
Tengah malam Leora mengerutkan keningnya saat perutnya mendemonya karena belum di isi.
"Kau sudah bangun?" Tanya Angkasa yang sedari tadi menunggu perempuan itu untuk bangun.
"Hmmm, aku lapar." Ucap Leora dengan manja sembari menggosokkan wajahnya di dada bidang suaminya.
"Aku tahu. Ayo bangun dan makan." Kata Angkasa mengusap rambut Leora membuat perempuan itu mengabaikan rasa laparnya karena merasa sangat nyaman dengan perlakuan suaminya.
"Sebentar lagi." Kata Leora dengan malas sembari tangannya mengeratkan pelukannya pada tubuh Angkasa.
"Baiklah. 5 menit." Jawab Angkasa sambil terus membelai Leora sampai waktu yang ditentukan akhirnya berlalu.
Namun, perempuan yang ada di pelukannya masih terlihat enggan untuk meninggalkan kasur.
Leora menahan rasa laparnya dan menikmati perasaan hangat dipeluk oleh suaminya "5 menit lagi." Katanya.
"Tidak ada! Kau bisa sakit nanti!" Kata Ankasa langsung membangunkan Leora dengan paksa.
"Mmh!!" Leora bersikap manja lalu menjatuhkan tubuhnya ke pelukan suaminya.
"Kalau kau begini, ibu bisa cemas dan datang langsung membangunkanmu."
Tok,, tok,, tok,,...
"Kalian sudah bangun? Kenapa tidak turun makan?" Tanya Anasta dari balik pintu.
"Kami segera turun." Jawab Angkasa menghela nafas.
__ADS_1
Perempuan di pelukannya terlihat kehilangan jiwanya.
"Tidurlah kembali aku akan membawakan makanan dari bawah." Kata angkasa melepaskan tangan Leora yang melingkar di tubuhnya.
"Tidak!" Leora mengagetkan Angkasa.
"Aku tidak mau ditinggal sendirian!" Kata Leora membingungkan Angkasa.
"Kenapa?" Tanya Angkasa.
"Pokoknya aku akan selalu menempel padamu!" Lagi Kata Leora membuat Angkasa tersenyum puas lalu menarik perempuan itu kembali memeluknya.
"Kenapa istriku jadi manja begini?" Ucapnya penuh kehangatan.
Setelah lama saling menggoda di kamar, keduanya akhirnya turun ke lantai bawah dan makan bersama di ruang makan.
Di tengah acara makan mereka, Leora terkejut saat Liona dan Luna tiba-tiba saja datang dan bergabung dengan mereka.
"Halo Adik ipar." Ucap Liona tersenyum.
"Kalian baru makan malam? Ini sudah jam 11 malam?" Tanya Leora yang merasa ganjal dengan dua orang itu.
"Aah itu, kami juga ketiduran." Jawab Liona mulai menaruh makanan ke piringnya.
"Kebetulan sekali jika kita berempat sama-sama ketiduran dan baru makan malam di jam seperti ini.
Apakah ini ini merupakan sifat alami yang dimiliki oleh sesama keluarga?" Ucap Leora membalas senyum Liona.
__ADS_1
Tapi Luna yang mendengar ucapan itu langsung tersinggung di dalam hatinya.
'Hanya anak yang tidak dianggap! Menyingkirkanmu lebih mudah daripada mengusir lalat' Gumam Luna dalam hati.
"Tentu saja, kita semua kan keluarga." Jawab Liona bersikap cuek lalu mereka melanjutkan makannya masing-masing.
Liona memperhatikan sikap Angkasa terhadap Leora.
Pria itu bahkan lupa memakan makanannya sendiri karena sibuk menaruh makanan ke piring istrinya.
'Dasar! Mereka bersandiwara saat berada di rumah dan bertengkar saat berada di rumah mereka sendiri.
Aku penasaran Bagaimana cara Angkasa menyiksa Leora untuk membalas dendamnya yang salah orang.' gumam Liona merasa jijik dengan tingkah laku kedua orang dihadapannya.
"Sayang,, kau menaruh terlalu banyak makanan ke piring ku! Aku tidak bisa menghabiskan semuanya!" Tiba-tiba gerutu Leora saat melihat piringnya sudah penuh dengan makanan.
"Kau sudah kenyang?" Tanya Angkasa.
"H'mm!" Jawab Leora meletakkan sendoknya.
Melihat tingkah istrinya, angkasa langsung meraih piring Leora dan mulai memakan makanan sisa di piring istrinya.
2 perempuan yang melihat kejadian itu hanya bisa menatap tak percaya.
'Mereka bersandiwara sampai segininya? Ck,, ck,, Leora sengaja memanfaatkan momen ini untuk mengerjai suaminya.
Cih, Padahal semua orang di sini tahu kalau mereka berdua memiliki hubungan yang buruk.' Cibir Liona dalam hati.
__ADS_1