
Ceklek
Alona membuka pintu kamar Edward untuk pertama kalinya dan melihat Edward sedang duduk di sofa sambil menatapnya membuat Alona menundukkan kepalanya.
"Duduklah dan baca surat perjanjian pernikahan," ucap Edward.
"Baik," jawab Alona patuh.
Alona berjalan ke arah sofa dan duduk berhadapan dengan Edward yang hanya di batasi oleh meja. Alona mengambil dokumen tersebut kemudian membacanya satu demi satu.
ISI PERJANJIAN SURAT NIKAH
Jangan pernah mencampuri urusan masing - masing.
Tidur di kamar terpisah.
Di depan orang tua kita berpura - pura menjadi pasangan yang romantis.
__ADS_1
Surat perjanjian nikah ini berlaku dua tahun setelah dua tahun pernikahan maka pernikahan kita akan berakhir.
Setelah kita berpisah pihak istri tidak mendapatkan sepeserpun harta milik suami karena milik suami akan diberikan oleh kekasihnya yang akan dinikahinya nanti.
" Apa itu? jangan bilang kamu minta hartaku karena aku tidak setuju." ucap Edward dengan tegas.
" Aku tidak membutuhkan itu." jawab Alona dengan tegas.
"Cihhhhh munafik," ucap Edward dengan wajah sinis.
" Lalu apa?" desak Edward penasaran karena biasanya semua wanita suka dengan kemewahan terlebih dirinya tidak ingin berlama berduaan dengan Alona.
" Pertama, apapun yang terjadi jangan pernah menyakiti keluargaku, yang kedua walau kita tidur tidak sekamar ijinkan aku selama dua tahun menjadi istri yang baik memasak dan menyiapkan keperluan dan tidak ada hubungan suami istri, yang ke tiga selama kita menikah dan ternyata kak Edward sudah menemukan pengganti ku maka di saat itulah aku akan pergi meninggalkan mansion ini." ucap Alona dengan tegas.
("Kalau tidak ada surat perjanjian aku mau saja memberikan harta berhargaku yang selama ini aku jaga tapi ketika aku mengetahui usia pernikahan kami hanya dua tahun membuatku berubah pikiran," ucap Alona dalam hati dengan wajah kecewa tapi berusaha di sembunyikan).
"Cihhhhh... Aku tidak mungkin menyentuhmu karena aku ingin benihku aku berikan untuk wanita baik - baik," jawab Edward dengan nada menghina.
__ADS_1
"Syukurlah, apakah ke tiga syarat ku dapat di penuhi ?" tanya Alona.
"Bisa," jawab Edward.
"Baiklah, apa ada yang lainnya?" tanya Alona yang tidak ingin berlama - lama di kamar Edward sambil menanda tangani surat perjanjian.
"Aku sangat lapar, di dapur sudah ada bahan untuk di masak jadi masaklah," ucap Edward.
"Baik," jawab Alona singkat sambil turun dari sofa.
Alona berjalan ke luar dari kamar Edward menuju ke arah tangga sedangkan Edward menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini tapi jika mengingat kamu membuat nenekku koma dan ditambah Alona tidur dengan banyak pria membuatku jijik melakukannya bersama Alona," ucap Edward ketika Alona menutup pintunya dengan rapat.
*****
Alona mengambil celemek yang di simpan di dalam lemari dapur kemudian mengikat rambutnya hingga menampilkan leher mulus Alona.
Alona membuka kulkas kemudian melihat isi di dalam kulkas sambil berfikir untuk membuat makanan malam. Setelah selesai berfikir Alona mengambil bahan yang diperlukan kemudian meraciknya.
Hampir satu jam Alona sudah selesai memasak kemudian menata semua masakannya di meja makan bersamaan Edward menuruni anak tangga hingga Edward mencium bau masakan yang membuat dirinya sangat lapar.
"Semuanya ini kamu yang memasak?" tanya Edward sambil duduk di kursi makan.
"Iya, silahkan makan," ucap Alona sambil duduk di samping Edward.
Alona mengambil piring milik Edward namun tangannya di tahan oleh Edward.
"Ada apa?" tanya Alona sambil menatap ke arah Edward.
__ADS_1