Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia

Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia
Alona dan Edward 2


__ADS_3

"Oh ya aku baru ingat waktu itu Kakak pergi ke mansion Mommy karena Mommy sakit dan ketika Kakak datang Kakak melihat ada seorang wanita yang sedang menemani Mommy yang berbaring di ranjang. Karena tubuhku sangat lelah dan lengket aku mandi dan meletakkan ponselku di meja kamarku. Apa jangan-jangan wanita itu yang mengangkat ponselku?" tanya Edward sambil mengambil ponselnya yang di letakkan di meja dekat ranjang.


"Kakak akan meretas cctv di kamar Kak Edward," sambung Edward sambil mengotak atik ponselnya.


Setelah beberapa saat Edward menonton rekaman cctv bersama Alona. Mereka melihat ketika Edward masuk ke dalam kamar mandi bersamaan pintu kamarnya dibuka perlahan dan mereka melihat Delisa masuk ke dalam kamar bersama wanita yang tadi menemaninya.


Tiba-tiba terdengar suara ponsel milik Edward membuat Delisa menyuruh wanita itu untuk mengangkat nya dan wanita itu hanya menganggukkan kepalanya sambil mengambil ponsel milik Edward.


"Mereka bicara apa? Kakak tidak mendengar sama sekali suaranya." ucap Edward.


"Coba aku otak Atik ponsel milik Kakak," ucap Alona sambil mengambil ponsel milik suaminya.


Edward membiarkan ponselnya di ambil oleh istrinya sedangkan Alona mengutak-atik ponsel milik Edward hingga terdengar suara. Edward dan Alona kembali melihat dan mendengarkan percakapan Delisa bersama wanita itu.


Rekaman Video CCTV On


("Hallo,'' panggil wanita itu).


("Ini siapa ya?" tanya Alona).


("Aku calon istrinya Kak Edward." jawab wanita tersebut).


("Aku ingin bicara dengan kak Edward?" tanya Alona dengan nada bergetar menahan rasa sesak dihatinya).

__ADS_1


("Kak Edward baru saja mandi karena kami baru saja melakukan hubungan suami istri." jawab wanita itu sambil tersenyum devil).


Tut Tut Tut Tut


Sambung komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Alona.


Wanita itu meletakkan kembali ponselnya kemudian melakukan tos kemenangan sambil tersenyum bahagia kemudian berjalan dengan perlahan meninggalkan kamar Edward.


Rekaman video cctv off


"Mommy! Aku sangat membencimu!" teriak Edward menahan amarahnya.


"Apakah Mommy tidak tahu kalau anakmu ini sangat menderita kehilangan Alona dan ke tiga anakku? Kematian Momny seharusnya tidak semudah itu, seharusnya Mommy sebelum kematiannya tiba di siksa terlebih dahulu dan Edward harap semoga saja Mommy di sana di siksa." sambung Edward mengutuk Delisa.


Grep


"Kalau memang kenapa Mommy tega melakukan ini padaku? Kenapa karena marah dan kecewa dengan keluargamu membuat Mommy membencimu?" tanya Edward beruntun sambil membalas pelukan Alona.


"Tunggu, apa maksud Kak Edward?" sambil melepaskan pelukannya kemudian mendorong perlahan tubuh Edward agar menatap dirinya.


"Dulu Mommy menyukai salah satu keluargamu tapi keluargamu tidak setuju membuat Mommy ku dendam karena itulah Mommy meracuni pikiran kakak untuk menyiksamu. Maafkan Kakak yang terpengaruh dengan ucapan Mommy, seandainya saja waktu bisa di ulang Kakak tidak akan menuruti permintaan Mommy." ucap Edward sambil menggenggam tangan istrinya.


"Semua sudah terjadi dan yang terpenting sekarang Kak Edward sudah menyadari kesalahannya." ucap Alona sambil membalas genggaman tangan Edward.

__ADS_1


"Oh ya kalau boleh tahu bagaimana keadaan adik kembarku dan ke dua orang tuaku? Aku ingin menemui mereka." ucap Alona.


Seburuk apapun ke dua orang tua Alona dan adik iparnya tetap saja saudara tidak dapat dipisahkan terlebih Alona mempunyai hati yang sangat baik.


"Mereka bertiga sudah meninggal." jawab Edward yang tidak ingin menyimpan kebohongan.


"Apa meninggal? Apa yang terjadi?" tanya Alona dengan tubuh gemetar sambil menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya seakan tidak percaya.


"Sebenarnya mereka bukan orang tuamu, mereka adalah Tante, Paman dan adik sepupumu." jawab Edward jujur.


"Cerita semua yang tidak aku tahu." pinta Alona.


"Ibumu atau Ibu mertuaku di bu nuh oleh Tante mu sekaligus Ibunya Alena sedangkan Ayahmu di bunuh oleh Pamanmu sekaligus Ayahnya Alena. Ibumu awalnya mempunyai kekasih yaitu Ayahnya Alena tapi Ibunya Alena merebutnya kemudian menikah sedangkan Ibumu menikah dengan pria lain," jawab Edward.


"Ayahnya Alena yang masih ada perasaan dengan Ibumu merayunya tapi Ibumu menolaknya dan karena cintanya di tolak maka Ayahmu di bunuh agar Ibumu mau menerimanya tapi Ibumu tidak bersedia hingga akhirnya Ibumu di bunuh oleh Ibunya Alena." sambung Edward.


"Kenapa mereka sangat kejam?" tanya Alona dengan mata berkaca-kaca.


"Bukan itu saja pesawat yang akan kamu tumpangi diberikan bom atas perintah Alena agar kamu tidak mengusik kebahagiaan nya karena menjadi pengganti dirimu." ucap Edward.


"Pantas saja waktu itu salah satu keluarga Alvonso memintaku dan semua penumpang pesawat untuk pindah ke pesawat pribadi milik keluarga besar Alvonso. Selama ini aku yang menjadi kambing hitam oleh Alena tapi tetap saja sangat membenciku." ucap Alona.


"Sudahlah, jangan bicarakan lagi karena mereka sangat jahat. Lebih baik kita melakukan hubungan suami istri, istirahat dan setelah itu barulah kita pergi lagi ke rumah sakit." ucap Edward.

__ADS_1


"Benar kata Kak Edward lebih baik jangan bicarakan lagi dan lupakan masa lalu." jawab Alona.


Merekapun kembali melakukan hubungan suami istri hingga setengah jam kemudian mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri. Mereka tidur sambil berpelukan memberikan kehangatan masing-masing dengan senyum kebahagiaan di wajah mereka berdua.


__ADS_2