Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAb 104. Bawa aku ke rumah sakit


__ADS_3

Setelah berita yang didengar Anggara, pria itu meninggalkan kantor dan mengebut ke rumah Angkasa.


Pria itu masih di tengah jalan saat ponselnya berdering dengan nama pemanggil adalah Angkasa.


Anggara menepikan mobilnya lalu menghela nafas beberapa kali berusaha menenangkan diri untuk menjawab panggilan itu.


"Ada apa menelponku malam-malam?!" Tanya pria itu yang kini bersifat sebagai sahabat Angkasa karena sudah berada di luar jam kerja.


"Kita sedang bekerja!" Jawab pria dari seberang telepon membuat Anggara merasa tak berdaya dengan pria itu.


Ia hendak menyelamatkan Angkasa, tapi pria itu terus menyiksa batinnya.


Haruskah Ia tetap berbaik hati pada orang yang sudah membuatnya selalu bangun di tengah malam karena mimpi buruk?


"Baik Tuan." Jawab Anggara setelah diam selama 3 detik.


"Bersihkan semua gosip yang beredar dan aku mau setengah dari pekerjaan yang diberikan pada Calista di hentikan.


Berikan pekerjaan itu pada model-model kelas bawah.


Juga, Radit, aku mau dia segera meninggalkan dunia hiburan besok pag-" Angkasa belum menyelesaikan kata-katanya saat panggilan itu sudah terputus.


Leora datang merebut ponselnya.

__ADS_1


"Gawat!!!!" Langsung teriak Anggara kembali menancap gas nya dan mengebut ke rumah Angkasa.


'Sial! Dia berhenti tiba-tiba saat sedang mengatakan sesuatu yang sangat penting!


Dia pasti sudah memergoki istrinya berselingkuh!' gumam Anggara dengan keringat mengalir deras di punggungnya sembari membalap mobilnya.


Begitu tiba di rumah Angkasa, pria itu langsung turun dari mobil dan hendak berlari ke dalam rumah saat Yosi menahannya.


"Tu, tuan! Nyonya ada di dalam rumah bersama selingkuhannya!" Kata pria itu dengan panik.


"Kau!! Mengapa diam saja?! Mengapa tidak menyeret pria sialan itu keluar dan membunuhnya sebelum Angkasa mengetahuinya?!" Teriak Anggara dengan wajah memerah karena kemarahan.


"Ta,, tapi Tuan." Yosi tak berdaya di tempatnya karena ia diperintahkan untuk melindungi Nyonya


"Bodoh!" Lagi teriak Anggara sebelum menerobos ke dalam rumah dan langsung pergi ke kamar Leora.


Dia hampir sampai di pintu kamar saat melihat Leora keluar dari dalam kamar menggunakan gaun tidur tipis dengan panjang selutut.


Rambut perempuan itu agak berantakan!


"Anggara? Ada apa malam-malam kemari?" Tanya Leora yang terkejut melihat pria itu datang ke rumahnya pada pukul 1 subuh.


"Leora sialan! Beraninya kau-" Anggara tercekat saat seorang pria keluar dari kamar Leora dan menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


"Apa yang ingin kau katakan pada istriku?!" Tanya Angkasa dengan suara datar tapi aura yang ditunjukkan pria itu membuat kaki Anggara gemetaran.


'Bukankah seharusnya saat ini Angkasa baru saja memergoki istrinya yang sedang selingkuh?


Mengapa suasananya malah berbeda?!' Otak Anggara tak bekerja dengan benar.


"Ang,, Angkasa? Ka, kalian-"


"Ada apa denganmu?!" Tanya Leora yang kebingungan melihat pria didepannya


"Libur 3 harimu dibatalkan!" Lagi kata Angkasa secara tiba-tiba membuat Anggara benar-benar lemas di tempatnya.


Pria itu baru akan jatuh ke lantai saat Yosi muncul dari belakang dan menahan tubuhnya.


"Bawa aku ke rumah sakit!" Ucap Anggara di sela-sela nafasnya yang tersengal.


Yosi "..."


Leora sangat cemas melihat pria tak berdaya itu sudah dibopong oleh Yosi ke dalam lift.


Ia hendak mengejar saat tangan panjang yang besar dan dingin menarik pinggangnya lalu membawanya ke dalam kamar.


"Pria itu pantas mendapatkannya!" Ucap Angkasa melemparkan Leora ke tempat tidur sebelum bergabung dengannya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?! Aku hendak turun ke bawah untuk mengambil air putih!" Ucap Leora memberontak dipelukan Angkasa.


__ADS_2