Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 85. Setiap kata adalah doa


__ADS_3

Setelah makan di tengah malam, Leora langsung membersihkan tubuhnya sebelum kembali ke tempat tidur menikmati pelukan suaminya.


'Mengapa Liona dan Luna bisa akrab seperti tadi?


Apakah sesuatu telah terjadi?' Gumamnya yang sedari tadi memikirkan jawaban untuk pertanyaan itu.


'Sangat tidak mungkin kedua perempuan itu bisa akur karena keduanya sedang mengincar harta yang dimiliki oleh keluarga.


Apalagi, Liona tahu kalau Luna bisa menghancurkan keluarga mereka sebab perempuan itu memiliki status sebagai wanita simpanan ayah.'


"Ada apa?" Tanya Angkasa saat memperhatikan Leora sedang berpikir keras.


"Aku hanya bingung, Mengapa Liona dan Luna bisa akrab seperti tadi?" Ucap Leora.


"Memangnya kenapa?" Tanya Angkasa yang belum tahu tentang status asli Luna.


"Luna adalah wanita simpanan ayahku yang berpura-pura menjadi anak angkat ayahku. Liona tahu ini!"


Angkasa tidak langsung menjawab istrinya ia terlihat berpikir selama beberapa detik sebelum menjawab.


"Kemungkinan Liona sudah pernah memergoki ayahmu dan Luna lalu ayahmu mengancam Liona." Tebak Angkasa.

__ADS_1


"Benar! Suamiku begitu hebat menebak! Liona pasti menahan diri karena dia takut kalau ibu dan kakek mengetahuinya.


Ibu memiliki riwayat penyakit jantung, sedikit saja ibu terkejut, akan membahayakan kesehatannya.


"Sementara Kakek, dia sedang berada di luar negeri untuk pengobatan.


Kalau keduanya tiba-tiba drop karena sakit, maka perusahaan dan rumah akan dikendalikan oleh ayah." Ucap Leora mengerti dengan situasi yang dihadapi.


"Tapi bisa saja keduanya hanya berpura-pura bersikap baik tapi saling merencanakan sesuatu untuk saling mencelakai." Lagi kata Angkasa mengingat bagaimana Liona membeli 2 dosis obat pelumpuh.


Angkasa bisa menebak kalau salah satu dosis akan digunakan untuk Luna tapi dia masih belum mempunyai kesempatan untuk menggunakannya.


"Apa kau perlu bantuanku?" Tanya Angkasa saat melihat wajah murung istrinya.


Hanya saja, pikiranku terganggu dengan ibu yang tiba-tiba mengundang kita datang ke rumah.


Mungkinkah Ibu sudah tahu tentang perselingkuhan ayah?" Ucap Leora dengan cemas.


"Kita akan mengetahuinya besok pagi." Jawab Angkasa.


Malam berlalu dengan cepat hingga pagi hari bangun dari tidurnya dan mendapati suara bisik-bisik dari luar.

__ADS_1


"Hah,, kamar ini tidak kedap suara." Gerutu Leora yang merasa kesal karena ia dipindahkan ke kamar yang tidak kedap suara lalu kamarnya yang sebelumnya diberikan pada Luna.


"Pagi hari bukannya memberi suami ucapan selamat pagi, mala mengomel pada sesuatu yang tidak penting." Tiba-tiba kata Angkasa sembari dengan cepat naik ke atas tubuh Leora.


"Ahhh!!! Apa yang kau lakukan?!" Gerutu Leora yang merasa keberatan dengan tubuh suaminya.


"Ini hukuman pada istri yang pagi-pagi merupakan suaminya!" Kata angkasa tanpa ada niat untuk turun dari tubuh Leora.


"Suamiku melakukan KDRT!!! Tolong!!" Sentak Leora berusaha mendorong pria di atas tubuhnya.


"Istriku melupakan suaminya demi egonya!" Jawab Angkasa membuat Leora semakin kesal.


"Hah,, hah,, hah,, sesak!" Leora berpura-pura sakit.


"Setiap kata adalah doa!" Jawab Angkasa membuat Leora menggertakkan giginya.


"Kau! Aku mendoakanmu menjadi pria yang sangat tampan, kaya, romantis dan selalu menjadi yang terhebat di mataku!" Ucap Leora masih berusaha mendorong tubuh Angkasa.


"Amin! Terima kasih sayang!" Jawab Angkasa turun dari tubuh Leora.


"Hah!!! Kau benar-benar-"

__ADS_1


"Setiap kata adalah doa." Lagi kata Angkasa.


Leora mengigit bibirnya "Suamiku benar-benar romantis!"


__ADS_2