabletnya pada Angkasa.
Angkasa melihat layar tablet itu "Kekasih gelap pewaris tunggal Raya Group! Seorang aktris papan atas yang mendapat dukungan penuh dari Angkasa Raya."
__ADS_1
"Terkuak! Kesuksesan Ratu Film Calista berasal dari dukungan seorang penguasa!"
Angkasa mengeryit sebelum mengembalikan tablet itu "Selidiki asal rumornya!" Katanya.