
Luka Calista sudah dijahit dan dibersihkan.
Perempuan itu berbaring sambil tersenyum melihat layar ponsel yang ditunjukkan oleh manajernya.
"Wartawan itu sedikit terlambat melakukannya, tapi untungnya Polisi datang lebih cepat." Ucap Calista dengan suara kepuasan.
"Tapi, Bagaimana dengan sidik jari yang ada di gelas?" Tanya sang manajer yang sangat takut kalau saja rencana mereka gagal.
"Tenang saja, aku mengambil gelas bekas minuman Liona yang dibawa oleh pelayan. Jadi sidik jari perempuan itu juga ada di gelasnya." Jawab Calista.
"Lalu, bagaimana dengan bibir gelasnya?" Tanya Menejer yang takut bila air liur Leora juga berada di bibir gelas.
"Aku sudah mengelapnya. Pokoknya kau tenang saja, karena di area itu sama sekali tidak ada CCTV.
Dan banyaknya saksi yang akan membelaku akan memojokkan model pemula itu hingga pintu kematian!" Ucap Calista yang menyimpan dendam sangat besar pada Leora karena sudah mempermalukannya.
"Semoga saja." Jawab Menejer yang masih terlihat ragu.
"Permisi, ada orang yang ingin bertemu dengan Nona." Seorang suster tiba-tiba masuk ke dalam ruangan.
"Siapa?" Tanya Menejer.
"Pasangan suami istri Liona dan Angkasa." Jawab Suster itu.
"Aah, Angkasa palsu,, suruh mereka masuk." Langsung jawab Calista.
Setelah suster itu keluar, Leora dan Angkasa kemudian masuk ke kamar.
__ADS_1
Mereka berdua langsung mendapati wajah mencemooh yang ditunjukkan Calista pada mereka.
"Aku heran, seharusnya kalian berdua sudah berada di kantor polisi.
Sepertinya polisi sekarang sudah sangat melonggarkan orang-orang yang berduit." Sindir Calista dengan wajah tidak puas pada pekerjaan polisi.
"Aah, senior tenang saja, karena beberapa polisi sedang berjaga di pintu.
Kami ke sini hanya untuk meminta senior segera mencabut tuntutan senior. Kalau tidak-"
"Apa? Kau takut masuk penjara? Bahkan masuk penjara masih jauh lebih baik daripada harus berurusan dengan kekasihku!
Kau sudah tahu kan, siapa dia?!" Ucap Calista tersenyum mencibir.
"Ahhh, sayang, apa kau tahu siapa kekasihnya?" Leora berbalik menatap Angkasa.
"Apa pentingnya itu?" Jawab Angkasa mengatakan kalau orang yang dimaksud Calista sama sekali tidak penting dan sama sekali tidak perlu ditakuti.
"Tunggu, jangan berteriak lebih awal. Kalau tidak, kau mungkin akan segera masuk ke penjara." Leora melemparkan rekaman di tangannya lalu ditangkap langsung oleh manajer Calista.
Menejer itu langsung menekan tombol putar di rekaman berbentuk bros itu lalu terdengar rekaman percakapan Leora dan Calista.
"Kalau aku mengatakan kau menyiramku dengan anggur dan memecahkan gelasnya untuk melukai ku, menurutmu apa yang akan terjadi?" Suara Calista terdengar jelas dari bros kecil di tangan sang Menejer.
"Kau!! Aku akan membunuhmu!!" Calista begitu emosi hingga ia langsung duduk hendak menyerang Leora.
Tapi Angkasa dengan cekatan langsung menarik istrinya ke samping lalu beberapa polisi langsung masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya sala seorang polisi langsung melihat pada seorang perempuan yang duduk di ranjang dengan wajah gelap.
"Tidak,, ini hanya masalah kecil. Kami perlu berbicara." Langsung kata Sanga menejer sambil membungkuk pada polisi itu.
"Baiklah, kalau ada apa pun kami ada di balik pintu." Jawab salah seorang polisi sambil mengamati keempat orang itu lalu mereka segera keluar.
"Calista tenanglah! Kita bisa bicarakan ini baik-baik." Ucap manajer itu.
"Ya,, cabut tuntutannya dari polisi maka rekaman itu tidak akan tersebar kemanapun!"
"Hah? Tersebar?! Aku menghancurkannya!" Kata Calista merebut rekaman dari manajernya dan melemparkannya ke lantai.
"Aahh, kekasih dari bos besar Angkasa Raya ternyata memiliki otak yang terlalu pendek.
Aku sudah menyalin rekaman itu ponsel dan komputer. Jadi,, ck,,, menejer, tolong jaga dirimu." Ucap Leora seakan ia lebih khawatir pada manajernya daripada Calista yang sedang terluka.
@Interaksi
Liburnya gak jadi. Alam tidak berkehendak ðŸ¤ðŸ¤
Oya,,, kemarin ada yang nanya agama, tapi otor kelupaan terus.
Agama pemeran utamanya Kristen, tapi beberapa pemeran beragama lain...
Di Kristen, Tuhan, Bapa dan Allah itu sama...
__ADS_1
Semua unsur keagamaan dalam novel ini udah dikonsultasikan ke teman2 otor yg punya keyakinan sama...
Semoga gak ada kesalahan ya,,, dan semoga menjawab pertanyaan dan menambah wawasan...