Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 117. Melindungi cucu dan juga keluarga besar.


__ADS_3

Mmmh!!! Leora melakukan peregangan setelah tidurnya semalam menyakiti punggungnya.


"Selamat pagi sayangku," langsung sapa Angkasa yang sudah dari tadi menunggu perempuan itu bangun.


"Sayangku! Selamat pagi!" Ucap Leora menenggelamkan tubuh kecilnya di pelukan hangat tubuh kekar Angkasa.


"Bagaimana perasaanmu?" Tanya Angkasa yang cemas kalau istrinya masih memikirkan kejadian kemarin.


"Suamiku akan menenangkanku." Jawab Leora yang sangat paham tentang dirinya.


Dia yakin, saat kemarin malam dia tertidur, suaminya sudah berusaha mencari kebenaran.


"Kalau begitu, ayo mandi dulu. Aku juga sudah memasak untukmu." Kata Angkasa.


Setelah mandi 1 setengah jam, sarapan 40 menit, kedua orang itu kini duduk di balkon rumah.


"Ceritakan padaku!" Ucap Leora dengan wajah manjanya, meski kesedihan masih tergambar samar di wajah perempuan itu.


"Sini," Kata Angkasa menarik perempuan itu kedalam pelukannya lalu memberi beberapa ciuman di puncak kepala Leora.


Leora menikmatinya dan memeluk pria itu dengan erat, melakukan kebiasaannya menikmati aroma tubuh suaminya.


"Jadi, beberapa hari setelah berpisah denganmu saat di rumah sakit, Kakek menghubungiku.

__ADS_1


Dia menceritakan semua kebenaran yang ia simpan.


Tetang pertukaran identitasmu dengan Liona." Kata Angkasa membuat Leora mengeratkan pelukannya.


Perempuan itu begitu takut kalau saja ia mendengar alasan di balik diamnya Tetua, takut kalau alasan itu melukainya lagi dan lagi!


"Sayang, Kakek melakukannya karena dia tahu, di rumah Casiora tidak ada satu pun orang yang akan memperlakukanmu dengan baik.


"Kakek takut kalau sampai Liona melukaimu lagi.


Sementara Kakek tidak bisa terus di rumah, dia memiliki penyakit yang harus di di sembuhkan di luar negeri.


Apa lagi, saat itu, kau sudah terlanjur lumpuh, kakek sangat cemas padamu!


Yang dipikiran kakek hanya bagaimana caranya supaya kamu cepat menjauh dari Liona.


Dia menyuruhku berjanji untuk memperlakukanmu dengan sangat baik dan mencintaimu sepenuh hati.


"Bahkan saat itu, kakek mengatakan padaku kalau aku tidak perlu memberikanmu banyak harta ataupun kemewahan, karena yang paling penting adalah sebuah kasih sayang dalam rumah tangga.


Kakek takut kalau kau tetap di rumah Casiora, kau akan semakin menderita." Angkasa menghela nafas, "Tapi,, maaf sayang, saat itu aku bahkan tidak bisa mengenalimu, hingga mengingkari janjiku pada Kakek, aku terlalu buta pada balas dendam."


"Tidak, kau tidak bisa disalahkan. Semua itu karena salah paham. Tidak ada siapa pun yang salah." Isak Leora di pelukan Angkasa.

__ADS_1


"Sekali lagi maaf sayang." Lagi kata Angkasa yang selalu merasa tidak tahan melihat istrinya terluka.


Cukup di kekhilafannya Leora terluka, tidak ada lagi di masa sekarang, atau masa mendatang.


"Aku tahu, aku tahu kau menyesal. Tapi sekarang, kau sudah menebus semuanya, bahkan aku menjadi perempuan paling beruntung di dunia ini." Jawab Leora terharu.


"Makasih sayangku." Jawab Angkasa dengan lega.


"Tapi Sayang, mengapa Kakek tidak langsung membongkar kejahatan Liona saat Kakek menyadarinya?


Mengapa malah memilih jalan mengeluarkanku dari rumah?


"Apa lagi, saat itu Kakek tahu aku memiliki karir yang aku impikan sejak kecil.


Bahkan seorang kekasih yang kucintai, direbut paksa oleh Liona?" Tanya Leora beruntun membuat tatapan Angkasa menggelap.


Ia benci saat Leora mengatakan hal tentang Radit. Dia cemburu!!!


Apa lagi saya ini, Leora terkesan enggan menuruti keinginan kakeknya karena ada Radit yang dia cintai!


Tapi Angkasa berusaha menahan diri lalu menjawab "Itu karena Tetua ingin melindungi cucunya dan juga keluarga Casiora.


Kakek begitu berat mengorbankan sala satunya, jadi dia memilih menyelamatkan keduanya."

__ADS_1


#info!


2 bab lagi sebentar pagi ya... otor ngantuk tingkat dewa! Butuh mimpi jadi miliarder!


__ADS_2