Ranjang Balas Dendam

Ranjang Balas Dendam
BAB 40. Bayangan Angkasa


__ADS_3

"Tuan, kita sudah sampai." Kata supir yang mengantar Angkasa kembali ke rumahnya.


Saat itu Angkasa membiarkan Anggara langsung pulang, jadi ia hanya berdua saja dengan supir di atas mobilnya.


Angkasa tidak mengatakan apapun dan hanya keluar saat para pengawal sudah membukakan pintu untuknya, ia segera masuk ke dalam rumah membuat Bibi Kira yang saat itu sedang duduk dan nonton tv langsung berdiri dengan ekspresi terkejut.


'Adduhh,, ini kepulangan Tuan, dia pasti marah melihat aku malah santai-santai sambil menonton tv.' Gumam Bibi Kira merasa ketakutan.


Namun ia bernapas lega saat pria itu hanya berjalan ke arah lift tanpa melihat ke arahnya.


"Atagaaaaa,,," kata bibi kira langsung jatuh saat pria itu sudah menghilang dari pandangannya.


Setelah Bibi Kira bisa berpikir dengan jernih ia baru mengingat kalau Leora belum pulang juga, padahal biasanya, perempuan itu memang pulang sebelum pukul 11 malam.


"Aduh,, Nyonya kenapa belum pulang ya?" Ucap Bibi Kira dengan cemas.


Ia baru saja mengambil ponselnya untuk menghubungi Leora saat punggungnya terasa sangat dingin karena aura yang terasa aneh.


Begitu Bibi Kira berbalik, ia terkejut melihat Angkasa sedang berdiri menatapnya. "Tu,, Tu,, Tuan."


"Dia belum pulang?" Tanya pria itu dengan suara menekan.


"Ya,, Nyonya mungkin belum selesai dengan latihannya." Jawab Bibi Kira.


"Jam berapa biasanya dia pulang?" Lagi tanya Angkasa.


"Ja,, jam 11 malam Tuan." Kembali jawab Bibi Kira.


Wajah Angkasa langsung menggelap lalu pria itu berbalik melihat para pengawal nya yang sudah masuk ke dalam ruangan.


"Siapkan mobil," katanya lalu Angkasa pergi bersama para pengawal untuk menjemput Leora.


Mereka segera tiba di perusahaan Dunia Hiburan.


"Tuan, biar kami yang mencari Nyonya," salah satu pengawal saat mereka sudah tiba karena di situ masih ada beberapa orang yang lalu lalang.


Akan sangat menakutkan jika Angkasa membuat keributan di perusahaan orang lain, terutama salah satu perusahaan yang bersaing dengan Angkasa Raya.


"Hmm," jawab Angkasa yang sedang menahan diri.

__ADS_1


Para pengawal lalu berbagi diri untuk berjaga, beberapa orang masuk ke dalam perusahaan Dunia Hiburan untuk mencari Leora.


Mereka berusaha menghubungi Leora, namun tidak diangkat oleh perempuan itu, karena sangat ini Leora sedang tertidur di ruang latihan dengan ponsel yang tergeletak jauh darinya.


Saat itu, Linda yang baru saja menyelesaikan pemotretan nya datang ke ruang latihan untuk mengambil beberapa barangnya yang tertinggal.


Ia hanya melihat pada Leora sebelum dirinya tertarik dengan bunyi ponsel di sisi lain ruangan itu.


"Ini pasti keluarganya yang sedang mencarinya. Hah,, kenapa juga dia latihan sampai larut malam seperti ini?" Garut Linda mengangkat telpon itu.


"Nyonya, Tuan mencari Nyonya." Suara seorang lelaki mengagetkan nya dari seberang telepon.


"Apa katamu? Tuan? Tuan siapa?" Tanya Linda tak percaya, tapi sambungan itu malah terputus.


"Dia mematikannya. Aku yakin yang baru saja bicara bukanlah sembarang orang tapi dari suaranya aku bisa mengetahui kalau orang itu adalah orang profesional yang sangat menjunjung Liona.


Tapi, siapa? Bukankah Leora bilang kalau Liona sudah diusir dari rumah dan tinggal bersama suaminya yang miskin?" Ucap Linda dengan penuh kecurigaan.


"Apa yang kau lakukan?" Suara Leora yang tiba-tiba membuat Linda begitu terkejut hingga membuatnya mematung di tempatnya.


"Aku tanya, apa yang sedang kau lakukan dengan ponsel milikku?!" Lagi kata Leora memandang tajam pada Linda.


Karena kau tertidur aku ingin mengambilnya dan memberikannya padamu." Ucap Linda langsung tersenyum seolah tak terjadi apapun dan memberikan ponsel itu pada Leora.


Leora menerima ponsel itu dan tersenyum sinis sambil memandangi layar ponselnya. "Ingin memberikannya padaku tapi lebih dulu mengangkat panggilan masuk tanpa izin?" Ucap Leora.


"Hais! Anak baru, kau harusnya bersyukur karena aku mengurusi telpon itu.


Kau pikir aku mau membuang-buang waktuku hanya untuk meladeni seorang model pemula sepertimu?!" Sindir Linda sebelum perempuan itu berjalan meninggalkan Leora.


'Perempuan itu, aku sudah bermurah hati padanya setelah kejadian penculikan itu, tapi dia masih tidak tahu diri padaku. Sepertinya dia memang perlu sebuah pencerahan dari seorang Leora.' Gumam


Leora sebelum membereskan barangnya dan meninggalkan perusahaan itu.


Leora sangat terkejut saat ia tiba dan melihat beberapa pengawal menyambutnya.


"Apa yang kalian lakukan?! Bagaimana kalau ada orang yang melihat kita?" Tanya Leora yang begitu marah pada para pengawal yang datang menjemputnya dengan mobil mewah yang biasanya digunakan oleh Angkasa.


"Maafkan kami Nyonya." Kata pengawal itu membuat Leora menjadi kesal sebelum berjalan ke arah mobil.

__ADS_1


Leora tidak masuk ke mobil mewah yang terparkir, tapi ia memilih masuk mobil paling belakang untuk menghindari kecurigaan, jika saja ada orang yang melihatnya.


"Nyonya," salah satu pengawal yang berada di dalam mobil langsung memperlihatkan penuh kecemasan saat Leora memilih masuk mobil yang dikendarai nya.


"Jalankan mobilnya! Cepat!" Perintah Leora membuat pria di depan begitu bergetar, tak tahu harus melakukan apa.


"Aku bilang pergi!" Lagi bentar Leora yang memang sudah berada dalam suasana hati yang sangat buruk.


"Baik Nyonya." Jawab pria yg yang tidak memiliki pilihan.


Sementara pria yang mengendarai mobil berada dalam siraman keringatnya sendiri, Leora malah duduk sambil menatap keluar jendela. Bola mata hitamnya menampakan kekacauan dalam hati perempuan itu.


'Liona, waktu untukmu bersenang-senang hanya sebentar saja, karena aku akan segera naik ke puncak dan menjadi orang pertama yang menendang mu dari sana.


Rencanaku memang kejam, membuatmu menikmati semuanya, sebelum menghancurkan mu berkeping-keping. Tapi aku pikir ini tidak jauh lebih kejam dari apa yang sudah kau lakukan.


Aku harap saat itu tiba, kau sudah siap menghadapinya.' Gumam Leora yang sudah memikirkan itu sedari siang tadi ia mengirimkan berkas berkasnya pada Liona.


Leora belum selesai dengan pikirannya saat tiba-tiba supir di depannya mengirim mendadak karena dihalau oleh mobil Angkasa.


"Ahhw!!" Jerit Leora saat kepalanya terantuk karena ia sedang tidak fokus.


"Ma, maafkan saya Nyonya." Kata pengawal yang membawa mobil dengan wajah penuh ketakutan.


Ia berada pada posisi yang begitu sial, dia sudah melarikan istri Tuannya dari tuannya sendiri, dan lagi, ia membuat Nyonya nya terluka.


Apalagi yang bisa ia harapkan untuk menghindari hukuman yang sedang menantinya di depan.


Sementara Leora yang masih mengusap kepalanya, begitu terkejut saat seseorang dengan lancang membuka pintu mobilnya dan duduk di sampingnya.


Tapi ia lebih terkejut lagi saat menoleh pada orang itu dan mendapati Angkasa menatapnya dengan wajah yang sangat marah.


"I,,, i,, ini,," Leora menatap Angkasa, tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Apa ini bayangan?" Katanya mengulurkan tangannya untuk menyentuh pria yang masih menatapnya dengan tatapan tajam.


'Ya Nyonya, aku berharap itu juga bayangan, tapi itu bukanlah bayangan! Itu adalah orang sesungguhnya!


Kematian ku sudah datang!' Gumam pengawal yang berada di kursi kemudi sambil bergetar di tempatnya.

__ADS_1


Maafya, kuota otor abis.. jadi bakal bolong deh up-nya. ini ajh lagi ngewifi😂😂


__ADS_2