
Liona mengerutkan keningnya melihat foto yang ditampilkan di kedua layar yang ada di sayap kiri dan kanan panggung.
Foto Leora sewaktu kecil terkait senyum hangat ke depan kamera.
Lalu video Leora ketika pertama kali memasuki kursus model.
"Hallo,,, Ibu,, haruskah aku memperagakan satu gerakan?" Tanya Leora pada ibunya yang sedang mengambil video.
"Ya,, cobalah... Ibu akan merekamnya dan menjadikannya kenang-kenangan." Jawab Anasta lalu sosok gadis kecil di layar itu memperagakan cara berjalan seorang model.
Setelah video itu, video lain memperlihatkan seorang Leora kecil yang baru saja memenangkan sebuah piala model cilik.
"Ibu,, aku memberikan pialaku untuk Ibu!!" Seru gadis kecil itu berlari ke arah kamera dengan piala kecil di tangannya.
Layar kembali berganti memperlihatkan seorang remaja yang baru saja menangis di pojokan pojokan kamar. "Sayang, jangan menagis, ibu merekam ini." Ucap Anasta.
"Ibu,, aku tidak lulus!" Ucap gadis itu dengan wajah polos penuh kesedihan.
"Kita coba lagi." Jawab Anasta sebelum layar berpindah lagi pada sosok remaja berumur 16 tahun yang sedang memegang banyak penghargaan di tangannya.
"Aku menangkan semuanya Bu! Aku juga mendapat cuti dari kak Siya untuk lanjut sekolah selama 6 bulan." Ucap remaja yang terlihat sangat bahagia. Rasa rindu pada bangku sekolah terpancar jelas di mata gadis itu.
Selanjutnya, layar berganti pada sosok remaja yang menggunakan pakaian seragam SMP.
"Happy birthday!!!" Terlihat Leora menerima kejutan dari teman-temannya.
__ADS_1
Lilin dengan angka 17 tahun berada pada kue ulang tahun itu.
"Terimakasih,," Leora terisak. "Ini hari terakhirku sekolah, aku akan merindukan kalian!!" Ucap Leora lalu memeluk semua teman-temanya yang masih berusia 14 tahun.
Alunan musik terus mengadu dengan gambar sampai akhirnya menampilkan Leora berumur 20 tahun dengan kejayaan berada di tangannya.
Piala model nasional, majalah internasional dengan wajahnya di sampulnya, dan berbagai penghargaan yang ia dapatkan berada di tangan Leora.
"Hari ini, aku persembahkan semuanya untuk adikku tersayang!!" Ucap Leora di video itu lalu memberikan semua hasil kerja kerasnya pada adik kembarnya.
"Ini terlihat bagus, aku akan menyimpannya dengan baik." Liona yang menerima semua barang dari Leora terlihat tampak mengagumi setiap barang di tangannya.
Video yang tadi diiringi musik yang hangat nan indah kini berubah menjadi musik kekelaman yang menarik empati.
Lalu video dari CCTV, seorang perempuan di kursi roda yang sedang menangis sambil memukul kedua kakinya yang terkulai lemas.
Lalu video kecelakaan yang memperlihatkan Leora dimasukkan ke dalam ambulans.
Disambung foto Leora yang berbaring di ranjang dengan tubuh terbalut perban. Perempuan itu menangis di ranjang rumah sakitnya.
Lalu CCTV rumah sakit dimana Leora dibuka perbannya oleh dokter memperlihatkan wajah yang lain dari sebelumnya.
Leora menangis di pelukan Gina, suara tangisan sengaja tidak di senyapkan hingga terdengar memilukan.
Dan yang terakhir, foto Leora mengambil pemotretan sampul majalah dengan wajahnya yang baru.
__ADS_1
Semua orang terdiam saat layar berubah menjadi hitam sebelum memutar kembali semua kenangan yang baru saja diputar dengan kata-kata yang terangkai di setiap detik video itu.
.....Aku masih berumur 7 tahun saat pertama kali menginjakkan kaki kecilku di sala satu sekolah model cilik.
Dengan tubuh kecilku aku memulai mempelajari semua yang harus ku ketahui tentang model.
Aku meninggalkan sekolah dan terlambat masuk sekolah karena sebagian besar waktu ku habiskan di sekolah permodelan.
Piala pertamaku kuberikan pada Ibuku sebagai orang yang selalu mendampingiku dan selalu mendukungku.
Aku berumur 14 tahun saat pertama kali menginjakkan kakiku di bangku SMP, berbeda 2 tahun dengan teman-temanku yang lain.
Tapi aku tetap bahagia karena bisa merasakan yang namanya sekolah. Lalu satu semester berlalu, aku harus meninggalkan sekolah lagi dan lanjut memasuki agensi Angkasa Raya.
Aku jarang ke sekolah sehingga aku tertinggal banyak pelajaran dan baru menamatkan masa SMP_ku pada umur 17 tahun, saat saudara kembar ku sudah tamat SMA.
Baru saja ulang tahunku selesai dirayakan, aku mendapat kesempatan untuk terbang ke luar negeri menjadi model remaja dan menangkan banyak penghargaan.
Tapi,, saat berusia 23 tahun,,
Semuanya berubah....... Mimpiku,, aku mengalami lumpuh hingga dunia model harus kutinggalkan.
Foto Leora yang memakai kursi roda, perempuan itu menatap pada layar TV yang menampilkan banyak model sedang berjalan di catwalk.
__ADS_1