Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Tiga Bayi Tampan


__ADS_3

"Tapi Kak ..." ucapan Eden terputus karena melihat dua pria tampan tiba-tiba datang.


"Kamu pergilah, Kakak ingin berbicara dengan Alex dan Arsene," usir Edward.


"Kenapa adik kembar mu di usir?" tanya Arsene.


xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx


Cerita tentang Alex dan Arsene dapat di baca novel ku dengan judul : Menikahi Pria Gangguan Jiwa.


xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx


"Ke sini hanya minta duit membuatku jadi kesal," jawab Edward sambil memijat keningnya yang terasa mulai pusing karena ulah adik kembarnya.


"Sebagai Kakak yang baik seharusnya memberikan apa yang di minta sama adiknya," jawab Arsene.


"Betul kata Kak Arsene, punya kakak kayak Kak Edward nyebelin," ucap Eden dengan wajah cemberut.


"Kamu sudah di kasih uang sama Daddy untuk sebulan seratus juta begitu pula dengan Mommy tapi belum ada seminggu habis tanpa sisa. Jika aku memberikan uang ke Eden pasti habis juga karena di pakai buat foya-foya dan membeli barang yang tidak perlu,'' ucap Edward dengan nada kesal karena Eden membuat dirinya malu dengan rekan bisnisnya.

__ADS_1


"Kata siapa aku membeli barang yang tidak perlu?" tanya Eden dengan nada kesal.


"Membeli pakaian, tas, sepatu, jam tangan dan lain sebagainya padahal semua barang itu kamu dan Mommy sudah punya malah cenderung hanya sebagai koleksi di lemari kalian," jawab Edward.


"Semua barang yang aku beli dan juga Mommy beli adalah barang - barang limit edition karena itulah aku dan Mommy membelinya," ucap Eden tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


"Alex dan Arsene kalian lihat sendirikan sifat adik kembar ku? Tidak punya rasa bersalah kalau dirinya itu boros. Sebagai seorang Kakak, apakah aku mengikuti permintaan Eden dan Mommy atau tidak?" tanya Edward.


"Tentu saja iya," jawab Eden yang tidak di tanya.


"Tentu saja tidak," sambung Alex dan Arsene bersamaan.


"Eden, kamu sudah tahu kan ucapan ke dua rekan bisnis ku termasuk sahabat baikku?" tanya Edward pada adik kembarnya.


"Kalian memang jahat," ucap Eden dengan nada naik setengah oktaf.


Eden pergi meninggalkan apartemen milik Edward sedangkan Edward, Alex dan Arsene tidak perduli dengan teriakan Eden malah mereka berjalan ke arah ruang kerja milik Edward.


Di tempat yang berbeda Alona sudah melahirkan tiga bayi tampan, dua laki-laki dan satunya lagi perempuan. Ketiga anaknya sangat mirip dengan Edward karena Alona sangat tulus mencintai Edward dan berharap Edward bisa berubah.

__ADS_1


Alona dengan di bantu oleh Katarina, Mommy Maya, Jessica, Soraya, Sela dan Seli sedangkan para pria berada di ruang keluarga.


"Anaknya sangat lucu dan menggemaskan, jadi pengen punya anak lagi," ucap Jessica sambil menggendong ponakan nya yang nomer satu.


"Aku juga," sambung Soraya sambil menggendong ponakan nya yang nomer dua.


"Sama," sambung Sela menggendong ponakan nya yang nomer tiga.


"Kalau aku sudah cukup dua saja," sambung Seli.


"Kenapa?" tanya Jessica, Soraya dan Sela secara bersamaan.


"Memang enak sih punya anak lagi tapi aku tidak bisa pergi kemana-mana karena sibuk mengurus bayi," jawab Seli sambil senyum pepsodent.


"Benar juga sih, tapi kalau aku di kasih lagi tidak bakalan menolaknya," ucap Soraya sambil tersenyum melihat ponakan nya tidur sambil tersenyum.


"Oh ya, aku ingin tahu kenapa kamu membohongi kami semua kalau pesawat yang kamu tumpangi meledak?" tanya Jessica kepo.


"Aku juga penasaran, aku baru tahu kalau itu tidak benar dari Mommy Maya tapi Mommy Maya tidak mengatakan secara detail," sambung Soraya.

__ADS_1


__ADS_2