
Leora butuh waktu lama untuk menenangkan diri, karena hari itu sebenarnya mereka hanya akan membongkar tentang pertukaran identitasnya dengan adik kembarnya, tidak tentang identitas Angkasa. Tapi tak menyangka,,,
Para penonton yang berada di bawah panggung kini terlalu takut untuk mengeluarkan suara mereka dan hanya bisa bertanya-tanya dalam hati mereka.
Angkasa mematikan mic di tangan Leora lalu mengusap pelan punggung perempuan dipelukannya.
"Sudah, kalau kau terus menangis seperti ini, waktu berduaan kita akan semakin tertunda." Ucapan Angkasa kembali mengingatkan istrinya tentang rencana mereka setelah acara peresmian ini berakhir.
"Kenapa kau naik ke panggung?" Tanya Leora kini berusaha menghapus air matanya.
"Bagaimana lagi, istriku tidak bisa berdiri tanpa suaminya.
Kalau saja aku tidak datang kemari, apa kau pikir kau masih bisa berdiri diatas panggung?" Tanya Angkasa sambil tertawa kecil sebelum menyalakan mic-nya dan tetap mendekap Leora di pelukannya.
"Hadirin sekalian, malam ini sebenarnya saya ingin mengkonfirmasi tentang identitas asli istri saya.
Bukan malam di mana saya akan menggumumkan bahwa saya telah menikah dengan seseorang yang amat saya cintai.
Tapi karena istri saya tidak kuat berdiri sendiri, maka pada malam ini, kami mengumumkan pernikahan kami berdua." Ucap Angkasa sebelum mematikan mic nya lalu panggung kembali meredup digantikan layar besar di belakang panggung kini memperlihatkan sosok perempuan dan laki-laki yang sedang memakai gaun pengantin.
__ADS_1
Leora duduk di atas kursi roda dan Angkasa berdiri disampingnya dengan wajah tersenyum.
Angkasa dan Leora berdiri di samping panggung sembari Angkasa menceritakan foto yang ditampilkan di layar.
"Ini adalah foto pernikahan kami berdua, saat itu kami berdua sama sekali tidak mengetahui tentang identitas asli dari pasangan kami.
Kami berdua berada dalam penyamaran. Tapi kami tetap menjalankan pernikahan itu karena alasan pribadi yang masing-masing kami simpan."
Foto CCTV rumah Angkasa saat Leora duduk di kursi roda sambil termenung. Perempuan itu memancarkan seluruh kesedihan yang menyelimutinya dari ujung kepala sampai ujung kaki nya. Sangat tertekan.
"Ini adalah hari kedua pernikahan kami, hari dimana masa sulit dilewati istriku sendirian.
Tapi saat itu aku tidak tahu apa yang membuatnya terus bertahan dan terus merahasiakan segalanya.
Ia memilih tidak mengatakan apapun dan hanya membiarkan dirinya kusakiti kar-" Angkasa berhenti berbicara saat Leora merebut mic dari tangannya.
Leora mematikan mic itu lalu menatap suaminya dengan dalam, "Jangan menceritakan masa-masa sulit kita. Aku tidak mau orang-orang berpikir buruk tentang suamiku." Kata Leora.
Angkasa tidak menyangka kalau Leora akan menghentikannya, padahal dia sudah siap mengatakan semua perbuatan buruknya.
__ADS_1
Tentang bagaimana dia menekan istrinya dan membuat perempuan itu bagai hidup di neraka setelah menikah dengannya.
Tapi istrinya, dia lebih memikirkan nama baik suaminya ketimbang menarik simpati orang-orang supaya mendapat dukungan.
"Sayangku,," Angkasa akhirnya memilih memeluk istrinya dan menciumnya dengan hangat.
Layar di belakang panggung terus berjalan menampilkan foto Leora di mana perempuan itu akhirnya bisa berjalan.
Lalu video CCTV rumah Angkasa saat Leora menyambut suaminya ketika pulang dari luar negeri.
Berlanjut ke CCTV yang memperlihatkan Angkasa mengejar Leora hingga terjadi kecelakaan, lalu momen di rumah sakit hingga akhirnya segala cobaan mereka lalui.
Terakhir, Video liburan mereka di pantai, momen beberapa hari yang lalu saat Leora menyiarkan siaran langsung di pinggir pantai.
Keduanya terlihat bahagia.
Saat layar sepenuhnya redup, semua orang menghela nafas.
Perasaan campur aduk menyelimuti mereka semua.
__ADS_1