Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 100. Syuting ditunda


__ADS_3

Syuting masih berlanjut dengan kesenangan Leora menyiksa kedua perempuan yang sedari tadi dipermalukan oleh sutradara Salios.


Para kru sudah mulai mengantuk karena waktu itu menunjukkan pukul 11 malam tapi syuting mereka belum selesai juga.


"Sudah dari pagi kita melakukan shooting sampai malam ini. Ini semua karena akting yang buruk dari dua model terkenal!" Gerutu salah seorang sembari menguap.


"Kau berbicara terlalu keras! Bagaimana kalau mereka berdua mendengarmu?!"


"Bodo amat! Meski mereka adalah orang terkenal dan nomor 1 di industri hiburan, tapi mereka sudah keterlaluan membuat kita tersiksa seperti ini!


Lihat bagaimana mata sutradara sudah memerah karena menahan kemarahannya ditambah kelelahan sepanjang hari!"


"Memang benar sih, tapi aku tidak percaya Tuan Salios sangat puas dengan-"


"Cut!!!" Orang-orang yang bergosip langsung berhenti saat mendengar teriakan serius yang begitu kencang disertai dengan lemparan kursi yang awalnya diduduki oleh pria itu.


"Bereskan semuanya!" Ucap Salios membuat semua orang ternganga di tempat mereka.


Shooting yang sudah dijadwalkan selesai dalam satu hari akhirnya harus bertambah satu hari lagi gara-gara kekacauan yang dibuat Liona dan Calista.

__ADS_1


Salios dengan geram meninggalkan tempat syuting tanpa berbicara lagi pada satu pun orang di tempat itu.


"Tu,, tuan," asisten sutradara berusaha mengejar sekali tapi dia kembali dengan wajah murungnya.


"Syuting dilanjutkan besok." Kata Pria itu sambil mengelap keringat di keningnya.


Leora memandang cemas pada sutradara yang pergi dengan kemarahan. 'Astaga,, aku benar-benar membuat kekacauan besar!


Tapi kekacauan ini perlu untuk memancing kebencian semua orang pada dua perempuan laknat ini!'


Tanpa bicara apapun lagi semua orang hanya bisa mengeluh dalam hati mereka dan mengumpulkan semua peralatan.


"Kak Radit," Liona yang sadar akan kekacauan yang dibuatnya langsung meneteskan air matanya saat melihat hanya Radit satu-satunya orang yang datang menghampirinya.


Dia tahu benar kalau semua yang terjadi adalah pekerjaan Leora.


Tapi dia tidak bisa mengatakannya karena jelas tidak ada orang yang menyadari apa yang dilakukan oleh Leora.


Dia sendiri juga tidak menyadarinya, tapi perempuan itu pernah menceritakan kejadian yang sama, jadi dia bisa menebak apa yang dilakukan oleh Leora.

__ADS_1


'Aku tidak boleh menyesal! Sudah terlambat untuk memohon dan kembali bersamanya lagi.


Dia sudah menikah dengan orang lain dan kegadisannya sudah diambil oleh suaminya.


Liona masih jauh lebih baik sebagai gadis yang suci.' Gumam Radit yang tahu benar kalau tidak ada tempat baginya untuk kembali meskipun ia tahu kalau Leora akan mengalahkan Liona dengan kemampuan alaminya.


Sementara Calista, perempuan itu langsung mendekati Leora dan menatapnya dengan tajam.


Model dari agensi kecil itu sudah mempermalukannya di depan semua orang!


"Model pemula dari agensi tidak terkenal! Beraninya kau mempermalukanku sejauh ini?!" Bentak Calista diikuti sebuah tamparan keras.


Plak!!!!


Tamparan itu masih bisa ditahan oleh Leora, tapi tidak seru jika dia menahan nya, jadi ia berpura-pura mengikuti permainan Calista dan jatuh ke lantai.


Sesaat setelahnya, ia meludahkan darah segar ke lantai.


Angkasa yang melihat kejadian itu tidak bisa menahan diri, dengan cepat ia menghampiri Leora dan membawa perempuan itu dalam gendongannya.

__ADS_1


2 detik kejadian itu membuat keheningan sebelum Calista kembali berteriak.


"Beraninya kau?! Turunkan dia sekarang!" Perintah Calista.


__ADS_2