
Leora pun sangat terkejut ketika seorang pria tiba-tiba datang membawanya pergi.
Dan ia semakin terkejut saat mencium bau tubuh pria itu bersama dengan parfum maskulin yang selalu digunakan oleh Angkasa.
Dengan keheranannya ia menatap wajah pria itu dan menyadari kalau dia telah salah orang.
"Tolong turunkan saya!" Katanya dengan segera karena ia takut, pagi belum menjelang saat pria itu sudah dilenyapkan dari muka bumi.
Tapi apa yang terjadi, pria itu tidak mendengarkannya barang sepatah katapun dan terus membawa Leora meninggalkan orang-orang di belakangnya.
Saat itu, Yosi baru saja kembali dari misi yang diberikan Leora padanya, ia hendak menjemput Leora saat ia terkejut melihat seorang pria sedang menggendong Leora.
Sambil menggertakkan giginya, Yosi melompat ke pria itu dan menyerangnya.
Leora langsung diturunkan oleh Angkasa lalu perempuan itu menonton dari sisi yang aman.
"Yosi hentikan!" Ucap Leora dengan cemas.
"Tidak Nyonya! Lelaki ini sudah berani berbuat tidak sopan pada Nyonya!" Jawab Yosi sambil menggertakkan giginya karena Ia tidak menyangka pria bermuka jelek yang ada di depannya ternyata menguasai seni bela diri yang cukup baik.
'Kenapa aku merasa cemas kalau pria itu terluka?' Leora memijat keningnya, 'Apakah aku terlalu merindukan Angkasa hingga merasa kalau pria itu adalah suamiku?'
Leora menggelengkan kepalanya dan kembali mengamati dua orang yang berkelahi.
Ia menggelapkan tatapannya saat melihat sebuah tanda yang tercetak di lengan atas pria itu saat kaosnya secara tidak sengaja terangkat.
__ADS_1
"Yosi hentikan!" Langsung kata Leora berlari ke tengah-tengah mereka untuk melindungi Angkasa.
"Nyo,, Nyonya?" Tangan Yosi yang melayang untuk meninju angkasa kini tergantung di udara.
"Sayang," langsung kata Leora mengecek keadaan Angkasa.
Leora memperhatikan seluruh tubuh Angkasa dan memastikan pria itu baik-baik saja.
Tapi keduanya kembali melupakan seorang pria yang berada di belakang Leora.
Yosi mematung, berusaha membuat pikiran dan otaknya menerima kejadian di depannya.
"Nyo,, Nyonya?" Lagi katanya setelah beberapa detik.
"Pergilah!" Lagi kata Leora sambil berbalik memandang Yosi dengan tajam.
Ia takut, emosi Angkasa langsung naik dan kembali menghukum Yosi dengan kejam.
"Ba,, baik Nyonya." Jawab Yosi dengan tubuh mematung sebelum berbalik dengan linglung meninggalkan dua orang itu.
"Sayang, kau baik-baik saja?" Langsung tanya Leora saat Yosi telah pergi.
Perempuan itu berusaha membuka kaos Angkasa untuk memeriksa tubuh pria itu.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Angkasa dengan datar sambil menjauh dari Leora.
__ADS_1
"Apa? Aku sedang memeriksa kesempurnaan suamiku!" Ucap Leora kembali mendekati Angkasa.
"Suami? Saya hanya pria yang bekerja sebagai-"
"Kau pikir aku tidak tahu? Kau pikir aku bodoh?!" Ucap Leora langsung mengangkat lengan baju Angkasa menunjuk tanda pria itu.
"Apa mak-"
"Jelas kau Angkasa! Si bodoh yang menyamar dengan penuh celah!
Kau lupa mengganti parfummu, bahkan bau tubuhmu tidak disamarkan!
Juga ini!" Leora menunjuk mata Angkasa "Lupa menggunakan softlens!"
Angkasa tidak punya tempat untuk mengelak lagi. Jadi ia langsung menarik istrinya dan mencumbui perempuan itu.
"Mmh!!" Leora langsung merintih saat lidahnya di cekat di dalam mulutnya.
"Ada apa?" Tanya Angkasa.
"Lidahku sakit. Tadi aku menggigitnya hingga berdarah agar bisa memberi tontonan terbaik bagi semua orang." Ucap Leora tersenyum penuh kemenangan atas akting yang sudah ia lakukan.
Tapi berbeda dengan Angkasa, pria itu menjadi geram dan langsung ingat kalau perempuannya baru saja diperlakukan dengan kasar!
Baru saja di tampar!
__ADS_1