Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 39. Kecurigaan Vin


__ADS_3

"Halo Kak Siya," jawab Liona mengangkat teleponnya yang sudah berdering beberapa kali.


"Vin sedang dalam perjalanan untuk menjemputmu, kalian akan pergi ke luar negeri untuk sebuah pekerjaan yang sudah ku terima.


Ingat, kali ini jangan mempermalukan perusahaan kita, apalagi sampai membawa masalah pribadimu di dalam pekerjaan.


Aku tutup telponnya." Ucap perempuan itu yang masih sedikit kesal dengan Liona.


Liona melemparkan ponselnya di atas tempat tidur.


"Sial!! Perempuan itu masih selamat. Sepertinya aku harus menggunakan cara lain untuk nya." Ucap liona yang sebenarnya sudah merencanakan akan membuat kejutan untuk Luna, tapi perjalanannya ke luar negeri malah menghalanginya.


Setelah bersiap, akhirnya Vin datang juga menjemputnya. Ia langsung pergi ke bandara, di tengah perjalanan dia menghubungi orang-orang suruhannya.


"Halo Bos," jawab seorang pria dari seberang telepon.


"Bagaimana tugasmu?" Langsung tanya Liona sambil memandang pada Vin yang sedang memperhatikannya.


"Maaf Bos, dia berhasil kabur sebelum kami memberinya obat." Jawab pria dari seberang telepon membuat Liona menjadi lebih kesal.


Namun ia berusaha menahan diri untuk tidak mencaci di depan Vin.


"Baiklah, aku akan menelpon mu lagi nanti." Jawab Liona dengan suara tenang meski tangannya sedang terkepal kuat.


Setelah telpon itu ditutup, Vin langsung membuka mulutnya "Kak Leora punya telpon lain? Kenapa tidak memberitahuku?" Tanya Vin.


"Haruskah aku melapor padamu untuk setiap barang yang kumiliki?" Tanya Liona yang semakin kesal dengan pertanyaan Vin.


"Kak Leora, harusnya aku tidak perlu menjelaskannya lagi, tapi Kak le5ora harusnya sudah tahu bahwa setiap akun yang kak Leora miliki harus dipantau langsung oleh perusahaan.


Kalau Kak Leora memiliki dua telpon, otomatis ada dua akun dan nomor telepon yang kali orang miliki. Bukan begitu Kak?" Tanya Vin.


'Sial! Kenapa aku tidak mengetahui tentang ini? Merepotkan saja!' Kesal Liona sebelum menghela nafas lalu menjawab asistennya.


"Maafkan aku, aku akan mendapatkannya nanti saat kita kembali.


Sekarang aku ingin tidur, tolong jangan berisik dan putarkan musik untukku." Lagi kata Liona lalu ia bersandar dan memejamkan matanya.


Vin tidak mengatakan apapun dan hanya menyalakan musik untuk Liona. Tapi dalam hatinya, ia merasa sangat aneh bahwa perempuan yang bersamanya di dalam mobil memiliki banyak perubahan sejak beberapa bulan terakhir.


'Aku harus mendiskusikan ini dengan Kak Siya. Kalau Kak Leora terus bersikap seperti ini, maka lambat laun bisa merusak karirnya.


Lagipula selama beberapa bulan terakhir dia terlihat berbeda dari Leora yang dulu kukenal.

__ADS_1


Sikapnya menjadi kasar dan terutama dia banyak menyimpan rahasia.


Terlebih lagi, dia semakin aneh, dulunya dia sama sekali tidak suka jika dia tidur dan musik di dalam mobil menyalah, mengapa jadi berubah?' gumam Vin.


Setelah perjalanan yang melelahkan mereka akhirnya tiba di sebuah perusahaan terkenal yang akan bekerja sama dengan mereka.


Begitu memasuki perusahaan Liona melihat orang-orang disana tersenyum ramah padanya.


'Gawat, apakah Leora mengenal orang-orang ini?' pikirnya dengan cemas.


"Kak Leora, kita akan bertemu dengan direktur perusahaan.


Aku tahu kak Leora sangat dekat dengannya, jadi aku tidak perlu menemani Kak Leora, aku akan pergi ke ruang persiapan dan memastikan semuanya sudah sesuai dengan keinginan kita." Kata Vin membuat Liona kembali menggertakkan giginya.


"Tidak, kau harus tetap pergi bersamaku. Oya, ceritakan lagi padaku bagaimana kedekatan ku dulu dengan Direktur. Oh,, dan siapa namanya?" Tanya Liona yang memang tidak tahu informasi apapun.


Namun pertanyaannya membuat Vin menghentikan langkahnya dan menatap Liona dengan curiga.


"Baiklah, sebenarnya beberapa bulan yang lalu aku neng alami kecelakaan, aku terjatuh di kamar mandi dan mengalami sedikit geger otak.


Aku tidak mau kalian mencemaskan ku jadi aku menyembunyikannya.


Beberapa ingatanku seperti hilang, jadi aku harap kau mau mengerti dan tidak memberitahukan apapun pada orang lain, terutama keluargaku." Ucap Liona dengan wajah sedih yang sangat meyakinkan.


Kak Leora bahkan harus menyembunyikannya dari orang lain, terutama keluarga kakak sendiri.


Kalau begitu, kita masih punya waktu selama 30 menit.


Ayo ke ruang ganti dan aku akan menceritakan banyak hal penting tentang perusahaan ini pada Kakak." Ucap Vin membuat Leora merasa sangat lega.


'Hah, untung saja dulu Leora sangat dekat dengan perempuan ini dan dia sangat mudah menarik perhatian orang lain.


Jadi aku lebih mudah dan pengaruhi Vin, karena dia sangat mmempercayai Leora.


Hah,,, tapi mengapa aku jadi kesal dengan pencapaian Leora?' Gumam Liona mengikuti Vin ke dalam lift.


Setelah tiba di ruang ganti, Liona begitu terkejut melihat Vin memberikannya sebuah file yang terdiri dari 2000 halaman.


"Ini,, ini semua?" Tanya Liona tak percaya.


"Kak Leora, ini semua memang informasi tentang kerjasama kita dengan perusahaan ini.


Memang sangat banyak, tapi Kak Leora bisa mempelajari yang di garis bawahi saja. Karena itu adalah yang paling penting untuk kak Leora ketahui." Ucap Vin membuat Liona menjadi semakin kesal.

__ADS_1


'Sial!! Kalau seperti ini caranya, aku bisa botak membaca semuanya.' Gumam Liona melihat terlalu banyak tulisan yang diberi garis bawah.


"Baiklah, aku akan membacanya sekarang tapi aku butuh tempat yang tenang untuk membacanya." Ucap Liona membuat Vin cara keluar dari ruangan itu.


Begitu Liona sendirian, ia langsung mengambil ponselnya dan menelepon Leora.


Saat itu Leora baru saja selesai latihan dan mereka diberi waktu untuk istirahat selama 2 jam.


Leora memandangi nama Leora Palsu di layar HPnya sebelum mengangkat telpon itu.


"Halo Adik sayang..." Katanya.


Liona langsung menggertakkan giginya saat ia mendengar suara perempuan itu. 'Sial!! Harusnya aku menyewa orang yang lebih berbakat untuk menyingkirkan nya.


Tapi sepertinya memang benar kalau aku menundanya dulu sampai aku benar-benar mengerti tentang karirnya.


Dia masih berguna untuk memberikan informasi seperti di saat-saat ini.' gumam Liona.


"Aku mau kakak memberitahu aku informasi tentang perusahaan LK. Terutama tentang direktur dan semua orang yang seharusnya dekat dengan kakak." Ucap Liona.


"Ohh, kau pikir hanya dengan mengatakan satu kalimat itu maka aku akan langsung menurutimu? Sayang sekali tidak, sudah cukup baik aku tidak membeberkan tentang pertukaran identitas kita, jadi nikmati saja hari-harimu adikku tersayang." Ucap Leora sebelum menutup telepon itu.


"Tapi sebaiknya aku mengirimkannya. ini akan membantunya sukses dan menghindarkan ku dari setiap rencana jahatnya." Lagi kata Leora sebelum meraih laptopnya.


....


"Ada apa denganmu? Mengapa tensimu jadi rendah sekali seperti ini?" Tanya Gina setelah mengecek kesehatan Anggara


"Maafkan aku, " kata Anggara menarik Gina kedalam pelukannya.


"Apa pria itu masih terus menyusahkan mu? Bahkan dia membuat kita bertemu hanya 4 jam dalam sehari.


Memangnya Apa yang dia lakukan hingga pergi subuh-subuh dan pulang larut malam?


Tidak bisakah dia mengerti Kalau ada orang yang tersiksa menahan rindu, menunggu suaminya di rumah?" Kata Gina dengan kesal.


"Dia tidak menyusahkan, ini menyangkut urusan pekerjaan." Jawab Anggara sambil membelai perut Gina.


" Siapa yang bekerja nonstop dari subuh sampai larut malam? Memangnya, apa yang kalian kerjakan?" Lagi tanya Gina.


"Jangan mengeluh, kita masih beruntung bisa bertemu seperti ini sementara Angkasa dan Leora, mereka belum bertemu sekalipun karena terlalu sibuk." Lagi kata anggara yang tidak mau jika istrinya menyalahkan orang lain apalagi tentang angkasa.


"Hah,,, baiklah." Jawab Gina.

__ADS_1


...


__ADS_2