Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 46. Hadiah Manusia


__ADS_3

"Bagaimana hadiah untuk Angkasa?"


"Saya sudah mengurusnya sesuai permintaan Tuan. Tuan Angkasa akan menerimanya dalam 15 menit."


"Bagus,, dia akan menyukai hadiahku dan akan menyetujui proyek itu. Tidak kusangka pria seperti Angkasa ternyata menyukai gadis seperti itu." Ucap seorang pria tua yang kembali ingat bagaimana ia memergoki Angkasa sedang dipeluk seorang perempuan.


Angkasa bahkan tak menolak perempuan itu. Itu adalah kejadian langkah!


Sementara pria tua itu merasa kesenangan, di sebuah apartemen yang ada di tengah padatnya kota K, semua orang sedang terguncang karena penculikan yang dialami istri Angkasa.


Angkasa duduk dengan aura menekan membuat beberapa pria di apartemen itu begitu ketakutan.


Sementara Anggara, dia hanya bisa mengeluh dalam hati.


'Astaga,, ini tidak akan berakhir baik. Angkasa akan menghancurkan apartemen ini." Gumam Anggara yang sementara melakukan pelacakan.


"Waktumu 1 menit!" Ucap Nagkasa secara tiba-tiba.


"Tenanglah. Dia sudah datang kemari." Ucap Anggara membuat Angkasa menatap tajam kearahnya.


"Kau membantah?!" Bentak pria itu, tapi Anggara belum menanggapi saat bel apartemen berbunyi.


Angkasa ynag biasanya mengacuhkan hal seperti itu langsung berdiri dan menjadi orang pertama yang menemui tamu.


"Selamat sore Tuan, kami mengirim paket dari Tuan Kin." Ucap pria yang sedang mendorong sebuah kotak besar yang sudah dihias layaknya kotak hadiah.

__ADS_1


"Beraninya kalian!" Teriak Nagkasa langsung mendekati kotak itu dan membuka pitanya secara sembarangan.


Seperti dugaannya, ia mendapati istrinya sedang berbaring dalam kotak itu dengan ligeri transparan menutupi tubuhnya.


Kulit Leora kemerahan dengan nafas tersengal, air mata membanjiri seluruh wajahnya.


Seluruh tubuh Leora gemetar karena ketakutan yang disimpan dalam hati.


Begitu melihat Angkasa, perempuan itu langsung menggerakkan bibirnya "Suami!"


Angkasa begitu tersulut emosi dan langsung melepas jasnya lalu menutupi Leora dan mengangkatnya ke dalam apartemen.


Anggara yang melihat kejadian itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Sampaikan pada atasan kalian kalau kerjasama dibatalkan. Juga, sebaiknya dia melarikan diri malam ini." Ucap Anggara membuat 3 orang pria yang di utus langsung kebingungan di tempat.


"Beraninya kalian menyebut istri Tuanku sebagai hadiah?! Katakan pada Tuan kalian kalau dia baru saja menculik istri Angkasa dan menjadikannya sebagai hadiah sogokan untuk sebuah proyek!!!" Bentak Anggara dengan marah sebelum menutup pintu apartemen.


3 orang yang berdiri di luar apartemen langsung membeku dengan kata-kata Anggara.


"Apa kau yang sudah memberinya obat?"


"Kau yang mengikatnya di mobil"


"Tidak, aku rasa kau yang paling bersalah! Kau mengendarai mobil dan membuat taksi yang ditumpangi menabrak." Ketiga orang itu saling menuduh tentang siapa yang paling bersalah dalam penculikan Leora.

__ADS_1


"Tapi aku rasa perempuan itu akan membela kita. Dia menyukainya, dia tidak melakukan protes saat kita melakukan apa pun padanya di mobil. Bukan begitu?"


"Bodoh!! Semua orang bisa melihat kalau perempuan itu sangat ketakutan sampai tidak bisa berbuat apapun!"


"Aku rasa kita dalam masalah besar!"


Sementara Leora yang sudah dibaringkan di tempat tidur, perempuan itu menangis sambil memeluk Angkasa.


"Sayang maaf, maaf aku lalai." Ucap Anhkasa berusaha menenangkan istrinya.


"Mereka menculikku dari dalam taksi. Aku ketakutan sampai tidak bisa berbuat apa pun, aku sangat takut!!


Aku pikir kecelakaan itu,, aku pikir mobilnya akan meledak lagi!


Aku sangat takut kalau kejadian beberapa bulan lagi terulang, kecelakaan mobil dan kebakaran, ledakan itu,, hiksss,, hikss...


Aku pikir aku akan kembali ke rumah sakit, aku pikir aku akan lumpuh, aku pikir aku tidak akan,, huhu,,, hiks,, hiks,," Leora terus mengadu tentang perasaannya di dalam mobil.


"Tidak apa-apa,, aku sudah di sini." Ucap Angkasa menepuk-nepuk punggung Leora.


'Bernainya mereka membuat Leora kembali ingat akan kecelakaan besar itu! Lalu menjadikan istriku sebagai barang sogokan!!!' Anggara menggertakkan giginya.


"Hiks,, mereka memberiku obat, aku tidak bisa bergerak, tubuhku kaku!


Mereka melepas pakaianku dengan paksa dan mendandani aku,

__ADS_1


Huhu,,, hiks,, aku pikir mereka akan akan menjadikanku hadiah pada pria tua!" Lagi isak Leora.


__ADS_2