
Malam hari saat Anasta kembali ke rumah sakit, ia bertemu Leora di depan rumah sakit.
"Ibu," langsung kata Leora mendekati Anasta.
"Kau sudah datang, di mana suamimu?" Tanya Anasta.
"Masih ada pekerjaan tambahan di kantor, jadi dia akan menyusul kemari. Biar ku bawakan itu Bu." Ucap Leora hendak mengambil tas yang dibawa oleh Anasta, tapi perempuan itu langsung mencegah Leora menyentuhnya.
"Tidak apa, biar ibu yang membawanya. Ibu tidak mau sampai suamimu menyalakan Ibu karena sudah merepotkan istrinya." Jawab Anasta dengan ketus karena dia masih kesal pada Leora perihal bagaimana perempuan itu telah membayar orang-orang untuk menyakiti adiknya.
Meskipun Liona telah menyakiti Leora, tapi tidak sepantasnya Leora membalas adiknya dengan cara merebut mahkota adiknya lewat seorang pria tak dikenal.
"Ahh, ibu tidak perlu khawatir tentang dia. Lagi pula ak-"
"Sudahlah, adikmu sendirian di atas. Ibu buru-buru untuk melihat keadaannya." Ucapan Anasta langsung berjalan meninggalkan Leora.
Saat berada dalam lift, Leora memperhatikan ibunya yang terus berwajah datar.
"Ibu, apakah terjadi sesuatu?" Tanya Leora.
Anasta menghela nafas. "Kita akan bicara nanti." Ucap Anasta.
__ADS_1
Setelah tiba di lantai mana Liona di rawat, keduanya segera keluar dan pergi ke arah kamar Liona.
Saat tiba di dalam kamar, keduanya mendapati Liona sedang tertidur pulas dengan wajah pucat masih menghiasi wajah perempuan itu.
Anasta meletakkan tas yang ia bawah lalu berbalik menatap Leora "Ayo bicara di luar." Katanya.
Leona tidak menjawab apapun tapi dia tetap mengikuti Anasta keluar dari kamar Leora lalu keduanya duduk di koridor yang sepi.
Anasta menghela nafas lalu mengambil ponselnya dan memutar video yang ia dapatkan dari ponsel Liona.
Ia memperlihatkannya pada Leora sembari mengamati ekspresi Leora.
Tapi Anasta menjadi sangat kecewa saat melihat wajah datar Leora yang sama sekali tidak mempunyai rasa iba terhadap adiknya.
Mana mungkin Liona bisa dilecehkan pada hari pernikahannya?
Jelas orang-orang Angkasa telah memastikan Kalau Radit dan Liona masuk ke dalam kamar pengantin sebelum mereka meninggalkan hotel.
"Kau sama sekali tidak terkejut setelah mendengar pengakuan mereka yang sudah melecehkan adikmu?" Tanya Anasta dengan mata memerah.
"Ibu, bukannya aku tidak percaya, tapi ibu tahu sendiri, dari dulu Liona selalu membuat drama yang tidak masuk akal. Ibu lupa bagaimana dia memberiku obat hingga membuatku lump-"
__ADS_1
"Cukup! Bagaimana bisa kau membahas hal itu sekarang?
Kau sudah berjanji pada ibu, bahwa kau sudah memaafkan adikmu dan tidak akan pernah mengungkit hal itu lagi.
Lagi pula, video ini bukan diambil oleh adikmu, tapi video ini adalah video yang dikirimkan Radit pada Liona.
Dan tidak mungkin Radit membohongi Liona!" Kata Anasta menggelengkan kepalanya, merasa sangat kecewa dengan Putri yang ada di depannya.
"Ibu,, Ibu bahkan mempercayai orang luar? Lihat bagaimana mereka membohongi aku dan semua orang.
Saat aku masih bersama dengan Radit, diam-diam di belakangku, mereka berdua juga menjalin hubungan.
Bagai-"
"Leora!! Ibu sudah bilang untuk tidak membahas masa lalu!
Sekarang kau sudah menikah dengan orang lain, jadi jangan pernah menyalahkan adikmu atas apa yang terjadi antara kau dan Radit.
Kalau suamimu mendengar ini, dia akan sangat kecewa karena kau masih memikirkan lelaki lain!" Ucap Anasta bangkit berdiri lalu meninggalkan Leora.
Kekecewaannya pada Leora semakin besar!
__ADS_1
Radit yang datang untuk mencari Anasta tak sengaja mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Anasta.
'Apa? Jadi selama ini, Leora masih memikirkanku?' pikirnya dalam hati sebelum berjalan menghampiri Leora yang masih duduk sambil menatap dinding kosong.