Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Tidak Sadarkan Diri


__ADS_3

"Boleh aku bicara dengan Buyut berdua saja?" tanya Alona.


"Boleh, Daddy, Alvian dan Dennis kalian keluar sebentar," pinta mommy Laras.


"Ok," jawab Daddy Alvonso, Alvian dan Dennis secara bersamaan.


Daddy Alvonso, Alvian dan Dennis berjalan ke arah pintu ruang perawatan meninggalkan Mommy Laras dan Alona.


"Kak Edward dan semua keluarga besar kak Edward tidak tahu kalau aku hamil," jawab Alona ketika melihat ke tiga pria tampan tersebut keluar dari ruang perawatan.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Mommy Laras.


"Jika Alona bercerita, Buyut harus berjanji untuk tidak mengatakan ke siapapun termasuk dengan kak Edward," pinta Alona.


"Buyut berjanji untuk tidak mengatakan ke siapapun," ucap Mommy Laras.


("Kecuali jika kamu pergi dari kehidupan Edward maka terpaksa Buyut akan bercerita ke Edward segala kesedihanmu agar Edward menyesali perbuatannya," sambung Mommy Laras dalam hati).


Alona menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menceritakan semua apa yang terjadi tanpa ada yang ditutup - tutupi. Berulang kali Alona menghapus air matanya yang tidak pernah berhenti keluar membuat Mommy Laras memberikan tissue ke Alona. Alona mengambil tissue beberapa kali untuk menghapus air matanya yang tidak berhenti keluar.


Entah kenapa Alona merasa nyaman menceritakan semua rahasia yang di simpannya rapat - rapat yang membuat dirinya terasa sesak sedangkan Mommy Laras yang mendengar cerita Alona ikut mengeluarkan air mata dan ikut mengambil tissue untuk menghapus air matanya.


"Itulah yang terjadi Buyut, jujur Alona sangat lelah dan terkadang jika Alona sedang tidur Alona selalu berharap untuk tidak bangun lagi," ucap Alona.


Grep


"Kenapa kamu selalu menyimpan rasa sakit akibat ulah adik kembar mu dan ke dua orang tuamu di tambah lagi dengan Edward," ucap Mommy Laras.


"Alona bingung Buyut, jika aku bercerita sama Buyut Maya bisa jadi Buyut Maya akan marah sama kak Edward dan kak Edward akan menambah hukuman untuk Alona dan membenci Alona jadi Alona selalu memendam itu semua." jawab Alona menjelaskan.


"Kamu harus kuat dan ingat ada janin jadi jangan pernah selalu berharap untuk tidak bangun lagi," ucap Mommy Laras.


"Baik Buyut. Oh ya Buyut, aku ingin melihat janinku," pinta Alona.


"Buyut akan bertanya sama dokter supaya kamu bisa USG," ucap Mommy Laras.


Mommy Laras menekan tombol darurat dan tidak berapa lama datang dokter dan perawat.


"Ada yang bisa saya bantu Nyonya?" tanya dokter tersebut sambil tersenyum.


"Cicit ku ingin melihat janinnya, bisakah alatnya di bawah ke sini?" tanya Mommy Laras.


"Bisa Nyonya, sebentar saya akan menyiapkan semuanya termasuk dokter kandungan," jawab dokter tersebut.


Dokternya itupun pergi meninggalkan ruang perawatan dengan diikuti perawat untuk menyiapkan permintaan Mommy Laras. Rumah sakit tersebut adalah milik keluarga besar Daddy Alvonso jadi apapun permintaan keluarga besar Alvonso selalu dituruti dan tidak ada yang berani bilang tidak.


Kini Alona mulai diperiksa janinnya oleh dokter kandungan hingga mereka melihat ada tiga bulatan tanda kalau Alona kembar tiga.

__ADS_1


"Selamat Nyonya bayinya kembar tiga," ucap dokter tersebut.


"Kembar tiga Dok?" tanya Alona tidak percaya.


"Benar Nyonya," jawab dokter tersebut sambil masih memeriksa hingga dokter tersebut beberapa saat membeku.


"Nyonya, apakah Nyonya pernah tertembak senjata semacam sinar laser?" tanya dokter tersebut.


"Pernah Dok, memangnya kenapa Dok?" tanya Alona penasaran.


"Tembakan itu tembus ke dalam tubuh Nyonya dan menyebabkan imunitas Nyonya semakin menurun dan besar kemungkinan ..." ucap dokter tersebut menggantungkan kalimatnya.


"Kemungkinan apa Dok?" tanya Alona dengan wajah terkejut.


"Nyawa Nyonya dalam bahaya jika memaksakan untuk lahir dan bisa saja Nyonya ...." ucap dokter tersebut menggantungkan kalimatnya.


"Meninggal?" tanya Alona.


"Benar Nyonya," jawab dokter tersebut.


"Apakah ada obatnya?" tanya Mommy Laras.


"Obatnya lumayan keras dan bisa membahayakan janinnya jadi maaf Nyonya hanya ada dua pilihan. Mempertahankan janinnya tapi nyawa Nyonya dalam bahaya atau menggugurkan ke tiga janinnya dan Nyonya selamat," ucap dokter tersebut.


"Aku akan memilih pilihan pertama, aku akan mempertahankan janinku hingga ke tiga anakku lahir," ucap Alona dengan nada penuh keyakinan.


"Aku sudah memikirkan masak-masak untuk tidak menggugurkannya," jawab Alona dengan nada tegas.


"Baik Nyonya, kalau begitu saya akan memberikan obat penguat kandungan dan vitamin," ucap dokter tersebut.


"Sebentar aku bingung bukankah kejadian itu beberapa bulan yang lalu kenapa efeknya baru sekarang?" tanya Mommy Laras.


"Sebenarnya sudah ada efek yaitu tiba-tiba batuk berdarah dan tubuh semakin lama semakin lelah. Apakah Nyonya merasakan hal itu?" tanya dokter tersebut.


"Pernah Dok tapi aku tidak tahu kalau itu berpengaruh pada janin," ucap Alona berbohong.


("Karena waktu itu aku hanya berharap jika aku cepat pergi untuk menyusul kakek dan nenek," sambung Alona dalam hati).


"Kenapa kamu tidak cerita sama Buyut atau memeriksa ke dokter?" tanya Mommy Laras dengan wajah sedih


"Maafkan Alona," ucap Alona merasa bersalah.


"Aku baru tahu kalau tembakan laser itu sangat berbahaya," ucap Mommy Laras.


"Tembakan laser beda-beda Nyonya dan tembakan laser yang mengenai tubuh Alona termasuk jenis tembakan yang sangat berbahaya bagi anggota tubuh," jawab dokter tersebut.


"Buyut, mungkin doa Alona terjawab yaitu tidur untuk selama - lamanya. Jika Alona telah tiada tolong berikan ke tiga anakku ke Kak Edward karena hubungan Ayah dengan anak tidak bisa dipisahkan." ucap Alona sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Alona, Buyut ..." ucap Buyut menggantungkan kalimatnya.


" Tapi dengan satu syarat jika kak Edward tidak menyesali perbuatannya tolong berikan ke Oma Jessica dan Oma Soraya untuk merawat ke tiga anakku tapi jika kak Edward menyesali perbuatannya barulah berikan ke kak Edward," ucap Alona.


Buyut Laras hanya menganggukkan kepalanya dan tampak jelas kesedihan di wajahnya.


"Buyut jangan sedih, sudah takdir Alona seperti ini hanya saja tolong berikan ini di hari ulang tahun kak Edward dan di lihat semua orang termasuk ke dua orang tuaku dan Alena," ucap Alona sambil menarik usb mini yang dikalungkan ke leher Alona.


"Usb," ucap Mommy Laras.


"Benar Buyut," jawab Alona.


"Tolong di print hasil USG dan buat surat keterangan mengenai apa yang aku derita sekarang seperti dokter katakan barusan untuk diberikan ke suamiku," pinta Alona.


"Baik Nyonya," jawab dokter tersebut.


"Buyut, jika hasil USG sudah keluar begitu juga surat keterangan tolong berikan ke kak Edward," pinta Alona.


"Baik," jawab mommy Laras.


Setelah selesai dokter tersebut pergi meninggalkan Alona dan Mommy Laras.


"Alona, Buyut ingin kamu jujur sebenarnya kamu tahu kalau tembakan laser itu berbahaya bukan?" tanya Mommy Laras.


"Alona sebenarnya sudah tahu kalau tembakan laser itu sangat berbahaya karena itulah Alona sengaja menjadikan tubuh Alona sebagai tameng agar kak Edward tidak terluka," jawab Alona jujur.


"Kenapa kamu lakukan itu?" tanya mommy Laras.


"Jika kak Edward terkena luka tembak dan tiada pasti banyak orang yang sangat sedih karena kehilangan kak Edward sedangkan jika Alona yang terkena luka tembak dan tiada maka tidak ada orang yang merasa kehilangan karena itulah Alona melakukan itu terlebih Alona tidak sanggup melihat orang terluka," jawab Alona.


Mommy Laras hanya diam namun pikirannya menerawang jauh untuk mencari jalan keluar karena dirinya tidak tega melihat penderitaan Alona apalagi jika sampai Alona tiada.


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxx


"Edward, kalau Alona masih hidup berarti kalian mempunyai tiga anak kembar hanya saja ketika Alona melahirkan maka Alona pergi untuk selama-lamanya akibat tembakan sinar laser waktu Alona menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya," ucap Mommy Laras.


"Kenapa Alona melakukan itu?" tanya Edward merasa bersalah.


"Alona tidak tega melihatmu terluka," jawab Edward.


"Alona!!!" teriak Edward kembali.


Bruk


"Edward!!!" teriak mereka serempak.


Perasaan bersalah yang teramat sangat membuat Edward tidak sadarkan diri dan Edward pun dibawa ke rumah sakit sedangkan orang tua Alena dan Alena di bawa markas milik Edward untuk di siksa sampai mati.

__ADS_1


__ADS_2