
Pembawa acara masih terus berlanjut mempromosikan lukisan itu saat tiba-tiba seorang pelayan dari kamar VIP menekan belnya.
"1,6 milliar!" Ucap pelayan itu.
"Dari ruang VIP nomor 3, 1,6 Milliar!" Langsung teriak pembawa acara yang merasa bersemangat karena bisa menarik perhatian pria dari ruang VIP nomor 3.
Dia sudah mendapat informasi Kalau pria dari sana adalah pria kaya raya yang mampu mengeluarkan uang tanpa batas limit menggunakan kartu yang di setor pada pihak pelelang.
"1,7 milliar!" Radit kembali menaikkan jumlah harga.
Dari sudut kiri! 1,7 milliar!"
"1,8 milliar!"
"Adi kamar nomor 3! 1, 8 milliar!"
"1,9 milliar!"
"Dari sudut kiri, 1,8 milliar!"
"2 milliar!"
"Dari kamar nomor 3! 2 miliar!"
Liona yang mendengar Bagaimana pria dari kamar nomor 3 begitu gencar bersaing dengan Radit langsung cenat-cenut dalam hatinya.
Bagaimana bisa mereka melawan seseorang dari ruang VIP? Apalagi saat ini, wajah Radit terlihat rumit untuk menawar lebih tinggi dari angka 2 miliar.
__ADS_1
"Sayang, aku bisa menggunakan uangku. Jika uang kita digabungkan, maka kita bisa mendapatkan lukisan itu untuk kakek." Ucap Liona membaut Radit mengeryit.
"Uangku masih cukup." Jawab Radit sebelum melihat ke pembawa acara.
"2,5 milliar!" Ucapnya.
"2,5 milliar! Penawaran yang fantastis dari sudut kiri!" Teriak pembawa acara itu dengan sangat bersemangat sambil melihat ke kamar nomor 3 berusaha menarik perhatian orang yang dirahasiakan di tempat itu.
Leora menghela nafas dengan uang yang begitu sia-sia yang dikeluarkan hanya untuk sebuah lukisan.
Semua orang jelas tahu bahwa harga lukisan itu tidak akan mencapai 2,5 miliar, meski lukisan itu terlihat sangat hebat, tapi beberapa titik pada lukisan itu jika dilihat dengan benar sudah rusak karena termakan oleh usia.
Mungkin saja penyimpanan lukisan itu tidak diperhatikan dengan baik sehingga menyebabkan adanya jamuran atau faktor lain yang merusak lukisan.
"Sayangku, biarkan mereka memilikinya." Ucap Leora.
"Tunggu, mari kita pancing mereka mengeluarkan lebih banyak uang untuk barang yang sudah rusak." Ucap Angkasa lalu memberi kode pada pelayan untuk menaikkan harganya.
"2,7 milliar! Dari sudut kiri!"
"3 milliar! Dari kamar nomor 3!"
Terjadi keheningan sesaat. Radit menatap pada lukisan itu dengan berpikir keras.
'Kalau pria di nomor 3 itu benar-benar menginginkan lukisan itu, maka bisa saja lukisan itu bernilai lebih dari tiga miliar.' gumamnya menghela nafas.
"Sayang, aku rasa,,"
__ADS_1
"Tidak apa, kita akan mendapatkan lukisan itu!" Ucap Radit.
"3,5 milliar!" Ucap Radit membuat semua orang di dalam ruangan itu terkejut.
Mereka Langsung memperhatikan Radit dan mengenali pria yang berani melawan tamu VIP itu adalah seorang aktor terkenal yang baru saja masuk penjara.
Bisik-bisik di belakang mereka mulai terdengar Saat semua orang merasa kagum pada pria itu.
Butuh banyak uang untuk keluar dari penjara karena kasus narkoba dan sekarang pria itu dengan entengnya menghabiskan uang 3,5 miliar hanya untuk sebuah lukisan!
Sementara itu, di ruang VIP nomor 3 Angkasa tersenyum puas lalu memandang istrinya.
"Ayo pulang." Langsung kata Angkasa lalu mereka berdua berdiri meninggalkan tempat itu.
Di dalam mobil.
Leora duduk bersandar pada bahu Angkasa. Saat ini, dia bisa membayangkan berapa banyak uang yang telah disia-siakan oleh Radit!
"Sayangku, aku harus merepotkanmu untuk hadiah yang akan diberikan pada kakek.
Kakek sangat menyukai lukisan dan aku tidak tahu banyak tentang lukisan.
Aku takut kalau sampai aku memilih sendiri, aku bisa tertipu seperti yang dialami oleh pasangan NG itu." Ucap Leora sedikit tersenyum membayangkan kekonyolan yang dilakukan oleh mantan kekasihnya.
"Baiklah, aku akan melihatnya." Jawab Angkasa.
@info
__ADS_1
tak menyangka, begini pikiran kalian pada otor 😒 ya udah lah,,, pajang ajah biar makin puas!