
"Mmmhh!!!" Liona bangun pagi-pagi sekali karena Ia ada jadwal untuk pergi ke perusahaan pada pukul 6 pagi.
"Para petinggi perusahaan itu, mengapa mereka harus mengadakan rapat di pagi-pagi buta?
Menambah beban orang saja!" Gerutunya menyibak selimut dan berlalu kekamar mandi.
Begitu Leora keluar dari kamar, ia terkejut melihat banyak pelayan yang lalu-lalang di lantai 1 mendekorasi rumah.
"Apa yang terjadi?" Tanya Leora pada salah satu pelayanan yang hendak lewat di depannya.
"Kami juga tidak tahu Nona, kami hanya disuruh mendekorasi sesuai perintah." Jawab pelayan itu membuat Liona lalu membiarkan pelayan itu pergi.
Liona hendak turun untuk sarapan ketika ia melewati pintu kamar Leora dan Angkasa lalu mendengar Leora berteriak minta tolong.
"Suamiku melakukan KDRT. Tolong!" Terdengar suara samar Leora yang masih bisa dimengerti Liona.
Liona tinggal sesaat dan mendengarkan percakapan dari dalam.
"Hah,, hah,, hah,, sesak!"
"Kau! Aku mendoakanmu menjadi pria yang sangat tampan, kaya, romantis dan selalu menjadi yang terhebat di mataku!"
Leora tersenyum saat mendengar suara Leora.
Meski dia tidak bisa mendengar suara Angkasa, tapi dia memperkirakan kalau laki-laki itu sedang mengancam Leora.
__ADS_1
'Rasain kamu! Nikmati hari-harimu yang menyedihkan itu!' gumam Liona sebelum meninggalkan pintu kamar Leora dengan puas.
Begitu tiba di ruang makan, Liona mendapati meja makan dipenuhi dengan makanan yang sangat beragam.
"Selamat pagi anakku sayang." Tiba-tiba Anasta muncul dan langsung memberi ciuman di pipi Liona.
"Selamat pagi juga ibuku sayang." Balas Liona mencium pipi ibunya.
"Ada acara apa hari ini Bu? Mengapa rumah dihias, bahkan Ibu mengundang adik Liona dan adik ipar kemari." Tanya Liona penasaran.
"Kau tidak perlu kemanapun hari ini, kita akan kedatangan tamu yang sangat penting." Ucap Anasta membuat Liona mengeryit.
"Siapa Bu?" Tanya Liona.
"Kau ini, Ibu sudah mempersiapkan ini sebagai kejutan untuk keluarga kita, jadi tidak ada yang boleh bertanya!" Lagi kata Anasta membuat Liona hanya bisa berpasrah.
"Tidak ada rapat. Ibu hanya menyuruh Siya mengatakan hal seperti itu padamu supaya kau bisa bangun pagi dan bersiap.
Sekarang, makanlah lalu pergilah ke salon dan persiapkan dirimu secantik mungkin." Ucap Anasta menaruh makanan di piring Liona.
"Ibu benar-benar niat." Kata Liona sebelum meraih sendoknya lalu mulai makan.
Liona baru saja selesai makan saat Leora dan Angkasa tiba di ruang makan.
'Cih! Pasangan sandiwara!' cibirnya dalam hati sambil memandang sepasang suami istri itu dengan tatapan merendahkan.
__ADS_1
"Selamat pagi Bu, selamat pagi kak." Ucap Leora.
"Selamat pagi Bu, Selamat pagi Kakak Ipar." Ucap Angkasa.
"Selamat pagi, duduklah dan sarapan." Ucap Anasta.
Baru saja Leora dan Angkasa duduk saat Bambang dan Luna muncul secara bersamaan.
"Semua orang sudah kumpul." Kata Bambang langsung mengeryit saat melihat Liona sudah selesai makan.
"Leora? Kau makan lebih dulu?" Tanya Bambang.
"Maaf Ayah, Sebenarnya aku ada rencana mendesak untuk pergi ke kantor karena kami ada pertemuan jam 6 pagi.
Tapi ternyata, itu hanya akal-akalan Ibu supaya bisa memberikan kejutan untuk keluarga." Jawab Liona.
"Baiklah. Kalau begitu kita semua bisa lanjut makan." Ucap Bambang lalu semua orang mulai makan.
Leora memperhatikan sikap ayahnya yang sesekali melirik kearah Luna.
Tapi Leora bisa melihat kalau Luna terlihat cuek pada Bambang dan hanya diam menikmati makanannya.
Tidakidka seperti terakhir kali saat Luna selalu mencari muka di depan Bambang.
'Bagus, dia mulai mengabaikan Ayah. Hanya perlu bersabar untuk langkah selanjutnya.
__ADS_1
Sepetinya aku harus memberi hadiah untuk Yosi, dia sudah bekerja keras.' Gumam Leora.