Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Apa yang aku lakukan?


__ADS_3

"Apa yang aku lakukan?" tanya Edward tersadar sambil menarik ke dua tangannya.


"Tapikan dia istriku jadi tidak masalah bukan jika aku melihatnya?" tanya Edward pada dirinya sendiri.


"Sia**n, gara - gara sering nonton film adegan suami istri bikin aku ingin melakukannya," ucap Edward sambil memejamkan matanya.


Edward berusaha melawan ha srat nya namun pikiran kotor Edward di tambah dua gunung kembar milik Alona seakan menantang Edward membuat Edward menyerah.


Edward perlahan mengarahkan ke dua tangannya ke arah bungkusan dua gunung kembar untuk melepaskan pengait bungkusan tersebut yang berada di belakang punggung Alona kemudian dengan perlahan melepaskan dua tali yang berada di ke dua bahu kanan dan kiri Alona yang gunanya untuk menahan bungkusan tersebut.


Setelah selesai Edward membuangnya secara asal hingga terlihat dengan jelas dua gunung kembar tersebut yang sangat menantang di depannya.


"Ternyata melihat di film sama di dunia nyata lebih enak melihat di dunia nyata karena bisa langsung merasakannya," ucap Edward sambil memainkan dua gunung kembar milik Alona dengan menggunakan ke dua tangannya.


"Ahhhhhhh... "


Suara merdu yang keluar dari mulut Alona membuat Edward kehilangan akal sehatnya terlebih Alona masih belum tersadar karena pengaruh dari obat bius. Edward turun dari ranjang kemudian melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian dengan perlahan menarik segitiga bermuda milik Alona.

__ADS_1


Edward menaiki tubuh Alona kemudian memainkan dua gunung kembar milik Alona membuat Alona kembali mengeluarkan suara merdunya.


Edward menuntun tombak saktinya ke arah goa sempit milik Alona namun Edward sangat terkejut karena Edward sangat sulit memasukkan tombak saktinya ke dalam goa tersebut.


"Kata orang jika sudah pernah melakukan sangat mudah tapi kenapa ini sulit?" tanya Edward dengan wajah bingung.


Jleb


"Sssakittt..." rintih Alona yang ingin membuka ke dua matanya namun matanya sulit untuk di buka.


Edward mencoba kembali memasukkan hingga tombak saktinya masuk ke dalam goa sempit tersebut bersamaan rintihan dari mulut Alona.


Edward mengerutkan keningnya ketika merasakan jepitan pada tombak saktinya membuat Edward menarik setengah tombak saktinya.


Deg


Deg

__ADS_1


Jantung Edward berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan tombak saktinya ada bercak darah.


"Berarti dua pria itu berbohong karena ternyata Alona selama ini menjaga kehormatannya," ucap Edward sambil melihat Alona mengeluarkan air mata nya dan menggigit bibirnya karena menahan rasa sakit pada bagian privasinya.


"Maaf karena ternyata aku salah menilai mu," sambung Edward merasa bersalah.


Edward kembali membenamkan tombak saktinya kemudian memberikan pemanasan dengan cara memasukkan mulutnya ke salah satu pucuk gunung himalaya dan tangan satunya memainkan pucuk gunung himalaya yang satunya lagi.


Suara rintihan kembali terdengar dan rasa sakit digantikan rasa nikmat membuat Alona kembali mengeluarkan suara merdunya. Edward yang mendengarnya mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga setengah jam kemudian tombak sakti milik Edward mengeluarkan laharnya.


Setelah beberapa saat Edward menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan ke arah samping. Edward turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk mengambil handuk.


Edward menlap bagian privasi milik Alona dengan perlahan dengan menggunakan handuk basah yang masih baru kemudian memakai segitiga bermuda.


Setelah selesai Edward menyelimuti Alona mengingat bagian atas Alona polos hanya bagian bawahnya tertutup kemudian Edward memunguti pakaiannya kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Hingga lima belas menit kemudian Edward sudah selesai mandi dan terpaksa memakai pakaian yang sama karena dirinya tidak berada di mansion nya.

__ADS_1


"Dia belum bangun sedangkan sebentar lagi waktunya minum obat," ucap Edward.


"Apa aku ganti pakaian Alona dulu baru aku berikan obat?" tanya Edward sambil berfikir.


__ADS_2