
Dengan tatapan paling telitinya, Yosi bisa mengetahui kalau dua perempuan itu sengaja memancingnya.
'Dasar perempuan! Lihat bagaimana aku memberimu hadiah.' gumam Yosi.
"Pelayan, tolong berikan pakaian terbaik kalian untuk Nona ini." Ucap Yosi pada seorang pelayan.
"Baik Tuan." Jawab pelayan yang bertugas lalu pelayan itu menuntun Luna dan Sandra ke ruang ganti.
'Bagus, dia masuk jebakan ku!' Gumam Luna merasa puas.
Yosi yang melihat kepergian dua perempuan itu langsung berbalik menemui Leora.
"Nyonya. Misi sudah selesai." Lapornya.
Leora menghela nafas, "Selesai? Belum! Kau harus mengambil hatinya.
Bayarkan pakaian yang ia pakai lalu misinya selesai." Ucap Leora membuat Yosi terpaku di tempatnya.
"Gunakan kartu yang kuberikan padamu." Lagi kata Leora membuat Yosi semakin tidak mengerti dengan Leora.
Dia sudah sengaja menyuruh pelayan memberikan pakaian terbaik untuk Luna supaya perempuan itu mungkin kerepotan untuk membayarnya.
Tapi sekarang, Leora malah menyuruhnya untuk membayarnya dengan kartu epic yang diberikan perempuan itu!
__ADS_1
Ini sama saja memberi hadiah tulang pada anjing yang telah menggigitnya!
Sementara di ruang ganti, Luna memakai pakaiannya di bantu Sandra.
"Astaga,, Apakah pria itu akan membelikanmu baju ini? Koleksi musim terbaru yang bahkan dengan anggota VIP biasa tidak bisa membelinya!" Seru Sandra mengamati pakaian yang sangat indah.
Bahan terbaik dan berhias mutiara dengan desain dari desainer terkenal.
Semua perempuan akan merasa iri saat melihat Luna memakai pakaian itu!
"Benar, aku rasa hari ini adalah hari keberuntungan ku!" Ucap Luna yang merasa bangga pada dirinya sendiri karena tadi pagi Bambang baru saja memberinya kartu untuk belanja.
Dan di toko mana ia berbelanja, ternyata bertemu dengan pria kaya yang mau membelikannya baju keluaran terbaru dari brand ternama.
Dia tidak ada apa-apanya dengan pria tua yang kau pelihara!" Ucap Sandra membayangkan jika Luna memiliki seorang pria kaya, maka dia juga akan kecipratan kekayaan yang didapatkan Luna dari pria itu.
"Benar, aku terlalu cantik, jadi semua lelaki pasti tergiur padaku.
Kalau begitu, ayo kita keluar menemui pria itu." Ucap Luna lalu keduanya segera keluar dari ruang ganti dan mendapati Yosi sedang duduk di ruang tunggu menunggu mereka.
Begitu melihat dua perempuan sudah menghampirinya, dengan Luna sudah menggunakan pakaian baru, Yosi langsung berdiri.
"Apakah Nona sudah menyukai pakaian itu? Jika tidak, kita bisa menggantinya sesuai dengan selera nona." Ucap Yosi.
__ADS_1
"Ahh, tidak masalah! Ini sudah yang terbaik.
Terima kasih banyak untuk bantuannya hari ini." Lagi kata Luna sudah melupakan kalau sebenarnya Yosi_la yang telah mendorongnya hingga mendapatkan kesialan yang membuat gaun nya jadi robek.
Tapi gaun sebelumnya tentu saja tidak ada apa-apanya dengan yang ia kenakan sekarang.
'Mana mungkin aku mau mengganti gaun ini, gaun ini adalah yang terbaik di toko ini tidak ada lagi yang lainnya!' gumam Luna merasa mendapatkan jackpot.
"Baguslah kalau Nona menyukainya." Lagi kata Yosi sembari mengambil dompetnya dan dan menarik black royal master card yang diberikan Leora.
Begitu Luna dan Sandra melihat kartu epic di tangan Yosi, mata kedua perempuan itu hampir melompat dari tempatnya dan menempel ke kartu epic di tangan Yosi.
"Tolong," ucap Yosi pada pelayan yang bertugas di toko itu.
Dengan tangan gemetaran, pelayan itu mengambil kartu dari tangan Yosi dan memegangnya dengan hati-hati.
Sebuah keberuntungan bagi pelayan itu karena bisa memegang kartu epic milik sultan setelah 28 tahun kehidupannya.
'Astaga,, berapa harga baju yang baru saja Nyonya berikan pada orang asing?!
Bagaiman kalau Tuan mengira aku menggunakan kartu istrinya untuk membelikan baju seorang perempuan?!' Yosi bergumam sambil memandang tidak rela saat pelayan sudah membawa kartunya.
Angkasa adalah orang yang tidak bisa berpikir panjang saat mencari kebenaran yang menyangkut istrinya.
__ADS_1