
Edward menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menggeser tombol berwarna hijau.
("Hallo dad," panggil Edward).
("Apa ada masalah?" tanya daddy Delon).
("Tidak ada dad," jawab Edward).
("Edward, jangan bohongi daddy, Daddy tahu kamu ada masalah," ucap daddy Delon).
(Suara hembusan nafas perlahan dari suara nafas Edward)
("Alona hilang dad," jawab Edward).
("Hilang? Bagaimana bisa?" tanya Delon dengan nada terkejut).
("Kami bertengkar kemudian Alona masuk ke dalam kamar pas Edward dobrak pintunya Alona sudah menusukkan pisau buah ke perutnya dan Edward bawa ke rumah sakit. Besok paginya ketika Edward pulang dari rumah sakit Edward mendapat kabar kalau Elona kabur dari rumah sakit," jawab Edward menjelaskan secara singkat).
("Apa?? Sekarang kamu di mana?" tanya daddy Delon dengan nada terkejut).
("Dalam perjalanan menuju ke rumah sakit," jawab Edward).
("Kabarin daddy kalau sudah ketemu," pinta daddy Delon).
("Baik dad," jawab Edward dengan patuh)
Tut Tut Tut
__ADS_1
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh daddy Delon. Edward menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya sambil menatap ke arah jalan raya.
("Awas kamu Alona, berani nya kamu kabur dariku," ucap Edward dalam hati sambil menahan amarahnya).
Tidak berapa lama Edward sudah sampai di rumah sakit dan kini Edward berada di kamar perawatan dan melihat ada bekas noda darah segar yang menetes dari perut Alona menuju ke arah kamar mandi.
"Maaf tuan nyonya Alona kabur lewat atap langit kamar mandi," ucap salah satu bodyguardnya.
Ketika Edward mengeluarkan suaranya ponselnya berdering membuat Edward tidak jadi bicara. Edward mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.
"Opa Alvian," ucap Edward sambil menggeser tombol berwarna hijau kemudian di tempel ponselnya ke telinganya.
("Halo Opa," panggil Edward).
("Edward, istrimu berada di apartemen dalam kondisi pingsan," ucap opa Alvian)
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
("Terima kasih Opa atas informasinya," ucap Edward sambil membalikkan badannya ke arah pintu ruang perawatan).
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Opa Alvian. Edward menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya kemudian berjalan meninggalkan ruang perawatan dan bertemu dengan salah satu dokter yang merawat Alona.
"Kamu pergi ke apartemen xxxx dan bawa peralatan dokter, istriku tidak sadarkan diri termasuk kantong darah, lima menit sudah sampai di apartemen xxxx," perintah Edward.
__ADS_1
"Baik tuan," jawab dokter tersebut dengan patuh.
Selesai mengatakan Edward pergi meninggalkan rumah sakit tersebut menuju ke arah parkiran mobil.
"Apartemen xxxx dan kendarai mobil dengan kecepatan tinggi!!" perintah Edward ketika sudah berada di dalam mobil.
"Baik tuan," jawab bodyguard yang merangkap sebagai sopir.
Sopir itu pun mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi hingga lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di apartemen xxxx.
brak
Edward menendang pintu apartemen Alona hingga terbuka dengan lebar. Edward berjalan masuk ke dalam apartemen dan melihat Alona berbaring di lantai dan banyak noda darah berceceran di lantai.
Edward mengangkat tubuh Alona dan membawanya ke arah kamar lantai satu di mana itu kamar untuk tamu. Edward meletakkan tubuh Alona yang sudah dingin dan Edward melihat wajah pucat Alona.
Entah kenapa di hati yang terdalam hatinya sangat takut kehilangan Alona dan berharap Alona baik - baik saja.
Tok tok tok
"Masuk," jawab Edward.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1