Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Mimpi


__ADS_3

Agung yang merasa namanya di panggil membalikkan badannya sambil mengeluarkan pistolnya dari saku jasnya kemudian mengarahkan ke arah Edward.


Edward sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Agung begitu pula dengan Alona.


"Apa yang kamu lakukan Agung?" tanya Edward.


"Kamu harus ma ti," ucap Agung sambil menarik pelatuk nya.


Dor


"Akhhhhhhhh..." teriak Alona.


Selesai mengatakan hal itu Agung menembak Edward namun Alona menjadikan tubuhnya sebagai tameng untuk Edward bersamaan Alona berteriak kesakitan hingga darah segar keluar dari keningnya karena tepat mengenai keningnya.


"Alona!" teriak Edward sambil memeluk tubuh Alona.


"Alona tidakkkk!" teriak Edward.


"Edward ... bangun Edward," ucap Delon membangunkan putra bungsunya sambil duduk di sisi ranjang.


"Hosh ... Hosh ..."


Edward mengatur nafasnya sedangkan Delon memberikan gelas yang berisi air mineral untuk putra sulungnya. Edward meminum air mineral hingga habis tanpa sisa.


Saat ini Edward menginap di mansion Delon selain membicarakan tentang bisnis juga Delon merasa kesepian tinggal sendiri sedangkan Edward tidak keberatan jika menginap di rumah Delon.


"Edward, kamu mimpi apa?" tanya Delon sambil menerima gelas kosong dari Edward.


"Edward melihat Agung di rumah sakit bersama Eden kemudian Agung menembak Edward namun Alona menjadikan tubuh nya untuk Edward dan Alona ..." ucap Edward menggantungkan kalimatnya.


"Sejak kamu pulang dari negara S kamu selalu bermimpi tentang Alona," ucap Delon.


"Tidak tahu Dad, ketika melihat ke tiga bayi kembar itu dan wangi parfum di kamarnya entah kenapa Edward ingat akan Alona," ucap Edward menjelaskan.


'Edward, maafkan Daddy sebenarnya Alona masih hidup. Daddy akan berusaha agar kalian bisa bersama lagi jika kamu memang benar-benar berubah,' ucap Delon dalam hati.


"Oh ya mengenai Eden, kok beberapa hari ini Daddy perasaannya tidak enak ya," ucap Delon.


"Edward juga sama Dad, apalagi tadi Edward mimpi Eden berbaring di ranjang dan Agung mengikuti ranjang itu namun ketika Edward memanggil Agung, Agung menembak Edward. Apa Agung sebenarnya menyiksa Eden?" tanya Edward.


"Mungkinkah saja tapi untuk menyakinkan lebih baik Daddy minta bantuan keluarga besar Alvonso," ucap Delon sambil mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.


"Jangan dulu Dad, coba Edward telepon Mommy dulu," ucap Edward.

__ADS_1


Edward mengeluarkan ponselnya dan sambungan pertama langsung di angkat oleh Delisa.


("Ada apa?" tanya Delisa dengan nada ketus).


("Mommy, perasaan Edward tidak enak apakah Mommy tahu kabar Eden?" tanya Edward yang tidak perduli ucapan ketus Delisa).


("Mommy pikir kamu tidak perduli, Mommy juga bingung setiap mommy tanya ke orang tua Agung tapi jawaban nya mereka bulan madu dan belum pulang," jawab Delisa yang juga memikirkan putri bungsunya).


("Kenapa Mommy tidak telepon Eden?" tanya Edward).


("Ponselnya tidak aktif karena itulah Mommy sering ke sana tapi jawabannya masih sama hingga akhirnya Mommy mengancam ke mereka untuk meminta agar Eden kembali jika tidak maka Mommy akan mem bu nuh mereka," jawab Delisa).


("Baik Mom," jawab Edward).


Tut Tut Tut Tut


"Hallo ... Hallo .." panggil Delisa.


"Akhhhhhhhh, menyebalkan sambungan komunikasi langsung terputus," teriak Delisa dengan nada kesal.


"Dasar anak durhaka," sambung Delisa.


Kembali ke tempat mansion milik Delon, Edward menatap ke arah Delon.


"Kalau begitu Daddy akan menghubungi salah satu keluarga besar Alvonso," ucap Delon mengulangi perkataannya.


Delon mencari nomer ponsel Alvian anak ke dua dari Daddy Alvonso dengan Mommy Laras dalam novelku dengan judul : Cinta Satu Malam Bersama Mafia dan Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2.


Setelah menemukannya Delon menekan tombol berwarna hijau dan sambungan pertama langsung di angkat oleh Alvian. Delon menceritakan untuk meminta bantuan untuk mencari putri bungsunya setelah selesai mengobrol Delon menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.


"Semoga Eden segera ditemukan," ucap Delon penuh harap.


"Amin," jawab Edward.


Tidak berapa lama ponsel milik Delon berdering kemudian melihat siapa yang menghubungi dirinya.


"Paman Alvian," ucap Delon sambil menggeser tombol berwarna hijau.


("Hallo, Paman," panggil Delon).


("Delon, putrimu Eden ada di rumah sakit bersama suaminya," ucap Alvian).


("Siapa yang sakit?" tanya Delon).

__ADS_1


("Putrimu Eden, Eden ada di rumah sakit Karya Dinamika, ruang perawatan," jawab Alvian).


("Baik kami akan ke sana," ucap Delon).


("Baik Paman," jawab Alvian).


("Terima kasih atas bantuannya," ucap Delon).


("Sama-sama Paman, bye," pamit Alvian).


("Bye," jawab Delon).


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Delon menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya.


"Kita ke rumah sakit sekarang," ucap Delon sambil turun dari ranjang.


"Siapa yang sakit Dad?" tabya Edward sambil turun dari ranjang.


"Eden, kita ke rumah sakit Karya Dinamika, ruang perawatan," jawab Delon sambil berjalan ke arah pintu kamar Edward.


Mereka pun keluar dari kamar Edward menuju tangga. Dengan langkah cepat menuruni anak tangga kadang melewati dua anak tangga dan kadang satu anak tangga.


Skip


Kini mereka sudah berada di rumah sakit Karya Dinamika dan mereka langsung pergi ke ruang perawatan.


Ceklek


Edward membuka pintu ruang perawatan dan melihat Agung sedang menatap Eden yang masih setia menunggu istrinya.


"Agung," panggil Delon sambil masuk ke dalam ruang perawatan dan diikuti oleh Edward.


Deg


Jantung Agung berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan dirinya merutuki kebodohannya karena dirinya baru sadar kalau keluarga dari istrinya bisa meretas. Agung turun dari kursi kemudian membalikkan badannya sambil mengeluarkan pistolnya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2