
Dua puluh menit kemudian mobil mereka sudah sampai di rumah sakit. Edward dan Alona turun dari mobil kemudian Edward memeluk tubuh istrinya dari arah samping sedangkan Alona hanya diam tanpa banyak protes sedikitpun.
Mereka masuk ke dalam lobby hingga banyak gadis dan wanita menatap Edward tanpa berkedip dan sangat iri dengan Alona.
("Seandainya kak Edward tertarik dengan mereka aku tidak marah, silahkan saja biar mereka tahu rasanya seandainya mereka menjadi aku sehingga mereka tidak perlu iri denganku. Istri yang selalu di tuduh melakukan kejahatan padahal tidak melakukan sama sekali," ucap Alona dalam hati).
Tidak berapa lama mereka sudah sampai di ruang perawatan VVIP dan melihat Mommy Maya, Daddy Nathan bersama Delon, Jimmy, Lemos, Presdir Axel dan Presdir Albert berada di luar ruang perawatan.
"Kok berada di luar? Tidak masuk ke dalam?" tanya Edward.
"Katanya nenek ingin bicara dengan Alona, kalian berdua ke dalam," ucap Delon.
"Baik dad," jawab Edward patuh.
"Alona, setelah ini ada yang ingin kami tanyakan padamu dan Daddy harap kamu jawab dengan jujur," ucap Delon.
"Baik Dad," jawab Alona patuh tanpa banyak bertanya.
"Ada apa Dad, sepertinya serius?" tanya Edward.
"Nanti kamu akan tahu tapi kamu tidak boleh ikut hanya pembicaraan kami dengan Alona," ucap Delon.
"Baik Dad," jawab Edward patuh walau dalam hatinya masih bingung dengan apa yang akan dikatakan dengan istrinya.
("***Apa jangan-jangan Daddy dan keluarga tahu kalau beberapa kali aku menyiksa Alona? Kalau Alona jujur pasti aku bisa kena masalah, awas aja kamu Alona kalau sampai aku kena masalah maka akan aku buat kamu lebih menderita," ucap Edward dalam hati sambil menarik tubuh Alona agar masuk ke dalam ruang perawatan).
("Apa jangan-jangan keluarga Edward tahu kalau aku bukan yang menabrak neneknya Edward? Keluarga besar kak Edward kan bisa IT semua, apa yang harus aku katakan? Aku tidak tega melihat keluargaku di siksa oleh keluarga besar kak Edward," ucap Alona dalam hati sambil berfikir untuk melindungi keluarganya***).
__ADS_1
Sejahat apapun orang tua dan saudaranya, Alona tidak bisa melihat mereka di siksa. Alona mengikuti langkah Edward untuk masuk ke dalam ruangan dan melihat Delisa sedang memberikan minuman untuk Ibu nya yang juga sekaligus neneknya Edward.
"Apa kabar Nek?" tanya Alona sambil mencium punggung tangan neneknya Edward setelah Ibunya Edward sudah selesai diberikan minum.
"Ba ... ik," ucap neneknya Edward dengan nada terbata.
"Syukurlah Nek, Alona sangat senang," jawab Alona sambil tersenyum.
"Apa kabar Mommy?" tanya Alona sambil mencium punggung tangan Delisa.
"Baik," jawab Delisa singkat yang masih kurang suka dengan Alona.
"Syukurlah kalau semuanya sehat," jawab Alona sambil tersenyum.
"Ed ... Ward," panggil neneknya yang sejak tadi diam.
"Mommy," panggil Edward sambil mencium punggung tangan Delisa.
"Kamu sehat Edward?" tanya Delisa.
"Sehat mom," jawab Edward.
"Badanmu tambah gendut, kamu jarang olahraga?" tanya Delisa.
"Olahraga Mom, ini gara-gara Alona Mom," ucap Edward sambil tersenyum.
"Alona, kamu apakan putraku sampai gendut seperti ini?" tanya Delisa dengan nada ketus.
__ADS_1
"Alona ...." ucapan Alona terpotong oleh Edward.
"Mommy, maksud Edward karena masakan Alona enak makanya Edward nya makannya banyak," ucap Edward menjelaskan.
"Oh, kamu olahraga biar tidak gendut seperti itu," ucap Delisa.
"Baik mom," jawab Edward patuh.
Tiba-tiba neneknya Edward menulis sesuatu membuat Delisa, Edward dan Alona menatap ke arah nenek tersebut. Setelah selesai nenek tersebut memberikan tulisan tersebut ke Delisa.
"Aku ingin berbicara dengan cucu menantuku Alona,"
"Tapi Mom ..." ucapan Delisa terpotong oleh neneknya.
"A .. ku ... mo... hon..." ucap Ibu nya untuk pertama kalinya memohon.
Delisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian Delisa dan Edward pergi dari ruangan tersebut meninggalkan mereka berdua.
"Ada apa nek?" tanya Alona dengan nada lembut setelah Delisa dan Edward sudah keluar dari ruangannya.
Nenek tersebut menulis sesuatu kemudian diberikan ke Dennisa.
"Katakan dengan jujur tentang dirimu sebenarnya?"
"Aku Alona nek, istri dari kak Edward," jawab Alona.
Nenek itu kembali menulis kemudian diberikan ke Alona.
__ADS_1
"Nenek tahu kamu Alona, hanya saja tadi pagi nenek mendengar semua apa yang kamu katakan waktu nenek mengalami koma. Jadi nenek minta kamu katakan dengan jujur semuanya tentang dirimu sebenarnya, kenapa kamu mau mengaku kalau kamu yang menabrak nenek?"