
Hari itu, Leora hanya ingin berbelanja dengan tenang.
Membeli sebuah lukisan spesial untuk menyambut kepulangan Tetua, tapi mengapa ia malah bertemu sepasang kekasih NG (Not Good!)?
Dosa apa yang menyebabkan kesialan macam itu?!
"Kalian di sini juga?" Leora tersenyum palsu sambil menatap 2 orang di depannya tatapannya lebih lekat pada pria yang berdiri di samping Liona.
Melihat Radit dan Leora bertatapan lekat satu sama lain, Liona langsung menggoyangkan lengan Radit "Kak Radit, dia baru saja bebas dari penjara, lalu dia langsung menemaniku untuk berbelanja hadiah yang akan diberikan pada kakek.
Oya, Adik Liona, Apa kau sudah tahu kalau kakek akan kembali dalam waktu dekat?"
"Ahh, sekarang aku tahu karena kau memberitahuku. Terima kasih ya, Liona." Ucap Leora mengagetkan Liona sampai wajah Liona yang tersenyum manis langsung berubah pucat.
"Salah, maaf, maksudku Kakak Leora." Leora langsung memperbaiki ucapannya sambil tersenyum penuh kemenangan.
'Leora sialan!!!' gerutu Liona dalam hatinya sambil menggertakkan giginya.
"Hmm, Kau masih sama saja seperti dulu, suka membuat keributan dengan salah sebut nama.
Tapi Liona, siapa pria yang bersamamu?" Tanya Liona menatap lekat pada Yosi yang berwajah datar di samping Leora.
Suasana hati Yosi sudah buruk sejak tadi ia berdiri di samping Leora.
Bagaimana tidak, pria yang seharusnya busuk di penjara itu kini berkeliaran sembarang tempat di sini.
__ADS_1
'Apakah Tuan sudah hilang akal? Bagaimana bisa Tuan bersikap baik pada Radit?
Sementara pada kami, orang kepercayaannya, Tuan tidak pernah menunjukkan belas kasih-nya?!' gumam Yosi yang merasa dikhianati oleh tuannya sendiri.
"Ah, ini, hmm, dia pria tampan, kaya dan keren. Baru saja dipilih Angkasa menjadi pengawalku." Jawab Leora merasa bangga pada suaminya.
Tapi dari 2 orang yang mendengarkan ucapan Leora, siapa yang akan mempercayainya?
Mengapa orang kaya harus menjadi pengawal orang miskin seperti Leora?!
"Ahhh, hmm, aku sangat terkesan. Adik ipar begitu menyayangi istrinya hingga mengeluarkan biaya besar untuk menyewa seorang bodyguard." Puji Liona sambil menatap penuh arti pada Radit.
'Radit, sekarang kamu tahu kan dan membuktikan sendiri bagaimana Leora sangat suka bermain-main dengan pria.
Entah apa yang diinginkan Leora dari pria kaya itu.
"Sudah, biarkan Mereka menikmati pamerannya.
Bukankah kita harus mencari lukisan terbaik untuk Kakek? Ayo pergi." Kata Radit lalu menarik Liona dan kedua orang itupun pergi meninggalkan Leora dan Yosi.
"Sampai bertemu lagi Adik!" Ucap Liona.
"Ayo pergi." Kata Leora setelah kedua orang itu telah menghilang dari pandangan mereka.
Selama 2 jam, Leora mengelilingi pameran itu hingga Ia memutuskan membeli sebuah lukisan yang dipajang di aula utama.
__ADS_1
"Saya akan membeli lukisan ini." Ucap Leora pada pramuniaga yang bertugas.
"Baik Nyonya, silahlan ambil kartu ini. Lukisan ini adalah lukisan terbaik yang kami punya.
Sejauh ini, sudah 35 orang yang mendaftar untuk membeli lukisan ini, pelelangan akan di buka setelah pameran selesai.
Kami akan menghubungi Nyonya." Jelas pramuniaga itu.
"Baiklah. Jam berapa mulainya?" Tanya Leora.
"Satu jam lagi."
"Baik, terima kasih." Jawab Leora.
Leora hendak berbalik untuk pergi saat ia hampir menabrak Leora yang tiba-tiba muncul di belakangnya.
"Aah,, kakak cukup mampu untuk menawar lukisan ini. Sepertinya Kakak sudah mendapatkan pria berkantong tebal ya.. siapa namanya?" Bisik Liona mengejek.
"Bukan urusanmu!" Jawab Leora lalu meninggalkan Liona.
"Sayang, ada apa?" Tanya Radit yang baru saja kembali dari kamar kecil.
"Sayang, bukankah lukisan ini terlihat luar biasa?! Kakek pasti akan menyukainya!" Ucap Liona dengan wajah penuh kagum pada lukisan di depan mereka.
"Tuan, Nona, lukisan ini akan dilelang dengan harga awal 200 juta." Ucap pramuniaga yang mendengar ucapan Liona.
__ADS_1
"Baik, kami akan mengikuti lelangnya." Jawab Radit lalu mereka mendapatkan kartu juga sebelum kembali berjalan-jalan untuk menunggu waktu pelelangan lukisan.