
Dengan semua media yang diundang, dan banyaknya orang-orang penting di pernikahan Liona dan Radit membuat kedua pengantin jadi semakin bahagia.
Proses pemberkatan, pemasangan cincin, pemotongan kue dan serangkaian acara lainnya berjalan dengan lancar.
Leora dan Angkasa duduk di salah satu meja terpojok sambil melihat ke layar ponsel mereka.
Mengabaikan keriuhan di sekeliling mereka termasuk lirikan kesombongan dari mempelai.
"Sayangku! Kamu salah tekan!" Gerutu Leora menepuk pelan tangan suaminya.
"Tidak, itu tidak salah tekan, aku sengaja melakukannya." Jawab Angkasa dengan wajah santai.
"Kalau begitu, kau sengaja melakukannya supaya kita cepat kalah!" Kesal Leora.
"Mana ada," jawab Angkasa kembali menyentuh layar.
"Sayang!! Bagaimana bisa kau begitu bodoh?! Lihat! Kita sudah kalah!" Gerutu Leora melihat raja mereka telah dikepung oleh pion dan benteng milik musuh.
"Siapa bilang?!" Ucap Angkasa memindahkan kudanya.
Triririrririririiiiiiiiiiiinggg......
Win! Win! Win!
"Hah? Kita menang? Bagaimana kau?!" Leora tercengang.
"Itu namanya taktik! Memberi nafas pada musuh sebelum menjatuhkannya!"
"Wahhh! Suamiku pandai! Musuh yang kesenangan akan lengah, lalu kita bisa bergerak bebas menghancurkan mereka!"
"Musuh? Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Anasta yang tak sengaja mendengar percakapan kedua orang itu.
"Aah, Ibu, kami sedang bermain game online, permainan catur." Jawab Leora.
"Kalian bermain game di pernikahan kakak kalian? Apa itu sopan?" Ucap Anasta dengan tatapan tak suka.
"Maafkan kami Bu, kami hanya bingung saja harus melakukan apa?" Ucap Leora yang memang mereka berdua tidak diberikan tugas apa pun.
__ADS_1
"Sapalah beberapa tamu."
"Baik Bu," jawab keduanya.
"Baiklah, kalau begitu, ibu akan menyapa beberapa orang." Ucap Anasta lalu pergi meninggalkan Leora dan Angkasa.
"Sayangku, apakah kamu tidak akan menyapa siapapun?" Tanya Angkasa saat melihat Leora sama sekali tidak memiliki niat untuk menyapa siapapun.
"Hah,, untuk apa melakukannya? Bahkan tidak ada satu orang pun yang mengenalku. Wajah baru ini membuat banyak orang akan tertegun." Ucap Leora menghela nafas.
"Hi, Liona," tiba-tiba saja keduanya terkejut saat seseorang datang menghampiri mereka.
"Senior Calista." Liona memberi salam pada perempuan itu.
"Kebetulan sekali kita bertemu di sini. Aku ingin membahas sesuatu denganmu, dapatkah kita bicara sebentar? Berdua saja." Kata perempuan itu membuat Angkasa langsung menjulurkan tangannya di bawah meja dan memegang tangan lembut istrinya.
"Baiklah," jawab Leora.
"Kalau begitu, kita bicara di luar." Ucap Calista lalu perempuan itu segera berbalik berjalan ke arah balkon.
"Sayangku, tunggu di sini sebentar." Ucap Leora saat ia hendak berdiri.
"Hati-hati." Kata Angkasa memperingatkan istrinya sebelum melepaskan perempuan itu.
"Aku tahu." Jawab Leora sambil tersenyum lalu meninggalkan pria itu dan menyusul Calista yang yang sudah berjalan agak jauh.
Untuk pergi keluar, mereka berdua harus melalui sebuah koridor sempit yang sepi.
Saat Leora memasuki koridor itu, ia melihat Calista berjalan agak lambat dengan segelas anggur di tangan perempuan itu.
Di pertengahan lorong, Calista berhenti dan berbalik menatap Leora.
"Hah,, Aku cukup terkejut sewaktu kau memiliki keberanian mempermalukanku di acara WO.
Apa aku tahu siapa aku?" Calista memperingatkan Leora.
"Maaf, tapi sepertinya aku tidak melakukan apapun.
__ADS_1
Waktu itu aku hanya syuting seperti biasa, melakukan pekerjaanku sebagai model.
Dimana salahnya?" Tanya balik Leora.
"Kau!! Jadi sekarang kau mengatakan kalau aku memiliki akting yang payah hingga aku dipermalukan oleh model pemula sepertimu?!
Ckk!! Pantas saja kau mendapatkan suami seperti sampah sementara kakakmu menikah dengan orang yang luar biasa.
Itu semua terjadi karena Tuhan pasti sudah mengatur supaya sampah dipasangkan dengan sampah dan berlian dipasangkan dengan berlian!
Cih! Sampah yang menganggap dirinya berlian!
Lucu sekali!"
"Maaf, jika senior mengajakku berbicara hanya untuk ini, aku rasa Aku tidak perlu meladeni senior lagi.
Aku pergi!" Kata Leora hendak berbalik, tapi kemudian ia berhenti.
"Tunggu, Sebenarnya ada yang lebih penting lagi." Jawab Calista.
"Kalau begitu, cepat katakan, supaya kita bisa selesai dengan cepat." Kata Leora yang sudah tidak sabaran melihat sejauh mana keberanian Calista.
Baru saja Leora selesai berbicara saat Kalista langsung menyiram tubuh sendiri dengan anggur di tangannya lalu memecahkan gelas itu ke dinding.
"Bagaimana menurutmu?" Ucap Calista memegang potongan gelas yang masih tersisa di tangannya dan mengarahkan potongan tajamnya ke tangannya sendiri.
"Kalau aku mengatakan kau menyiramku dengan anggur dan memecahkan gelas nya untuk melukai ku, menurutmu apa yang akan terjadi?" Tanya Calista membuat wajah leora langsung berubah keunguan.
"Apa maksudmu?!" Tanya Leora mundur beberapa langkah.
"Kita lihat saja!" Ucap Calista lalu melukai dirinya sendiri menyebabkan darah keluar dari lengan kirinya lalu perempuan itu menjatuhkan dirinya ke lantai dan berteriak minta tolong.
Dalam sekejap, orang-orang yang berada di sekitar koridor langsung berkerumun di koridor sempit itu.
@Interaksi.
Tolong yang tahu jawaban dari pertanyaan di bawah ini, jangan pelit ya,,
__ADS_1