
Mobil yang dikendarai Yosi baru saja memasuki pekarangan rumah saat ponselnya berdering.
"Angkat saja dulu." Kata Leora saat mobil berhenti lalu perempuan itu membuka pintu mobilnya secara mandiri dan keluar membawa buket bunganya.
"Terima kasih Nyonya." Ucap Yosi sebelum memandangi ponselnya di mana nama Anggara tertera disana.
"Ya Tuan." Yosi mengangkat panggilan masuk.
"Kau bertukar posisi dengan Dimas. Dimas sudah dalam perjalanan untuk menggantikanmu." Ucap Anggara dari seberang telepon membuat Yosi menegang di tempatnya.
Yosi terpaku mendengarkan nada sambungan telepon yang telah diputus.
Dalam setiap misi pada pekerjaan mereka, siapa pun yang digantikan secara tiba-tiba pastilah karena sesuatu telah terjadi.
'Benar 'kan, dugaanku benar!' ucap Yosi dalam hati sebelum membuka pintu mobil dan pergi menemui Leora yang sedang membaca naskah di depan TV.
"Nyonya," katanya menyapa Leora,
membuat perempuan yang sedang duduk di sofa langsung mengarahkan perhatiannya pada Yosi.
"Saya hendak pamit. Baru saja saya mendapat kabar Kalau saya akan bertukar posisi dengan salah satu rekan kerja saya." Kata Yosi membuat Leora terkejut.
__ADS_1
"Kenapa? Apa sesuatu sudah terjadi?" Tanya Leora.
"Tidak, ini hanya rolling yang biasa dilakukan." Jawab Yosi.
"Ahh, kalau begitu aku tidak akan menghalangimu." Ucap Leora dijawab Yosi dengan membungkukkan badan pada Leora sebelum pria itu meninggalkan Leora.
Leora memandangi kepergian pria itu, entah kenapa ia merasa janggal dengan kepergian Yosi yang sangat tiba-tiba.
Tapi dia tidak memikirkannya lebih jauh dan kembali fokus pada naskahnya.
Setelah 30 menit menenggelamkan diri dalam naskahnya, seorang pengawal yang berpakaian layaknya pengawal kembali mendatangi Leora.
"Apa kau pengawal yang menggantikan Yosi?" Langsung tanya Leora.
"Hubungilah Yosi dan tanyakan padanya tentang apa yang harus dilakukan oleh pengawal ku." Kata Leora memperhatikan pakaian Dimas yang sangat formal.
"Baik Nyonya." Jawab Dimas lalu pria itu meninggalkan Leora.
Leora menghela nafas dan kembali meraih naskahnya, ia baru akan membaca saat ponselnya berdering.
Panggilan dari Leora palsu.
__ADS_1
"Halo?" Jawab Leora dengan suara malas.
"Apa yang kau lakukan?! Bukankah aku menyuruhmu untuk mundur dari audisi? Mengapa kau tetap mengikuti audisi nya?!" Langsung tanya perempuan dari seberang telepon.
"Aku hanya mengira kau menyuruhku agar tidak mengambil peran utama, tapi boleh mengambil peran pendamping.
Aku mengikuti audisi untuk peran pendamping." Jawab Leora dengan santai.
"Kau!! Jangan membohongiku! Kau pasti sudah tahu kalau audisi ini diadakan hanya untuk pemeran utama, karena peran pendamping sudah ditentukan dari awal!
Semua peran pendamping diberikan pada aktris, bukan pada model!" Ucap Liona dengan suara ditahan karena takut seseorang mendengar pembicaraannya.
"Ahh, harusnya kau sudah tahu juga kalau aku sedang berada di agensi kecil yang terlalu sulit untuk mendapatkan informasi.
Kau juga tahu kalau statusku sekarang sebagai model pemula, jadi terlalu banyak informasi yang ditahan pihak agensi untukku!" Ucap Leora sambil tersenyum menikmati pembicaraan mereka.
"Kau!! Awas saja kalau kau berani berbohong!
Ingat ya, kalau aku tidak mendapat peran utamanya, aku akan membongkar hubungan Luna dan Ayah!" Lagi ucap Liona diikuti sambungan telpon yang terputus.
"Hah,,, dia sangat kekanakan. Tentu saja dia akan mendapatkan perannya. Tapi,, mungkin agak sulit.
__ADS_1
Juga, dia mungkin mendapat beberapa cemoohan dari model lain." Leora tersenyum puas melemparkan ponselnya lalu kembali fokus pada naskahnya.