
Angkasa duduk di dalam mobil dengan perasaan cemas nya saat melihat para anak buahnya sudah menyebar untuk mencari istrinya.
Tapi dia tetap menahan dirinya untuk tetap berada di dalam mobil, hal itu karena ia mengerti, dia tidak mungkin membuat kehebohan dengan mengunjungi sebuah perusahaan industri hiburan selain Angkasa Raya.
Beberapa saat kemudian, seorang perempuan keluar dari gedung dan disambut oleh beberapa anak buahnya yang masih berjaga.
Perempuan itu tampak kesal berbicara dengan anak buahnya.
Namun begitu, kegelisahan angkasa langsung pudar saat ia melihat sosok perempuan itu.
'Dia semakin cantik dengan wajah seperti itu.' gumamnya menikmati wajah bersinar Leora.
Setelah beberapa saat, perempuan itu terlihat berjalan cepat ke sebuah mobil pengawal yang berada di baris paling belakang.
Angkasa menggertakkan giginya sembari mengepal kuat tangannya. Tapi ia tidak bertindak ceroboh dan membiarkan mobil melaju meninggalkan dunia hiburan.
"Hentikan mobil mereka!" Perintah Angkasa saat mereka sudah memasuki jalan yang tidak terlalu ramai.
Bunyi decitan rem menyambut kata-kata Angkasa lalu pria itu keluar dari mobil dan memasuki mobil yang ditumpangi Leora.
__ADS_1
Dengan tatapan tajam ia melihat perempuan yang yang duduk di dalam mobil.
'Dia terluka karena ulahku?!' gumam Angkasa hendak melunakkan wajahnya, tapi ia terkejut saat perempuan itu malah mengiranya sebagai bayangan.
Angkasa mempertahankan wajah marahnya dan membiarkan Leora memencet pipinya dengan ujung jari Leora.
Detik berikutnya ia sudah tidak tahan untuk memarahi perempuan itu. Angkasa langsung menyambar Leora ke dalam pelukannya.
"Jalankan mobilnya!" Perintah Angkasa sambil memegang tengkuk Leora dan mendaratkan ciuman di bibir istrinya.
"M!" Seru Leora karena terkejut dengan mata melotot nya ia melihat pria itu, pria yang sudah mengacaukan hari harinya.
Barulah ketika Leora sudah kehabisan nafasnya lalu pria itu menghentikannya.
"Hah,, hah,, hah,,," Leora berusaha memenuhi seluruh paru-parunya dengan semua udara yang bisa ia hirup.
"Maafkan aku," ucap Angkasa berusaha mengerti Leora dengan sedikit melonggarkan pelukan mereka walau hanya sedikit. Karena jujur, dia tidak mau membiarkan Leora menjauh darinya walau hanya sinchi saja.
Beberapa puluh detik berusaha menormalkan pernafasannya, Leora akhirnya bisa bernafas normal dan menatap pria yang memeluknya.
__ADS_1
"Kau benar-benar kembali?" Ucapnya menjepit kedua pipi Angkasa dibawa Kedua telapak tangannya.
"Hm, dan kau malah menghindariku?!" Tanya Pria itu dengan suara yang sedikit dibuat jengkel.
"Ini,, ini,, haha,, astaga!" Ucap Leora begitu senang lalu ia memeluk Angkasa dengan erat.
"Aku merindukanmu sepanjang hari. Aku ketiduran di ruang latihan karena kelelahan memikirkanmu!" Katanya sebelum membungkam bibir Angkasa.
Kata-kata Leora tentang memikirkannya sepanjang hari membuat Angkasa menjadi lebih agresif dan bersemangat.
Sepasang suami istri itu melepaskan rindu mereka dengan bergelut di dalam mobil.
Keduanya dibanjiri perasaan bahagia yang meluap-luap sembari mempererat pelukan mereka, rindu yang sudah lama ditahan akhirnya bisa dilepaskan.
Tapi keduanya tidak pernah sadar kalau seseorang yang sedang memegang stir mobil kini memiliki perasaan campur aduk.
Ketakutannya karena akan dihukum setelah melarikan istri tuannya bercampur dengan ketegangan karena menjadi orang ketiga yang tidak diundang di adegan pribadi atasannya.
'Ya Tuhan, bisakah kau membuatku sedikit tahu diri? Milikku tidak mungkin berdiri di saat-saat yang seperti ini!!' gerutu pria itu dalam hati sembari menangis tanpa air mata.
__ADS_1