Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Kamera CCTV


__ADS_3

"Maaf nyonya, saya pelayan yang diperintahkan tuan Edward untuk membersihkan tubuh nyonya," jawab pelayan tersebut sambil meletakkan baskom di meja dekat ranjang Alona.


Alona langsung terdiam dan membiarkan pelayan wanita itu membersihkan tubuh Alona hingga dua puluh lima menit kemudian pelayan tersebut sudah selesai men lap tubuh Alona dan memakai pakaian dress.


"Maaf nyonya sudah selesai, saya pamit dulu,'' ucap pelayan tersebut.


"Terima kasih," jawab Alona.


"Itu sudah tugas saya Nyonya, permisi," pamit pelayan tersebut sambil mengambil baskom dan handuk basah.


Alona hanya menganggukkan kepalanya kemudian pelayan tersebut pergi meninggalkan kamar Alona dan tidak berapa lama pintu kamar Alona di ketuk oleh seseorang.


Tok tok tok tok


"Masuk," jawab Alona.


Ceklek


Seorang pelayan membuka pintu dengan lebar kemudian pelayan satunya masuk ke dalam kamar Alona sambil membawa nampan yang berisi makanan dan minuman untuk Alona.


"Maaf Nyonya, saya di suruh tuan Edward untuk menyuapi Nyonya," ucap pelayan tersebut dengan sopan.

__ADS_1


"Tidak usah, biar saya makan sendiri saja apalagi saya belum lapar," jawab Alona.


"Maaf Nyonya nanti saya terkena hukuman sama tuan Edward," ucap pelayan tersebut dengan nada memohon.


Alona menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju. Pelayan itupun berdiri sambil dan bersiap untuk menyuapi Alona.


"Duduklah di sisi ranjang," pinta Alona.


"Maaf Nyonya, saya tidak berani," jawab pelayan.


"Kalau begitu, aku tidak mau makan," ucap Alona.


"Tapi Nyonya ...." ucapan pelayan tersebut terpotong oleh Alona.


"Baik nyonya," jawab pelayan tersebut yang melihat kalau Alona akan membantunya.


Pelayan itupun duduk di sisi ranjang dan mulai menyuapi Alona hingga lima belas menit kemudian Alona sudah selesai makan dan minum.


"Terima kasih," ucap Alona sambil tersenyum.


"Sudah menjadi tugas saya Nyonya," ucap pelayan tersebut sambil turun dari ranjang sambil membawa nampan meninggalkan Alona.

__ADS_1


("Nyonya Alona sangat baik dan tidak sombong. Semoga saja Nyonya Alona dan tuan Edward selalu bahagia dan bisa memiliki keturunan," ucap pelayan tersebut dalam hati).


Pelayan tersebut membuka pintu kamar Alona meninggalkan Alona sendirian di kamarnya.


"Kenapa kak Edward tidak ke sini? Mungkin kak Edward bersama wanita lain, sudahlah lebih baik aku jangan terlalu banyak berharap kalau nantinya aku merasakan sakit di khianati," ucap Alona.


Alona turun dari ranjang dan berjalan ke arah balkon untuk menikmati suasana sore sambil melihat suasana mansion milik Edward.


("Para bodyguard kak Edward mengelilingi mansion sulit juga untuk kabur,'' ucap Alona dalam hati).


("Setiap ujung sudut di pasang kamera cctv dan kamera cctv bisa berputar ternyata susah juga untuk kabur,'' sambung Alona dalam hati).


Alona menatap langit-langit balkon dan melihat ada kamera cctv membuat Alona menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil menatap ke arah lain agar tidak dicurigai.


("Untung aku bicara dalam hati kalau tidak aku bisa ketahuan kalau ada rencana kabur dari mansion," ucap Alona dalam hati sambil menatap ke arah sekeliling untuk mencari celah untuk kabur).


("Jalan satu - satunya ketika aku diijinkan keluar aku bisa kabur karena penjagaan di mansion ini sangat ketat kecuali aku menyamar menjadi pelayan," ucap Alona dalam hati).


Setelah puas melihat Alona kembali ke kamarnya kemudian berbaring di ranjang tanpa menutup pintu balkon agar angin sepoi-sepoi masuk ke dalam kamarnya.


Alona memandangi sekeliling kamarnya dan melihat ada satu kamera cctv dekat meja rias namun ukurannya kecil.

__ADS_1


("Si*l di kamarku juga ada kamera cctv dan aku sangat yakin kalau kamera cctv ini terhubung langsung dengan kak Edward," ucap Alona dalam hati).


("Kabur dari sini sangat sulit aku harus cari cara agar aku boleh keluar dari mansion," sambung Alona dalam hati).


__ADS_2