Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 93. Suami cemburu buta tingkat dewa


__ADS_3

"Kau sudah mendapat informasinya?" Tanya Angkasa saat Anggara tiba di rumahnya.


Hari masih pagi dan Leora masih lelap dalam tidurnya.


Suasana hati Angkasa masih buruk, jadi pria itu masih memperlihatkan aurah kesuraman.


Anggara menahan nafasnya, ia sudah menahan informasi itu selama berhari-hari dan baru saja kemarin Angkasa membuat keonaran di perusahaan.


Jadi saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengatakan informasi itu.


Kalau angkasa tahu bahwa Leora bersikeras masuk dalam tim WO karena ada Radit di sana, maka pria itu bisa menghancurkan seluruh dunia!


"Kau belum mendapat informasinya?" Tanya Angkasa menatap tajam pada Anggara.


Anggara baru saja akan menjawab saat tiba-tiba Leora berlari dari tangga dengan tergesa-gesa.


Kedua pria itu menatap Leora dengan terkejut lalu perempuan itu langsung melompat ke pangkuan angkasa.


"Hah,, kau di sini!" Langsung kata Leora memeluk erat Angkasa.


"Ada apa?" Tanya Angkasa merasakan meraba rambut Leora yang basah akibat keringat.


Liora tidak mengatakan apapun dan hanya mempererat pelukannya sambil mengatur nafasnya yang terengah-rengah.


'Astaga,, bagaimana cara mereka bermain?' Gumam Anggara saat tatapannya lnagsung tertuju ada leher kedua orang itu.


Penuh dengan memar kebiruan!


Tapi Anggara tidak mau menyia-nyiakan kesempatan.


Lebih baik melaporkannya sekarang dari pada nanti saat malaikat penyelamat tidak ada.


"Tuan, saya akan lanjut mengatakan laporannya. Tim produksi WO-"


"Diam!" Langsung potong Angkasa membuat Anggara hanya bisa menghela nafas.

__ADS_1


"Ada apa dengan WO?" Tanya Leora yang masih setia di pelukan Angkasa.


"Tidak penting. Kau baik-baik saja?" Tanya Angkasa.


"Mmh, aku hanya kaget saat bangun, kau tidak ada. Kupikir kau pergi meninggalkanku!" Ucap Leora dengan suara kesedihannya.


"Memangnya aku mau pergi kemana?" Tanya Angkasa saat hatinya bergejolak tak menentu.


"Tidak ada! Tapi kemarin malam kau bersikap dingin padaku!" Ucap Leora memukul dada suaminya. "Kau membuatku takut!"


Angkasa tertegun, ia tidak menyangka istrinya akan segini marahnya hanya karena kemarin malam ia memperlihatkan sedikit kekesalannya pada Leora.


"Maafkan aku." Kata Angkasa kemudian.


Leora menatap Angkasa sesaat, "Tapi mengapa kalian membahas WO?" Lagi tanya Leora yang merasa ada sesuatu yang tidak beres.


"Tuan berpikir Nyonya bersikeras masuk ke tim iklan WO untuk bertemu Radit. Dia sangat marah hingga-" Anggara menghentikan ucapannya saat tatapan Angkasa sangat tidak bersahabat padanya.


"Bertemu Radit?" Leora tak habis pikir hingga ia menatap kedua pria itu secara bergantian.


Perempuan itu langsung beralih memberi tatapan kemarahan pada Anggara.


"Ya!! Darimana keberanianmu menfitnahku?! Kenapa aku harus bertemu dengan seorang penghianat?!" Teriak Leora pada Anggara lalu ia kembali menatap suaminya seolah mengadu karena baru saja di tindas oleh Anggara.


Anggara tersedak udara!


'Astaga Nyonya! Anda terlalu kejam padaku!'


"Aku percaya padamu." Ucap Angkasa membuat Leora merasa lega.


"Suamiku yang paling pengertian!" Kata Leora tersenyum lepas. "Aku bersikeras masuk ke WO karena urusan perempuan. Radit dan Liona hanya bonus untukku.


Sekali mendayung 3 pulau terlampaui!" Ucap Leora kemudian.


Ucapan Leora membuat beban di hati Angkasa langsung lenyap seperti embun yang terkena cahaya matahari.

__ADS_1


Jadi istrinya bersikeras masuk ke WO hanya untuk balas dendam karena cemburu?!


Tapi masih ada 1 hal! Bagaimana dengan ekspresi di hari pertunangan Liona?


"Lalu sayang, kenapa kau tampak sedih di pertunangan Liona dan Radit?" Tanya Angkasa.


Leora tertegun! Pria ini telah salah paham besar!


Dia telah cemburu buta sampai tingkat dewa!


"Kau!! Aku tidak percaya suamiku tidak mempercayaiku sedikit pun!


Mana mungkin aku sedih karena cemburu pada mereka!" Leora langsung bersandar di dada suaminya.


Angkasa merasakan Leora menghela nafas beberapa kali, sepertinya sedang menenangkan diri.


"Aku,, aku hanya kecewa, dari banyaknya orang di rumah itu, mereka semua tidak bisa membedakan ku dengan Liona.


Atau mereka senang menutupinya?


Mereka terlalu kejam melakukannya!


Aku juga anak mereka!" Ucap Leora mulai terisak merasakan ketidakadilan yang dilakukan keluarganya.


Angkasa langsung berdiri menggendong Leora dan naik ke lantai atas.


Ia pernah menjadi sala satu dari orang-orang itu!


"Astaga Nyonya! Kisahmu begitu sedih!


Tapi tidak bisakah kau lebih terbuka pada Tuan?


Sekali dua kali membuat Tuan salah paham, itu masih bisa kutahan.


Tapi jika berkali-kali begini, bukan hanya aku!

__ADS_1


Semua orang di perusahaan terkena imbasnya sampai beberapa masih berada di rumah sakit!" Ucap Anggara frustasi!


__ADS_2