Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 119. Membeli hadiah untuk Tetua


__ADS_3

"Kakek," Jawab Leora menerima telpon dari Tetua.


"Cucu kesayangan kakek, bagaimana kabarmu?" Tanya tetua dari seberang telepon membuat Leora langsung tersenyum.


"Baru saja kemarin malam kita membicarakannya," kikik Leora,"aku baik-baik saja kek, aku juga sudah mendengar semua ceritanya dari Angkasa.


Maaf sudah merepotkan kakek, Maaf sudah membuat kakek cemas pada aku, tapi Kek, sekarang aku baik-baik saja, suamiku sangat mencintaiku dan selalu mencukupi kebutuhanku.


Kakek tidak perlu mencemaskanku, karena suamiku selalu menjagaku dengan baik." Jawab Leora berusaha menenangkan pikiran Tetua.


Dia takut kalau hal ini akan membuat Tetua selalu kepikiran akannya hingga membuat kakeknya semakin sakit.


"Baguslah, kakek tidak pernah salah memilih pasangan untuk orang yang Kakek sayangi.


Dulu setelah kau terkena obat pelumpuh itu, kakek langsung menyadari bahwa kau dan Liona bertukar posisi, tapi kakek malah melihat ibumu menutup mata dengan hal itu.


"Saat itu kakek juga sudah tahu kalau Radit bukanlah orang yang tepat untukmu, jadi kakek membiarkannya saja.


Karena saat itu, kakek juga yakin kalau Angkasa adalah orang terbaik yang akan selalu menjaga orang yang disisinya.


Maafkan kakek ya cucuku,,"


"Tidak Kakek, kakek sudah memilihkan orang terbaikk untukku. Aku sangat bahagia!" Jawab Leora dengan suara penuh syukur dan bahagia.


"Syukurlah kalau kamu mengerti. Semoga pernikahan kalian selalu bahagia."


"Terima kasih Kek, kakek juga, semoga terus sehat."


"Terima kasih sayang, kakek akan kembali dengan cepat, mungkin beberapa hari lagi. Kita akan bertemu dan membahas banyak hal." Jawab Tetua lalu mereka mengakhiri panggilan itu.

__ADS_1


"Nyonya, ini minuman Nyonya." Bibi Kira datang membawa minuman untuk Leora.


"Terima kasih Bi." Jawab Leora


"Sama-sama Nya." Jawab Bibi Kira.


"Oya Bi, Aku hendak pergi berbelanja, tolong nanti Bibi masak saja ya seperti yang biasa aku masak.


Aku takut akan pulang terlambat hingga tidak punya waktu untuk memasak buat Angkasa." Ucap Leora.


"Baik Nya! Saya pasti akan memasak makanan seperti yang biasa Nyonya masak." Jawab Bibi kira membuat Leora merasa puas sebelum menikmati tehnya.


Setelah menghabiskan tehnya, Leora kemudian pergi berganti baju dan keluar bersama Yosi.


"Yosi, ayah dan ibuku sudah cerai, bagaimana dengan Luna?" Tanya Leora saat mereka berdua sedang berada di dalam mobil.


"Apa itu rencanamu?" Tanya Leora terkejut.


"Bukan, itu adalah balas dendam dari seorang bawahan ayahmu yang pernah dihina oleh Luna." Jawab Yosi.


"Ckkk,,, Siapa suruh dia membuat terlalu banyak masalah.


Tapi baguslah, sekarang semuanya sudah kembali ke posisi yang seharusnya.


Oya, bagaimana kabar Ayahku?" Lagi tanya Leora saat ia teringat akan 1 orang penghianat yang telah diusir dari rumah.


"Ayahmu bergabung dengan perusahaan yang sedari dulu bertentangan dengan perusahaan Casiora.


Sepertinya dia akan membocorkan banyak hal yang ia ketahui di perusahaan keluargamu.

__ADS_1


Juga, semua aset yang sudah dipindahtangankan oleh ayahmu telah dijual untuk menyewa pengacara di pengadilan." Lapor Yosi.


Dapatkah kau menyelidiit semua aset-aset itu lalu buat ayahku mengembalikannya pada keluargaku?" Tanya Leora.


"Tentu, aku sudah memiliki penyelidikannya, semuanya akan beres dalam beberapa hari lagi." Jawab Yosi melegakan hati Leora.


Setel lama berjalan, mereka akhirnya tiba di pusat perbelanjaan elit yang ada di tengah kota.


Leora langsung memasuki sebuah toko yang menjual setelan jas untuk pria dan memilih sepasang untuk kakeknya.


Lalu dia teringat kalau kakeknya sangat menyukai lukisan pemandangan di alam terbuka.


Leora memutuskan untuk pergi ke pameran lukisan yang kebetulan digelar hari itu.


Mereka sudah berkeliling melihat lukisan saat kaki Leora terhenti Di tempatnya.


'Liona! Bagaimana bisa dia di sini bersama Radit?!' Gumam Leora sebelum memejamkan matanya lalu menoleh pada Yosi.


Ia baru saja akan mengatakan pada pria itu supaya mereka pergi dari situ, tapi sudah terlambat untuk menghindari kedua orang itu karena Liona sudah memanggil namanya.


"Adik Liona!" Panggil Liona mendekati Leora dan Yosi.


@Info...


Komentar dibawah ini minta di pajang katanya 😂😂😂



Otor menghilangkan laman interaksi karena takut menganggu fokus kalian membaca, ya,, ini juga karena usulan dari beberapa reder... maaf ya...🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2