
Leora sudah keluar dari gedung audisi dan melihat sekelilingnya. Ia sedang mencari Yosi.
'Kemana dia?' gumam Leora mengecek ponselnya.
"Oops! Ini dia adik kembar Kak Leora yang yang gagal audisi." Beberapa model yang lewat mengejek Leora.
Semua orang tahu jika seseorang keluar dari ruang audisi lalu audisi langsung dihentikan, artinya mereka Sudah menentukan pilihan terhadap model mereka.
Tapi begitu Leora keluar dari ruang audisi, audisi nya masih tetap berlanjut. Jadi begitu mudah untuk menebak kalau Leora tidak lulus dalam audisi.
"Sttt, kalau Kak Leora tahu kita membuli adiknya, dia bisa memarahi kita." Ucap salah seorang dari mereka yang Leora tahu kalau mereka semua berasal dari Angkasa Raya.
"Aku tidak yakin Kak Leora akan membelanya, buktinya dia tidak mendukungnya masuk ke Angkasa Raya." Ucap yang lain sebelum berjalan meninggalkan Leora sambil sesekali menatap sinis ke belakang.
Leora mengabaikan semua model-model itu dan fokus pada ponselnya sebelum ia terkejut saat seorang pria berjalan ke arahnya dengan sebuah buket bunga besar.
Pria itu menggunakan kemeja hitam pas di badan dipadukan dengan celana pendek dan boat shoes.
Tubuh yang kekar dan wajah yang tampan membuat pria itu langsung menarik perhatian para model yang melihatnya.
"Siapa pria tampan dan keren itu?!" Teriak salah satu dari model membuat yang lainnya langsung mengalihkan perhatian mereka pada pria yang hampir tiba di depan Leora.
"Oh astaga,, Siapa gadis beruntung yang dijemput oleh pria seperti dia?"
"Mungkinkah seseorang yang akan memenangkan audisinya? Kak Leora?"
"Kau benar! Astaga,, dia sangat cocok bersama Kak Leora. Pria tampan, kaya dan romantis!" Ucap salah seorang yang bisa mengetahui bahwa outfit yang dikenakan pria itu semuanya memiliki nilai fantastis.
__ADS_1
Tapi mereka hanya bisa menganga saat melihat pria itu menghampiri Leora dan memberikan buket bunga itu pada Leora.
"Selamat Nyonya. Ini hadiah dari Tuan." Ucap Yosi membuat Leora mematung sambil memeluk buket bunga yang hampir menutupi seluruh tubuhnya.
"Dia,, dia mengirimkan ini untukku?" Tanya Leora dengan ekspresi tak percaya.
"Ya," jawab Yosi.
"Kalau begitu, kita kembali ke rumah sekarang!" Kata Leora dengan senyuman mengembang sambil menikmati wangi bunga di pelukannya.
Keduanya berjalan ke arah mobil dan meninggalkan tempat itu beserta beberapa perempuan yang menatap dengan iri pada mobil yang sudah berlalu di hadapan mereka.
Tidak ada yang mendengar percakapan Leora dan Yosi karena jarak mereka terlalu jauh.
Jadi semua orang hanya menebak dari ekspresi yang ditampakkan keduanya.
"Sungguh beruntung! Ia membuatku iri! Kalian lihat bagaimana cara pria itu memberikan bunganya dan bagaimana dia membukakan pintu untuknya?! Astaga!!!!"
"Aku lebih tertarik dengan identitas pria itu! Pria kaya darimana dia?!"
"Tapi kenapa aku merasa janggal? Perempuannya duduk di belakang sementara prianya menyetir di depan? Apakah gaya pacaran seperti itu sedang tren?" Ucap yang lain dengan kebingungan.
"Mungkinkah itu penyamaran?! Ya! Mereka pasti berpura-pura menjadi supir dan Nyonya! Dasar licik!
Memangnya dia pikir dia seterkenal apa hingga ada orang yang tertarik dengan hubungan mereka?!"
"Bukankah kau baru saja tertarik? Sampai ingin mengetahui identitas pria itu?!"
__ADS_1
"..."
Gosip hangat langsung menyebar di antara seluruh perempuan itu bahkan ketika mereka sudah kembali ke agensi.
Sementara Leora yang berada di dalam mobil, ia sedang fokus pada bunga yang dikirim oleh Angkasa.
"Menurutmu, kalau aku menelponnya sekarang, apakah dia akan mengangkatnya?" Leora meminta pendapat Yosi.
"Saya tidak tahu Nyonya." Jawab Yosi.
"Mungkin dia sibuk, aku akan mengucapkan terima kasih saat dia kembali ke rumah." Leora kembali mengembangkan senyumnya dan mengambil ponselnya untuk mengirim pesan singkat pada suaminya.
"Maaf Nyonya, tapi, bisakah saya mengubah penampilan saya seperti semula?" Tiba-tiba kata Yosi membuat Leora langsung melototkan matanya.
'Pakaian ini sangat merisihkan.'
"Kau merendahkan seleraku dalam memilih pakaian?" Tanya Leora membuat pria di depan langsung grogi di tempatnya.
"Tidak Nyonya,, pilihan Nyonya sangat bagus! Saya sangat suka! Saya pasti akan selalu memakainya!" Langsung jawab Yosi sambil berteriak dalam hati.
Gaya pakaian yang dipilihkan Leora terlalu keren untuk dirinya hingga membuatnya mendapat banyak masalah.
Pertama adalah tatapan para gadis yang melihatnya, mereka seolah akan menerkamnya dan menelannya bulat-bulat!
Dan yang paling penting, saat Angkasa melihatnya, pria itu terlihat seperti singa yang sangat marah karena dituduh menggoda istrinya.
'Terjebak di antara kecemburuan Tuan dan ketersinggungan Nyonya sangatlah berat untukku!' Tangis Yosi sambil menyetir.
__ADS_1