Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 132. Nama keramat dunia seni


__ADS_3

Di meja paling tengah semua anggota keluarga Casiora hanya terdiam mendengar bisik-bisik orang yang begitu merendahkan keluarga mereka.


"Tetua pilih kasih! Tadinya Tetua tidak memuji dan mengomentari lukisan yang dibawa oleh Leora.


Namun begitu hadiah yang dibawa oleh Liona, Tetua langsung melihatnya sebagai barang yang begitu berharga.


Tapi jelas semua orang tahu bahwa hadiah Leora lebih berharga adalah hadiah yang diberikan oleh Liona.


Bagaimana bisa ada seorang kakek yang begitu berat sebelah terhadap cucu kembarnya?"


"Bukan, ini bukan berat sebelah tapi memang sudah seharusnya begitu karena Leora mempunyai pekerjaan yang sangat mapan dan mendapat kekasih yang sangat dihargai.


Sementara Liona, sejak dahulu ia menjadi yang paling pintar di sekolahnya, tapi menyia-nyiakan kepintarannya untuk bergabung dengan anak jalanan.


Sekarang dia mendapat karmanya dengan menikah bersama seorang pria yang tidak dihargai lalu mempermalukan dirinya sendiri di acara kakeknya."


"Benar juga, bukan salah siapa-siapa, tapi Lionala yang sudah mengacaukan harga dirinya!"


Tetua yang mendengar bisikan mereka menjadi semakin panas lalu tiba-tiba berdiri memukul meja.


"Diam!!" Ucapnya dengan keras membuat semua orang yang berbuah sip di belakangnya langsung berhenti.


"Siapa bilang aku membedakan cucuku?! Siapa yang berani bilang di depanku?!" Tanya Tetua penuh kemarahan!


Beraninya Mereka bilang dia pilih kasih terhadap cucunya!

__ADS_1


Beraninya mereka mengatakan cucu menantunya, Angkasa sebagai sebuah karma yang didatangkan pada cucu kesayangannya!


"Uh,, kakek,, tolong jangan emosi." Kata Leora memegangi tangan Tetua saat melihat nafas pria itu tersengal karena kemarahan.


"Benar Ayah, mereka hanya bicara omong kosong.


Mana mungkin Ayah membedakan cucu ayah? Aku jelas lihat Ayah menyayangi mereka berdua." Ucap Anasta dengan wajah khuwatir.


Liona mau tidak mau harus ikut berbicara, "Benar, mereka hanya mengatakan omong kosong! Tolong ingat, kesehatan kakek jauh lebih penting."


Sutrisno sebagai orang luar, tapi berdiri didekat Tetua langsung menghampiri Tetua dan menepuk punggung Tetua.


"Kau ini!! Mengapa kau jadi terlalu cepat termakan omongan orang lain?! Ini bukan kau yang dulu!" Ucap Sutrisno menggelengkan kepalanya.


"Sebaiknya sekarang, cobalah pakaian yang diberikan oleh cucumu, pastilah amarahmu akan reda saat memakai pakaian ini." Sutrisno menarik pakaian dari dalam kotak.


"Apa ini?" Ucapnya menarik sesuatu dari dalam kotak.


Sebuah lukisan seukuran 2 telapak tangan.


Lebih lagi, lukisan itu terlihat sangat apik dengan detail yang sempurna di mata Tetua yang sudah banyak melihat lukisan.


"Lukisan ini? Apa dari kalian juga?" Tanya Tetua mengambil lukisan itu dari Sutrisno dan memperlihatkannya pada Leora dan Angkasa.


"Iya, Kek, lukisan itu dipilih oleh Angkasa dan setelan jas yang kami berikan adalah pilihanku." Jawab Leora dengan senyum tipis di bibirnya.

__ADS_1


"Aku memilihnya secara khusus untuk Kakek setelah banyak pertimbangan yang kudengar dari Istriku. Semoga Kakek menyukainya." Ucap Angkasa.


"Jadi sekarang Tetua memiliki dua lukisannya akan menambah koleksinya.


Betapa menyenangkannya memiliki banyak cucu!" Ucap Sutrisno kembali memuji Tetua.


Tapi orang-orang disekitar mereka sama sekali tidak setuju dengan Sutrisno, bagaimana bisa lukisan kecil dan murahan seperti itu layak dipajang di antara koleksi tetua yang semuanya merupakan lukisan dari seniman terkenal.


"Berapa harga lukisan kecil itu? Kenapa harus dipajang di antara lukisan tertua?" Ucap salah seorang yang pernah masuk ke galeri lukisan tertua.


Jadi dia tahu benar bagaimana selera tetua yang sangat mengedepankan kualitas seni sebuah lukisan.


"Mereka mulai lagi!" Ucap Sutrisno dengan kesal Saat semua orang kembali berbisik-bisik mengejek lukisan yang diberikan oleh Angkasa.


Sambil menghela nafas, Sutrisno memperhatikan lukisan di tangan Tetua dan tanpa sengaja pria tua itu melihat sebuah nama yang tercantum di belakang Lukisan yang diberi pengalas kayu.


"Sue Ryon?" Ucapnya terkejut membaca tulisan di sana, kejutannya bahkan menular pada semua orang di tempat itu.


Sue Ryon, nama keramat dalam dunia seni!


@interaksi.


kalo otor bisa nyantet juga, bakal nyantet para reder yang suka bikin gemesss...🤭


ada yang punya mantra gak? Bagiin di kolom komentar gih... otor mau belajar wkwkwkkkk

__ADS_1



__ADS_2