Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 169. Persiapan sebelum pertunjukan


__ADS_3

Leora membuka media sosialnya dan melihat banyak sekali remaja yang mengomentari video siaran langsungnya untuk meminta maaf.


Dalam sekejap, semua komentar negatif kini tertutup oleh komentar positif yang berisi permintaan maaf para remaja fanatik yang sudah mempercayai Calista dibanding Leora.


Tak mau melewatkan momen berharga itu, Leora tersenyum membuka sebuah file yang sudah ia siapkan.


"Saatnya menggunakan barang bukti ini. Akan menjadi pukulan terakhir yang akan menghancurkan Calista!" Ucapnya merasa sedikit sedih, tapi semua itu bukan karena keinginannya, tapi keadilan harus ditegakkan.


Siapa suruh Calista terus membuat masalah untuk dirinya sendiri!


Rekaman yang ia dapatkan ketika Calista menjebaknya.


Dengan satu ketukan jarinya, rekaman itu akhirnya terunggah di laman media sosial pribadinya.


Dalam beberapa detik, rekaman itu langsung menghebohkan media sosial.


"Oh, astaga,, inilah konfirmasi dari dewi ku!!!


Aku menangis mendengarnya!!


Dewiku sudah difitnah habis-habisan!

__ADS_1


Maafkan aku Dewi, maaf sudah meragukan mu!!" Kebanyakan komentar para remaja yang labil itu berisi penyesalan dan permintaan maaf.


Dalam sekejap, nama Leora langsung bersih dari semua kejadian buruk yang pernah ditudingkan padanya.


Berbeda dengan nama Liona yang menjadi bersih, Calista kini tidak memiliki kesempatan untuk membela dirinya sendiri.


Bahkan untuk muncul di depan publik pun dia harus merubah wajahnya supaya orang-orang tidak mencaci nya karena semua keburukan yang sudah ia lakukan.


Liona yang duduk bersama Radit merasakan ponselnya terus bergetar.


Ia kemudian mengambil ponselnya dan melihat tajuk-tajuk mengejutkan tentang Calista dan Leora.


'Calista bodoh!! Sekarang karirnya lenyap dalam sekejap karena kebodohannya! Ckk,, Ckk,, bodoh sekali dia berurusan dengan Angkasa.


'Tapi Leora, mengapa dia sangat beruntung?!


Sekarang dia akan kembali ke dunia hiburan, semua orang kembali mendukungnya.


Pemboikotan atas dirinya pasti akan dicabut oleh dunia hiburan, atau,, jangan sampai dia malah pindah ke Angkasa Raya karena dukungan dari semua orang!


Hah, Untung saja pertunjukannya di Angkasa Raya sudah dibatalkan, jadi tidak ada kesempatan baginya untuk menarik perhatian orang-orang dari Angkasa Raya.' gumam Liona merasa kesal pada Leora tapi juga merasa lega karena Calista sudah membantunya menghentikan Leora memasuki Angkasa Raya.

__ADS_1


Tapi kemudian, Leona terkejut saat melihat video yang diunggah seseorang di mana dirinya juga terlibat dalam akting NG yang dilakukan Calista.


'Sial!! Wajahku ada di sini!!' Gerutunya melihat video itu.


Meski semua orang paling fokus pada Calista, Tapi beberapa dari mereka juga mengomentari dirinya yang terus melakukan kesalahan bersama Calista.


"Ada apa?" Tanya Radit saat melihat wajah tidak enak yang ditampakkan Liona saat melihat layar ponselnya.


Liona langsung mematikan layar ponselnya dan melihat pada Radit "Ahh, bukan apa-apa, aku hanya membaca berita tentang Calista.


Aku rasa, dia tidak akan bisa lagi kembali ke industri hiburan." Ucap Liona.


"Biarkan saja, penipu seperti dia tidak pantas kau kuwatirkan." Ucap Radit sebelum pria itu kembali fokus ke panggung.


Setelah acara sambutan, saatnya pertunjukan yang akan dibawakan oleh aktris-aktris berpotensi yang sudah disiapkan untuk acara peresmian itu.


Satu persatu artis naik keatas panggung untuk mengisi acara. Liona juga menampilkan pertunjukan bersama model lainnya.


Jadi perempuan itu segera ke belakang untuk bersiap.


Tapi dia begitu terkejut saat melihat sutradara Salios juga berada di belakang, sedang berbicara dengan seorang panitia.

__ADS_1


'Apa yang dilakukan sutradara Salios di sini? Apakah pertunjukannya jadi? Lalu Leora juga akan ikut dalam pertunjukannya?!' Liona menjadi sangat cemas hingga ia tidak fokus pada persiapannya.


Ia sibuk mencari informasi yang yang tidak memuaskan karena seluruh pihak sudah diatur menutupi keberadaan Liona sampai pertunjukannya selesai.


__ADS_2