
Calista melihat kepergian dua orang itu dan menghentakkan kakinya dengan geram.
Ia hendak memaki semua orang saat dia memperhatikan ruangan itu, semua kru sedang menatap ke arahnya dengan tatapan merendahkan.
"Kalian,, kalian,, kalian!! Beraninya kalian menatapku dengan tatapan seperti itu?!
Kalian sudah lupa siapa aku?!" Teriak Calista memperingatkan semua orang tentang jati dirinya dan statusnya.
Semua orang yang mendengar kata-kata perempuan itu hanya bisa berbalik mengerjakan perkejaan mereka.
Calista, kekasih pria idaman nomor 1 yang terkenal kejam!
"Sayang, sebaiknya kita kembali untuk istirahat." Ucap Radit membawa Liona keluar dari tempat syuting.
Dia tidak mau kalau Liona menjadi tempat pelampiasan Calista setelah semua orang kini mengabaikannya.
Keduanya berjalan beriringan saat mereka terhenti ketika melihat pemandangan ada di depan mereka.
Leora bersama Angkasa sedang bercumbu satu sama lain.
"Sa,, sayang? Itu,,," Liona pura-pura terkejut meski dalam hatinya ia merasa sangat senang karena ternyata Leora menggunakan trik murahan untuk mencapai keinginannya.
Bahkan rela disentuh-sentuh oleh seorang kru tingkat bawah untuk mencari perhatian.
__ADS_1
'Jadi ini sikap asli Leora? Mengapa aku baru tahu?!
Pantas saja sutradara sangat suka dengannya dan terus memujinya setinggi langit.
Itu semua karena dibelakang semua orang mereka sudah,,' Liona merasa sangat puas.
Sementara Radit, pria itu melihat Leora dengan tatapan nanar 'Leora, kamu memang sudah berubah! Menjijikkan seperti yang kupikirkan!
Sekarang aku yakin, tidak perlu ada penyesalan setelah apa yang sudah kulakukan!' Gumam Radit menatap kelam pada Leora dan pria yang kini berjalan ke sebuah motor butut.
'Makasih Kak Leora, sekarang aku bisa tenang kalau Radit tidak akan pernah kembali padamu.
Dasar menjijikkan!' Liona sangat puas saat melihat pandangan Radit pada Leora.
"Ayo kita pergi." Kata Radit kembali merangkul Liona lalu mereka berjalan pergi.
Bagaimanapun juga, dia tetaplah adikku." Ucap Liona dengan cemas.
"Biarkan saja. Dia sudah dewasa untuk mengetahui apa yang terbaik baginya." Kata Radit dengan acuh membuat Liona semakin kesenangan dengan sikap Radit pada Leora.
Mobil mereka terus berjalan hingga menyusul sebuah motor matic butut yang berjalan lambat.
Sepasang suami istri sedang berboncengan dengan sang istri memeluk suaminya dengan erat.
__ADS_1
"Adik Liona!" Liona kembali berpura-pura terkejut saat melihat kedua orang itu.
Perhatian Radit langsung terarah pada Pengendara motor di samping mobil mereka.
"Sayang, tolong ikuti mereka, aku takut kalau sampai adikku di bawah ke sembarang tempat." Ucap Liona dengan wajah cemasnya.
"Baiklah." Jawab Radit.
Mereka terus mengikuti Leora dan Angkasa.
Tapi keduanya terkejut saat sebuah mobil hitam malah datang mencegah mereka, menghalangi padangan mereka.
Begitu waktu berlalu, mobil hitam itu melambat dan motor yang dikendarai Angkasa dan Leora sudah hilang dari pandangan mereka.
"Ya,, Adik Liona,," Liona melirik ke segala arah dengan cemas.
"Sudah, biarkan saja." Ucap Radit mempercepat laju kendaraannya.
Sementara di mobil hitam yang sedang dikendarai Yosi, pria itu gemetaran menyetir.
Bagaimana tidak, Nyonya-nya sedang selingkuh di depan matanya sendiri, tapi dia tidak bisa mencegahnya.
'Kalau aku memberitahukan ini pada Tuan,,," Yosi menggeleng membayangkan konsekuensinya.
__ADS_1
"Apa yang harus kulakukan?!" Yosi begitu frustasi.
Tuannya kurang apa coba? Sampai Leora berselingkuh dengan pria super jelek yang bahkan tak ada bandingannya dengan Angkasa!