
Setelah di tampar oleh putrinya, Anasta mematung memandangi putrinya yang sementara meminta maaf padanya.
"Ibu,, ibu,, kumohon! Aku tidak sengaja,,, aku hanya terlalu takut hingga hilang akal! Ibu tahu kan, aku sangat terpukul, aku baru saja mengalami musibah!
Aku kehilangan kehormatan ku!" Liona terus meminta maaf.
"Liona,," Anasta menghela nafas, kini anaknya menyalahkannya untuk sesuatu yang tidak ia lakukan.
"I, ibu,, ibu, aku bukan Liona! Aku Leora Bu!" Ucap Liona yang tak percaya kalau ibunya memanggilnya dengan nama Liona.
Panggilan sebelumnya di pikirnya ibunya hanya salah ucap atau telinganya salah mendengar, tapi sekarang dia sudah memastikan kalau ibunya benar-benar memanggilnya dengan nama aslinya.
Ketakutan semakin mendalam di hati Liona saat melihat ibunya tidak goyah.
"Ibuku, apa ibu dengar? Aku,, aku bukan Liona, aku Leora!" Lagi katanya sambil meneteskan air mata.
Sekali lagi Anasta menghela nafasnya, Ia dipenuhi rasa penyesalan karena sudah terlalu memanjakan anak bungsunya.
"Liona, sejak Kakak mu lumpuh Ibu sudah tahu kalau kau dan dia bertukar.
Bahkan kakekmu juga tahu, tapi kami semua diam demi melindungi keluarga kita, apalagi saat kau berbohong pada ibu kalau kau sudah hamil oleh Radit.
Tapi Ibu tidak pernah berpikir kalau semua yang kau katakan pada ibu adalah kebohongan.
__ADS_1
Mungkin ini karena Ibu juga, karena sudah membiarkanmu berselingkuh dengan kekasih kakakmu maka Ibu diselingkuhi oleh ayahmu.
Karena Ibu sudah terlalu memanjakanmu makanya sekarang anak yang Ibu manjakan tega menampar ibu dan membohongi ibu!
Liona, ibu akan pergi sekarang, ibu harus menemui kakakmu dan meminta maaf padanya." Ucap Anasta tanpa berhenti meneteskan air matanya atas penyesalan yang sudah ia lakukan.
Sekarang ia sadar, pola Didik yang ia terapkan pada kedua anaknya adalah pola Didik yang salah.
Dia pikir dia menyayangi anaknya dengan cara didikannya itu, tapi ternyata cara mendidiknya malah melukai dan membawa anak-anaknya pada kehancuran.
"Tidak Bu!! Aku minta maaf,, baiklah,, aku mengaku, aku memberi Kakak obat supaya lumpuh lalu memaksanya bertukar posisi dengan ku.
Aku megancamnya supaya tidak memberitahu Ibu, karena penyakit jantung Ibu bisa kambuh.
"Aku berbohong tentang kehamilanku supaya bisa bersama Radit.
Jadi Bu,, tolong,, tolong bantu aku, kalau ibu meninggalkanku lalu kakek juga, dan kakak juga, lalu suamiku juga meninggalkanku, lalu bagaimana nasibku Bu?
Dengan siapa aku berdiri?
Kakiku terlalu lemah untuk menopang tubuhku!
Tolong maafkan aku, aku menyesal dan berjanji akan memperbaiki semuanya.
__ADS_1
Aku akan meminta maaf pada semua orang.." Ucap Liona terisak dengan keras.
Melihat anaknya telah menyesal, hati seorang ibu yang dimiliki Anasta mau tidak mau bergerak.
Ia melangkah mendekati putrinya dan memeluknya dengan erat.
"Maafkan Ibu,, ibu salah,, ibu sudah gagal menjadi orang tuamu." Katanya menyesal karena sudah terlalu memanjakan putrinya hingga membuat putrinya menjadi putri yang serakah.
"Ibu, aku berjanji, aku akan jujur tentang semua yang sudah kulakukan.
Aku akan jujur pada suamiku dan juga akan mengembalikan identitas Kak Leora.
Tapi Bu,, bisakah ibu memberiku waktu, aku,, aku terlalu takut untuk menghadapi semuanya.
Aku perlu waktu untuk mempersiapkan diri." Kata Liona di sela-sela tangisannya.
"Ibu mengerti, dan ibu selalu memberi kesempatan kepada anak-anak ibu untuk memperbaiki kesalahannya.
Hubungan kakakmu dengan Radit sudah tidak bisa dilanjutkan, jadi ibu hanya bisa meminta tolong supaya kau meminta maaf pada kakakmu.
Lalu, jujurlah pada Radit, jangan sembunyikan apa pun. Kau mengerti?"
Liona mengangguk sambil menyeka air matanya. "Aku mengerti Bu, aku pasti memperbaiki semuanya!" Ucap Liona.
__ADS_1
"Terima kasih sayang." Kata Anasta merasa lega.
Dengan begini, Ia bisa mengakhiri seluruh sandiwara yang sudah ia buat.