Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 192. Tamat


__ADS_3

Setelah meninggalkan rumah sakit, Angkasa membawa Leora ke kota K, kota di mana dulu dia melarikan diri setelah berhasil melepaskan diri dari Liona.


Lelaki itu setiap hari harus bolak-balik ibukota dan kota K untuk mengurus bisnis dan menjumpai istrinya yang tinggal di sana untuk menenangkan diri.


"Sayangku,, Menejer Siya baru saja menghubungiku, katanya ada beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan di kota ini. Bagaimana menurutmu?" Tanya Leora menyerahkan berkas di tangannya supaya dibaca Angkasa.


"Aku akan melihatnya nanti, sekarang kemarilah. Akan kuceritakan sesuatu untukmu." Ucap Angkasa menarik Leora ke pelukannya.


"Apa itu?" Tanya Leora yang siap mendengarkan dengan seksama.


"Ini kabar keluargamu." Ucap Angkasa dengan hati-hati.


Dia tidak mau membuat istrinya kembali ingat tentang masalah yang menyakitkan.


"Aku sudah tahu. Gina menghubungiku kemarin.


Katanya Ibu sudah keluar dari rumah sakit, tapi dia mengalami syok kardiogenik, jadi ibu mengalami lumpuh hingga harus menggunakan kursi roda.


Juga Liona, kandungannya yang berusia 1 bulan mengalami keguguran karena berkelahi dengan pasien lain di rumah sakit jiwa." Ucap Liona merasa bersalah.


"Sayangku," Ucap Angkasa menarik Leora agar pelukan mereka semakin erat.


"Aku ingin mengunjugi mereka, tapi aku takut tidak bisa menahan emosiku." Ucap Leora sambil menghela nafas.


"Kita akan mengunjungi mereka saat aku sudah siap."


Setelah 1 bulan berada di kota K, akhirnya Angkasa kembali membawa Leora ke ibu kota karena Gina yang akan melahirkan.


Keduanya segera tiba di rumah sakit pusat ibukota. Baru saja mereka tiba saat suara bayi sudah terdengar dari ruang bersalin.


"Sayangku,, apa itu bayinya?" Leora sangat bersemangat sambil memeluk suaminya.


"Hmm,, sepertinya itu bayinya. Suara tangisannya sama seperti ayahnya." Ucap Angkasa menatap pintu ruang bersalin.


"Aku tidak sabar melihatnya." Ucap Leora.

__ADS_1


"Kita akan segera melihatnya." Jawab Angkasa mengeratkan rangkulannya pada Leora.


Akhirnya setelah lama menunggu, Ibu dan bayinya kini dipindahkan ke ruang rawat inap.


Leora sangat bersemangat menggendong bayi laki-laki mungil itu dan Angkasa berada di samping Leora memegang tangan mungil yang di bungkus kaos tangan.


"Omomomo,,,, dia sangat imut! Aku sangat menyukainya!"


"Dia calon pahlawan! Jadi tentu saja semau orang akan menyukainya." Kata Angkasa.


"Aku rasa kita harus membelikannya baju bertema superhero, itu sangat cocok untuk menggambarkan masa depannya!"


"Sayangku benar, kita bisa membeli beberapa setelah kembali nanti. Dia pasti menyukainya."


"H'mm" Leora menciumi wajah mungil bayi itu.


Sementara dua orang itu terus membahas masa depan lelaki kecil yang ada di gendongan Leora, Gina dan Anggara yang melihat kejadian itu hanya bisa melongo tak percaya.


"Sayang, apakan mereka melupakan kita?" Tanya Gina pada Anggara.


"Hei,, kalain! Kalau mau memanjakan bayi, ciptakanlah sendiri bayi kalian! Jangan mengambil alih tugas orang tua bayi itu!" Ucap Anggara merasa agak kesal.


Seharusnya, setelah pindah ke ruangan ini dialah yang akan menggendong anaknya dan menghabiskan banyak waktu luang bersama anaknya.


Bagaimana bisa kedua orang itu datang dan merampas bayinya?!


"Sayangku, aku rasa kalau dia memiliki adik perempuan, mereka akan saling melengkapi.


Bagaimana menurutmu?" Tanya Leora mengabaikan Anggara yang baru saja berbicara.


"Hmm, dua anak perempuan." Jawab Angkasa.


"Ahh benar, aku tidak bisa membayangkan itu. Semoga bayi kita adalah perempuan!" Ucap Leora memegangi perutnya.


"Hmm, anak perempuan yang mirip denganmu." Ucap Angkasa juga memegang perut istrinya.

__ADS_1


"Kau hamil?" Tanya Gina yang mendengar obrolan Angkasa dan Leora.


"Hmm,, baru 3 Minggu. Tapi aku yakin dia akan menjadi adik yang baik untuk baby boy ini." Jawab Leora tersenyum.


"Baiklah, selamat atas kabar gembiranya. Sekarang, biarkan aku mengendong anakku," ucap Anggara yang sudah tidak sabar untuk mengendong bayinya.


"Tapi aku masih mau menggendongnya!" Ucap Leora dengan gemas.


"Biarkan dia mengendong nya." Kata Angkasa membela istrinya.


"Tapi,, aku belum pernah mengendong nya, bagaiman-"


"Kau membantah?!" Tanya Angkasa melototi Anggara.


"Bagaimana bisa aku membantah, itu bayiku! Jadi aku jelas memiliki hak untuk mengendong nya!" Ucap Anggara mengulurkan tangannya untuk merampas bayi yang ada di gendongan Leora.


"Kau berani?!" Suara Angkasa terdengar penuh peringatan.


Anggara langsung menghela nafas, "Baiklah, kalian bisa menggendongnya sedikit lebih lama."


"Tapi sayangku, aku rasa aku ingin membawanya ke rumah. Bagaimana kalau kita membawanya selama beberapa har-"


"Baiklah. Aku akan mengurusnya." Jawab Angkasa membuat Anggara dan Gina terkejut.


"Dua orang itu!!! Mengapa mereka selalu semaunya?!" Gertak Anggara yang tidak bisa berbuat apa pun untuk menyelamatkan putranya.


Sangat kasihan bayi mereka! Baru akhir saja sudah bertemu pasangan iblis neraka!


...TAMAT...


Sekali lagi, Otor ingatkan supaya kalian ingat untuk mampir di novel baru otor.


Judul: KEMBALINYA PEREMPUAN BUANGAN


Updetnya akan sama dengan novel ini, setiap hari 4 bab.......

__ADS_1



__ADS_2