Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 116. Ganjaran untuk pelakor.


__ADS_3

Yosi baru saja kembali ke apartemennya saat ponsel yang digunakan untuk menyamar tiba-tiba berdering.


Yosi mengeryit melihat nama pemanggil 'LUNA'.


'Hmm,, dia masih berharap, ck!' Gumam Yosi melempar ponsel itu.


Ia hendak tidur ketika tiba-tiba saja sebuah pesan kembali masuk.


Yosi mengeryit membuka aplikasi chatnya.


"Aku menunggumu di cafe lemon."


"Cepatlah kemari, aku menjadi bosan menunggumu."


"Kau dimana?"


"Mengapa tidak membaca pesanku? Aku merindukanmu setengah mati!"


Ada puluhan pesan yang dikirim Luna.


Yosi tersenyum meremehkan membaca pesanan itu.


Ia baru akan melempar ponselnya saat pesan lain masuk.


"Akhirnya kau membaca pesanku. Aku sudah seharian menunggumu. Kau dimana?"


Yosi membiarkan chatnya terbuka lalu ia meninggalkan ponselnya.


Hal itu membuat seorang perempuan yang mengirim chat langsung mengeram dengan marah.

__ADS_1


"Sialan! Beraninya dia mempermainkanku!" Ucap Luna saat semua pesan yang dikirimnya langsung tercentang selesai dibaca oleh Yosi, tapi tak pernah ditanggapi oleh Yosi.


"Maaf Nona," Seorang pelayan tiba-tiba datang menghampirinya.


"Ada apa?!" Tanya Luna dengan kesal karena suasana hatinya sedang terlalu buruk untuk bersikap baik pada sesama perempuan.


"Maaf Nona, anda sudah seharian duduk di tempat ini.


Dan sekarang sudah malam juga, toko kami hendak tutup.


Ini, tolong bayar bill-nya di kasir." Kata pelayan itu membuat wajah Luna yang semula berwarna merah karena kemarahan kini berubah biru keunguan.


"Bill," mengambil tagihan dari pelayan itu lalu melihatnya sambil melototkan matanya.


Rp. 750.000!


"Ba,, bagaimana bisa tagihan ku sebanyak ini?!" Uacpnya tak percaya.


"Silahkan periksa rincian tagihannya." Lagi kata seorang pelayan sambil mengamati Luna yang terlihat panik.


Jangan sampai dia mendapatkan pelanggan yang tak berduit!


"Ini,, mengapa aku minum terlalu banyak?!" Ucap Luna dengan cemas menyentuh perutnya.


Dia akan segera menjadi babi!


Detik berikutnya, perempuan itu langsung menunjukkan wajah kesalnya pada pelayan yang berada di dekatnya.


"Ya!!!" Bentaknya "Bagaimana bisa kalian memberikan pelayanan yang begitu buruk?!

__ADS_1


Kalian tidak memperhatikan pelanggan kalian dan membiarkannya minum terlalu banyak!


Sekarang dietku jadi gagal!" Teriak Luna.


"Aahh,, maaf karena sudah mengacaukan dietmu!


Tapi cafe kami tidak bisa memberi pelayanan terbaik pada perempuan tak berduit!" Langsung kata seorang perempuan yang kini membuat Luna semakin pucat di tempatnya.


"Ka,, ka,, kau!!" Luna gemetaran.


"Satpam, tolong seret dia ke belakang! Karena dia sudah tidak bisa membayar, aku akan membuatnya membayarnya dengan tubuhnya!" Ucap perempuan yang merupakan sala satu bawahan Bambang yang pernah disiksa habis-habisan oleh Luna saat Luna masih berpura-pura menjadi anak angkat Bambang.


"Kalian!! Siapa bilang aku tidak bisa membayarnya?!


Aku memiliki seorang kekasih yang sangat kaya raya! Dia bahkan memiliki black royal Master Card di sakunya!


Kalau dia tahu kalian memperlakukanku seperti ini, kalian akan segera disingkirkan dengan satu kata yang keluar dari mulutnya!" Teriak Luna saat ia diseret ke belakang.


Luna sangat terkejut saat ia dilemparkan ke dalam ruangan lalu dua orang pria yang hanya memakai pakaian dalam langsung menyambutnya.


"Nikmati waktu kalian! Pastikan kalian menularkan banyak virus pada nya!" Ucap Perempuan yang menjadi menejer cafe.


"Vi,,Vi,, virus?! Virus Apa maksudmu!" Teriak Luna ketakutan saat melihat dua orang pria yang sudah menatapnya bagai binatang buas yang sedang memojokkan mantannya.


Tidak masalah jika kedua pria itu memperkosanya dengan btutal karena dia sudah terbiasa dengan hal seperti itu.


Tapi jika dia ditulari dengan penyakit menular,, sebaiknya itu tidak pernah terjadi!


"Kau akan tahu setelah lama bersenang-senang dengan mereka." Jawab manajer cafe sebelum menutup pintu dan membiarkan ketiga orang itu bersenang-senang di dalam ruangan yang sudah ia siapkan.

__ADS_1


'Balasan yang tepat untuk pelakor tingkat akut!'


__ADS_2