Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Delisa dan Delon


__ADS_3

"Cambuk, aku," perintah Edward.


"Maksud Tuan?" tanya salah satu anak buahnya tidak mengerti.


"Waktu itu aku mencambuk istriku sebanyak dua puluh lima kali padahal istriku tidak melakukan kesalahan sedikitpun karena itu aku ingin apa yang dirasakan oleh istriku dapat aku rasakan," ucap Edward menjelaskan.


"Tapi Tuan...." ucapan anak buahnya terpotong oleh Edward.


"Lakukan!!" perintah Edward.


"Baik tuan," jawab anak buahnya.


Selesai mengatakan nya Edward berjalan ke arah dekat Ayah kandungnya Alena yang masih berteriak dalam hati karena mulutnya masih tertutup dengan rapat hanya ke dua tangan dan ke dua kakinya bergerak terus karena merasakan sakit seluruh tubuhnya.


Ctas


Cambukan pertama Edward merasakan sakit namun Edward hanya diam dan tidak berteriak kesakitan.


('Alona maafkan aku, kini aku baru tahu bagaimana rasanya di cambuk,' ucap Edward dalam hati).


Deg


Deg

__ADS_1


Jantung Edward berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan dirinya baru ingat apa yang pernah dikatakan oleh Alona agar jangan mengenai perutnya.


('Berarti waktu aku mencambuk Alona ... Alona hamil karena itulah memintaku untuk tidak mencambuk perutnya. Alona maafkan aku, maafkan Daddy yang telah menyakiti kalian,' ucap Edward dalam hati sambil menahan rasa sakit karena anak buahnya mencambuk Edward berulang kali).


Rasa penyesalan yang teramat sangat membuat Edward membiarkan tubuhnya di cambuk hingga di hitungan ke dua puluh lima Edward ambruk.


Dua anak buahnya langsung menggotong Edward untuk di bawa ke rumah sakit milik keluarga besar Alexander.


xxxxxxx


Delon berjalan ke arah ruang perawatan di mana istrinya berbaring dengan ditemani Eden putri mereka.


Ceklek


Delon membuka pintu kamar perawatan dan melihat putrinya sudah selesai menyuapi Delisa. Terlihat dengan jelas mata sembab istrinya karena kebanyakan menangis. Dirinya sangat terpukul dengan meninggalnya Ibunya dan juga putranya yang sangat membenci dirinya di tambah suaminya yang akan menceraikan dirinya.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Delon dengan nada dingin.


"Seperti yang Daddy lihat,'' ucap Delisa yang kembali mengeluarkan air mata nya.


"Eden, Daddy ingin bicara dengan mommy kamu keluarlah dulu," ucap Delon.


"Tapi Dad ..." ucapan Eden terpotong oleh Delon.

__ADS_1


"Eden, sejak kapan kamu jadi anak tidak patuh? Keluar!!" perintah Delon dengan nada setengah oktaf untuk pertama kalinya.


"Baik Dad," jawab Eden dengan wajah terkejut karena baru pertama kalinya Ayahnya membentak dirinya.


"Jangan pernah bentak putriku," ucap Delisa dengan nada kesal.


"Eden juga putriku dan aku berhak mengajarkan putriku untuk berbicara sopan dan mematuhi permintaan orang tua," ucap Delon dengan nada tegas.


"Eden, kenapa masih berdiri di depan pintu? Apakah kamu ingin mendengarkan pembicaraan orang tua?" tanya Delon dengan nada dingin.


Eden hanya diam sambil menahan kesal terhadap Alona yang tidak tahu apa-apa membuat Eden membanting pintu dengan keras.


Brak


"Kamu lihat!! Itu yang kamu ajarkan ke putri kita, tidak punya sopan santun terhadap orang tua," ucap Delon dengan nada kesal.


"Kamu menyalahkan aku, bagaimana denganmu? Kamu sibuk dengan urusan pekerjaanmu dan tidak ada waktu untuk ku dan anak-anak kita," ucap Delisa yang tak kalah kesal.


"Kamu lihat ke empat adikku, semuanya juga sibuk dengan pekerjaan masing-masing tapi masing-masing ke empat istrinya tidak pernah protes malah mengajarkan anak-anak mereka untuk berperilaku sopan santun terhadap orang yang lebih tua," ucap Delon sambil menahan amarahnya.


"Manusia itu tidak sama, aku kekurangan kasih sayang seorang Ayah sedangkan suamiku tidak pernah perduli denganku," ucap Delisa.


"Aku .." ucap Delon merasa bersalah.

__ADS_1


"Aku apa Hah!! Kamu seharusnya melihat bagaimana perlakuan ke dua orang tuamu denganku, Jessica dan Soraya? Orang tua mu selalu membandingkan aku dengan Jessica dan Soraya karena itulah aku sangat membenci keluarga kalian!!" ucap Delisa dengan nada tinggi.


"Delisa!!!" teriak Delon.


__ADS_2