
"Kamu siapa?" tanya wanita itu.
"Aku Alona, tolong aku bawa pergi dari sini," mohon Alona.
"Baik, silahkan masuk ke dalam mobil," ucap wanita tersebut yang tidak tega melihat Alona sambil membuka pintu mobil.
"Terima kasih," jawab Alona sambil masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang pengemudi.
"Sama - sama, mau aku antar ke rumah sakit lain?" tanya wanita tersebut karena melihat ada noda darah di pakaian Alona terlebih Alona memegangi perutnya.
"Tidak perlu, antar kan aku ke apartemen xxxx," pinta Alona.
"Baik," jawab wanita tersebut dengan singkat sambil duduk di kursi pengemudi.
Wanita tersebut mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke apartemen xxxx sedangkan Alona bersandar sambil menahan rasa sakit akibat jahitan bekas luka tusukan pisau terbuka.
"Apa perlu aku antar ke rumah sakit karena seperti nya kamu menahan rasa sakit?" tanya wanita itu lagi dengan wajah kuatir sambil masih mengendarai mobil.
"Aku bisa menahannya jadi tidak perlu di bawa ke rumah sakit," jawab Alona.
"Baiklah, jika kamu tidak kuat aku akan mengantarmu ke rumah sakit," jawab wanita itu.
"Baik, sekali lagi terima kasih atas bantuannya," ucap Alona sambil melihat sekeliling jalan.
__ADS_1
Deg
Deg
Jantung Alona berdetak kencang ketika melihat mobil Edward berjalan ke arah rumah sakit membuat Alona menundukkan kepalanya agar tidak terlihat oleh Edward.
("Semoga kak Edward tidak melihatku, aku mohon," mohon Alona dalam hati).
Alona menghembuskan nafasnya dengan lega karena Edward tidak melihat dirinya hingga lima belas menit kemudian Alona sudah sampai di apartemen xxxx.
Alona turun dari mobil sambil mengucapkan terima kasih kemudian berjalan ke arah apartemen. Alona menekan nomer pin apartemen kemudian masuk ke dalam apartemen tersebut dan menutupnya.
Alona membalikkan badannya dan berjalan ke arah tangga ingin menuju ke arah kamarnya untuk beristirahat kemudian rencananya akan kabur dan pergi ke luar negri namun baru beberapa langkah pandangan mata Alona mulai mengabur.
Alona yang tidak bisa menahan rasa sakitnya dan darah tidak berhenti keluar membuat Alona tidak sadarkan diri dan ambruk ke lantai yang dingin.
*****
Edward pulang ke mansion dan sampai di mansion Edward langsung mandi setelah lima belas menit Edward keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawah perutnya bersamaan ponselnya berdering membuat Edward berjalan ke arah meja dekat ranjang.
Edward mengambil ponselnya dan melihat bodyguard yang menjaga Alona menghubungi dirinya membuat Edward dengan cepat menggeser tombol berwarna hijau.
("Hallo tuan,"panggil bodyguard dengan suara gugup dan takut).
__ADS_1
("Ada apa?" tanya Edward dengan nada kuatir)
("Maaf tuan, nyonya Alona kabur dari rumah sakit," ucap bodyguard tersebut).
("Apa?? Bagaimana bisa?Aku membayar kalian untuk berjaga tapi kenapa istriku bisa kabur?" tanya Edward dengan nada terkejut sekaligus marah secara bersamaan).
("Maaf tuan, nyonya Alona kabur lewat lubang angin di kamar mandi," jawab bodyguard tersebut).
("Cari sampai ketemu, bagaimanapun caranya aku tidak perduli," perintah Edward).
("Baik tuan," jawab bodyguard patuh).
Tut Tut Tut
Sambungan langsung dimatikan sepihak oleh Edward kemudian Edward berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaiannya.
"Kamu sudah berani kabur, awas saja kamu Alona," ucap Edward dengan nada kesal sambil memakai pakaian nya.
Setelah selesai memakai pakaian Edward pergi meninggalkan mansion menuju ke rumah sakit bersamaan ponselnya berdering.
Edward mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya sedangkan bodyguard yang merangkap sebagai sopir mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi atas perintah Edward.
"Daddy telepon," ucap Edward dengan nada terkejut
__ADS_1