
Entah kenapa Daddy Nathan tidak tega melihat kesedihan Joana membuat Daddy Nathan memberikan pelajaran ke mereka yang tidak percaya dengan Joana.
"Delon, hubungi anak buah kita untuk mengambil laptop milik Daddy di mobil untuk meretas cctv di mansion milik Tantenya Joana!" perintah Daddy Nathan.
"Baik Dad," jawab Delon dengan patuh sambil mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya untuk menghubungi anak buahnya.
"Sayang, apa nama mansion milik Tante mu?" tanya Mommy Maya dengan nada lembut.
"Mansion Delavora Costan Fernandoz." jawab Joana.
"Kalian tidak perlu ikut campur urusan keluarga besar kami." ucap Pamannya Joana dengan wajah mulai pucat pasi.
"Memangnya kenapa? Anda takut?" tanya Daddy Nathan dengan wajah sinis.
"Aku tidak takut," jawab Pamannya Joana berbohong.
"Baik, kita lihat apakah perkataan Joana atau perkataan dirimu yang benar." Ucap Daddy Nathan dengan nada dingin.
Pamannya hanya bisa menahan amarahnya sedangkan Joana menatap ke dua orang tuanya dengan perasaan yang sangat kecewa karena tidak ada yang mempercayai dirinya.
Tes
Tes
Tidak berapa lama air matanya kembali keluar, rasa sakit yang teramat sangat namun tidak berdarah karena ke dua orang tuanya tidak mempercayai perkataannya di tambah dirinya selalu menyayangi Tantenya malah ikut menuduhnya.
Delon yang melihat Joana menangis ingin rasanya memeluknya dan menghapus air mata Joana tapi dirinya tidak bisa melakukan hal itu.
Hal itu bisa dipastikan Joana akan dipojokkan oleh kedua orang tuanya kalau mereka ada hubungan terlebih tadi ke dua orang tuanya sudah menuduh mereka. Hal itu membuat Delon hanya bisa menggenggam erat ke dua tangannya untuk menyalurkan kemarahannya.
Grep
Mommy Maya yang melihat Joana menangis langsung menghapus air mata Joana agar berhenti keluar kemudian memeluknya dari arah samping.
'Jika keluargamu tidak menerima dirimu, tinggallah bersama Mommy karena mulai sekarang Mommy akan menganggap dirimu sebagai putri kandung Mommy,' ucap Mommy Maya sambil berbisik tepat di telinga Joana.
Joana hanya menganggukkan kepalanya sambil membalas pelukan Mommy Maya sedangkan Ibu kandungnya hanya menatap Joana dengan tatapan tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Mommy Maya terhadap putrinya yang bernama Joana.
Setelah beberapa saat mereka terdiam hingga datang salah seorang bodyguard milik Daddy Nathan sambil menyerahkan laptop milik Daddy Nathan.
Lalu Daddy Nathan duduk di kursi dan meletakkan laptop di atas meja kemudian mengotak atik laptopnya hingga lima belas menit kemudian Daddy Nathan berhasil meretas cctv di Mansion Delavora Costan Fernandoz tempat tinggal Tante dan Pamannya Joana.
"Lihatlah rekaman video ini." Ucap Daddy Nathan kemudian memutar video cctv tersebut lalu diarahkan ke orang tua Joana dan merekapun melihatnya.
xxxxxxx Rekaman Video CCTV On xxxxxxx
Mereka melihat dari rekaman video cctv lewat layar laptop di mana Paman Joana bersama wanita cantik dan seksi duduk di ruang keluarga sedang berbicara tentang bisnis. Selesai berbicara tentang bisnis mereka mengobrol seputar masalah pribadi.
"Istrimu kemana?" tanya wanita itu.
"Sedang belanja, kenapa?" tanya Paman Joana.
"Apakah Tuan puas dengan pelayanan istri, Tuan?" tanya wanita cantik itu sambil membuka kancing kemeja yang paling atas.
__ADS_1
"Sebenarnya kurang puas, apakah kamu mau memuaskan Aku?" tanya Paman Joana balik bertanya sambil menyentuh salah satu paha wanita cantik tersebut kemudian membelainya.
Tanpa menjawab wanita cantik itu menarik tangan Paman Joana kemudian duduk di pangkuan Paman Joana. Mereka saling mendekatkan bibir dan akhirnya mereka saling berciuman.
Sambil berciuman mereka berdiri untuk melepaskan pakaian mereka satu persatu hingga beberapa saat mereka melepaskan ciumannya.
"Aku akan memuaskan mu asalkan Aku diberikan rumah agar kita bisa bebas melakukan ini setiap Tuan inginkan," ucap wanita cantik tersebut sambil membelai dada Paman Joana yang sudah polos tanpa sehelai benangpun.
"Jangan kuatir aku akan memberikan apa yang kamu minta asalkan Kamu bisa memuaskan Aku," ucap Paman Joana dengan suara mulai berat.
Mereka melepaskan pakaian yang tersisa hingga tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun kemudian wanita itu di dorong perlahan di sofa bersamaan pintu utama terbuka dan tampak Tantenya Joana datang sambil membawa kantong belanjaan.
Bruk
Ketika Tantenya Joana berjalan ke arah ruang keluarga Tantenya Joana sangat terkejut melihat suaminya sedang melakukan pemanasan hingga terdengar suara yang sangat menjijikkan di telinganya hingga belanjaan Tante Joana jatuh ke lantai.
"Sayang, apa yang sayang lakukan?" tanya istrinya dengan mata berkaca-kaca.
Suami dan wanita tersebut sangat terkejut dengan kedatangan Tantenya Joana membuat suaminya menghentikan kesenangannya kemudian turun dari tubuh polos wanita cantik tersebut dan berjalan ke arah istrinya.
Plak
Bruk
"Brengs*k mengganggu kesenanganku!" Teriak suaminya dengan suara yang menggelegar kemudian menampar pipi mulus istrinya.
Tamparannya sangat keras hal itu tentu saja membuat istrinya nyaris jatuh ke lantai jika saja istrinya tidak gendut.
Selesai menampar, suaminya membalikkan badannya dan berjalan ke arah sofa panjang untuk melanjutkan yang tadi sempat tertunda.
Dari pintu utama datang Joana sambil membawa tas dan buku kuliah dan berjalan ke arah ruang keluarga namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara laknat dari ruang keluarga membuat Joana mengintip apa yang terjadi.
Mata Joana membulat sempurna melihat Pamannya melakukan hubungan suami istri di ruang keluarga dan yang membuat Joana shock wanita itu bukan Tantenya.
Joana melihat Tantenya hanya bisa menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya sambil menahan agar tidak menangis.
Hingga setengah jam kemudian barulah mereka berhenti kemudian Pamannya Joana bangun dari tubuh polos wanita cantik tersebut kemudian berjalan ke arah istrinya.
"Ingat, jangan coba-coba mengadu ke kakakmu jika tidak kamu akan ma ti." Ancam suaminya sambil menunjuk - nunjuk kening istrinya.
Selesai mengatakan hal itu Pamannya menggendong tubuh polos wanita itu menuju ke kamar Pamannya Joana.
"Sayang, aku sangat puas kita lakukan lagi ya di kamarku," ucap Pamannya Joana tanpa punya perasaan.
"Baik sayang," jawab wanita itu sambil mengalungkan ke dua tangannya ke arah leher Pamannya Joana.
Wanita tersebut tersenyum menyeringai menatap ke arah Tantenya Joana yang menangis tanpa mengeluarkan suara karena mulutnya di tutup dengan ke dua tangannya dari balik punggung Pamannya Joana.
Sedangkan Pamannya Joana tersenyum bahagia kemudian berjalan menaiki anak tangga satu demi satu hingga mereka tidak terlihat barulah Joana keluar dari persembunyiannya.
"Tante." panggil Joana sambil berjalan ke arah Tantenya.
Bruk
__ADS_1
"Hiks... Hiks ... Hiks ... Joana..." Isak Tantenya sambil duduk di lantai.
Grep
"Tante, Paman sangat jahat sama Tante lebih baik Tante bilang sama Daddy," ucap Joana sambil berlutut kemudian memeluk tubuh Tantenya.
"Paman akan membunuhku jika Tante mengadu ke Daddy mu," ucap Tantenya sambil membalas pelukan Joana.
"Tante harus percaya kalau Daddy pasti akan melindungi Tante dari kejahatan Paman dan Tante tenang saja Joana akan membantu Tante jika Paman ingin melukai Tante," ucap Joana sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Tantenya Joana.
"Tapi Tante tidak tega jika Paman terluka," ucap Tantenya.
"Tante, Paman sangat jahat karena telah berselingkuh dan menampar wajah Tante terlebih mengancam Tante. Jadi lebih baik Tante katakan semua sama Daddy agar Tante dapat dilindungi sama Daddy dan bercerai dengan laki-laki yang tidak mempunyai hati." ucap Joana.
"Darimana kamu tahu kalau Paman menampar Tante?" tanya Tantenya.
"Pipi Tante merah dan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar, itu sudah jelas bekas tamparan." jawab Joana.
"Joana, tolong untuk sementara jangan katakan dulu sama Daddy mu tentang hal ini," pinta Tantenya tanpa menjawab ucapan Joana.
"Maksud Tante, Tante akan bertahan dengan sifat dan sikap Paman yang menindas Tante?" tanya Joana dengan wajah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Tantenya.
"Tante akan coba menasehatinya jika tidak berubah Tante akan mengatakan semuanya ke Daddy mu," jawab Tantenya beralasan.
Joana hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap ke arah wajah Tantenya.
"Terserah Tante saja karena Joana hanya bisa menasehati Tante dan semoga saja Paman bisa berubah," ucap Joana sambil berdiri begitu pula dengan Tantenya.
"Terima kasih Joana," ucap Tantenya.
"Sama-sama Tante, Joana pulang dulu," pamit Joana sambil mengecup punggung tangan Tantenya karena Joana tidak ingin berlama-lama tinggal di mansion tersebut.
"Hati-hati,'' jawab Tantenya.
Joana hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan mansion tersebut.
xxxxxxxx Rekaman Video CCTV Off xxxxxxxx
''Sudah tahu siapa yang salah?" tanya Daddy Nathan sambil tersenyum menyeringai.
Bugh
Bugh
Tanpa menjawab Ayahnya Joana memukul wajah adik iparnya sebanyak dua kali. Dirinya merasa sangat bersalah karena telah mempercayai adik iparnya dan juga adik kandungnya.
Sedangkan Pamannya Joana tidak menyangka kalau kejahatannya dapat terbongkar oleh Daddy Nathan membuat Pamannya sangat dendam terhadap Daddy Nathan dan Delon.
"Tunggu dulu Kakak Ipar, Kakak ipar tidak marah melihat putri Kakak menjadi simpanan Daddy sugar?" tanya Pamannya sambil menunjuk ke arah Delon.
Bugh
Bugh
__ADS_1
"Brengs*k, putraku bukan seperti itu!" bentak Daddy Nathan sambil memukul dua kali wajah Pamannya Joana.